Istriku Penyanyi Malam

Istriku Penyanyi Malam
Bab 100 Gigitan


__ADS_3

**🌹🌹🌹🌹🌹


Habil mengendarai mobilnya dengan stabil, sesekali ekor matanya melirik ke arah sang istri yang masih terlelap. Tidak biasanya Mila sampai tertidur selama ini apalagi belum sampai di rumah.


Ketika mobil mereka akan berbelok terdengar suara Mila merintih, Habil menoleh dan menyentuh tangan Mila. Habil terkejut karna sang istri demam tinggi, setelah 10 menit memasuki area kediamannya Habil memarkirkan mobilnya dan bergegas turun.


Habil menggendong Mila ringan dan segera masuk ke kamar mereka, rasa khawatir Habil menjadi-jadi saat Mila menggigil kedinginan. Habil bergegas menelpon dokter Roi.


"bisakah kerumah sekarang, istriku demam tinggi dan menggigil" ucap Habil cemas


"jangan panik, berikan obat penurun panas segera. Aku masih bertugas tak bisa keluar ingat jangan panik, jika masih demam lakukan metode skin to skin ok" tegas Roi


"baiklah" balas Habil setelah mendengar perintah dari dokter Roi


Habil segera mengambil obat di kotak obat dengan telaten ia menggerus obat itu karna paham akan Mila yang tidak bisa menelan obat bulat-bulat.

__ADS_1


20 menit berselang suhu tubuh Mila mulai reda tapi tidak dengan kedinginannya.


Habil kembali menelpon Roi cemas karna Mila masih kedinginan.


"panas nya reda tapi istriku masih menggigil" ucap Habil


"lakukan apa yang kukatakan tadi, kemungkinan istrimu akan flu besok. Ingat !! Jangan gunakan apapun agar tubuh istrimu dapat menetralkan suhu hangat yang di hantarkan kulitmu" ucap Roi


"baiklah, apa ada lagi?" tanya Habil serius


"ada, tahan nafsumu gosipmu sudah sampai di telingaku" ucap Roi terkekeh


"baiklah, tarik napas Habil istrimu membutuhkan ini sekarang" gumam Habil meyakinkan diri agar tidak khilaf


Habil melepas pakaian Mila satu persatu tak lupa sesekali ia menarik napas dalam, aplagi saat menyentuh kulit mulus sang istri. Harum mawar semerbak memenuhi indra penciumannya. Giliran Habil membuka pakaian nya sesegera mungkin ia masuk kedalam selimut sang istri.

__ADS_1


Ketika tubuhnya menempel ada perasaan aneh yang Habil rasakan, seolah ia perang batin dengan dirinya sendiri. Meyakinkan diri agar tak menerkam sang istri sungguh sulit bagi Habil, malam yang ia lalui akan terasa panjang.


Mila yang merasa hangat tanpa sadar mendekap sang suami erat, hidungnya mengendus leher sang suami lalu bergumam tak jelas.


"pasta, pasta nyam nyam" gumam Mila seolah menggigit sesuatu.


"sakitpun masih makanan yang kau pikirkan, tak kasihankan dengan suamimu yang menahan napas ini" ucap Habil yang pasrah akan apa yang di lakukan sang istri


"aksss" Ringisan Habil tertahan kala lehernya di gigit sang istri sekuat tenaga, seakan-akan Mila gemas dengan khayalan makanan itu.


"ya ampun" ucap Habil, setelah menetralkan pikirannya Habil pun tertidur menyusul sang istri yang saat ini berada di bawah ketiaknya.


Sinaran pagi telah masuk ke sela-sela tirai coklat itu tapi tak mengganggi seoasang pasutri yang masih terlelap, entah karna terlalu nyaman atau memang kurang tidur sampai-sampai mereka bangun kesiangan.


Mila yang tersadar menggeliat meregangkan ototnya, sampai matanya terpaku melihat sosok tampan dan kekar tak berbaju di hadapannya. Mila tertegun, kepalanya memang sedikit nyeri. Tapi yang lebih mengagetkannya adalah ia tak memakai sehelai benangpun.

__ADS_1


Mila berpikir kuat tentang apa yang terjadi malam itu, tapi sia-sia ia hanya ingat tertidur di kantor saja selebihnya masih abu-abu.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹**


__ADS_2