
**πππππ
Makan malam itu terasa hening tak ada satupun membuka pembicaraan, mereka makan dengan tenang. Setelah selesai Habil menyesap rokoknya lalu berjalan ke room milik mereka, ia ingin menghibur diri dengan beberapa alat musik didalam.
Mila yang tengah membersihkan wajah itu seketika celingukan kesana kemari mencari-cari seseorang yang hilang di pandangan matanya.
"kemana suamiku ini?" gumam Mila, ia mulai mencari di ruang kerja dan beberapa ruangan yang sering di singgahi sang suami tapi nihil.
Mila berhenti di samping ruang gym tapi tak ada juga, hingga kaki nya melangkah keruangan sebelahnya dan ia tahu ruangan ini adalah room yang dulu pernah ia sambangi.
Mila membuka pintu yabg rupanya tak di kunci, seketika netra Mila membola melihat sang suami sedang asik menikmati musik yang ia mainkan dengan penuh penghayatan.
Dengan sebatang rokok yang masih stay di bibir manis sang suami.
Mila melangkah seperti terhipnotis, dia seperti melihat dewa. Memang berlebihan tapi itulah kenyataannya Habil terlihat sexy saat memainkan mesin dj itu. Mila terus melangkah sampai tanpa sadar tubuhnya bergerak erotis mengikuti alunan musik yang dimainkan suaminya.
__ADS_1
Habil yang sadar akan kehadiran sang istri menatap takjub, liukan tubuh sang istri sungguh memabukkan rasanya ia ingin menghentikan musik ini, tapi ia ingin melihat kemampuan sang istri yang bergerak menikmati.
Setelah cukup lama ia berdiri di belakang mesin itu, kini ia mendekati sang istri yang masih bergerak dengan musik yang sengaja tak ia hentikan, setelah sampai di belakang sang istri ia merengkuh pinggang ramping sang istri.
Mila terkejut saat ia mendapati tangan kekar melingkari pinggangnya. Sesekali Mila menggelinjang kala samg suami mengikuti gerakannya dan menciumi leher jenjangnya.
Habil membalikkan Mila hingga mereka saling berhadapan, tatapan mereka bertemu. Netra sendu Habil yang terselumbung kabut gairah, Mila memberanikan diri mengalungkan kedua tangannya ke leher Habil.
"kamu sangat sexy sayang" bisik Habil berat, nampak terlihat ia sudah tak bisa menguasai diri.
Habil tak berhenti menciumi sang istri dengan musik yang terus berbunyi.
Sampai pada kedua bibir itu bertemu dan saling membalas decapan syahdu tersebut.
Mila yang semula santai menjadi melayang akan perlakuan sang suami, bagaimana tidak jika tangan terampil itu sudah menguasai kedua aset milik Mila dan membuka pengaitnya tanpa Mila sadari.
__ADS_1
Dirasa sudah tak tahan lagi, Habil beranjak dan mematikan musik tersebut. Dengan segera ia membopong sang istri yang pasrah akan apa yang terjadi setelah ini.
"mas, Mila malu" ucapnya kala sang suami membuka satu persatu kain yang melekat di tubuhnya.
"kenapa malu hem,, ini semua milik mas bukankah mas pernah melihatnya" bisik Habil lalu membuka kaos yang ia kenakan. Terpampanglah otot-oto bisep yang menggiurkan kaum hawa termasuk Mila.
Mila menelan ludahnya kala melihat tubuh sang suami, tanpa ia sadari tangannya bergerak dengan sendirinya membelai mesra penuh kelembutan, sedangkan yang di sentuh memejamkan mata menikmati belaian jemari lembut sang istri. Ketika mereka telah puas mengeksplor fantasinya, hingga Habil tak tahan lagi untuk menunggu.
"mas, Mila takut" ucap Mila ketika ritual inti itu hendak berlangsung
"ini tak kan sakit, mas janji" ucap nya menenangkan sesekali mengecup kening sang istri untuk memberikan kenyamanan terlebih dahulu.
Mila menatap dalam manik sang suami, Mila terperangah kala senjata andalan sang suami sudah mulai menghujam liang kenikmatannya. Terlihat Habil sesekali memejamkan matanya tanda ia sedang menikmati sensasi menyatu dengan sang istri.
πππππππππ**
__ADS_1