
**πππππ
Setelah puas dengan kelakuan kekanakan mereka, kini mereka dengan hening menikmati hidangan tersebut. Mila memang paket komplit, masakannya pun sangat enak dan memanjakan mereka semua yang menyantap. Setelah selesai mereka berkumpul diruang tengah, kamar-kamar telah di rapikan karna mereka akan menginap pikir Mila. Tetapi setelah malam mulai merambat, twins dan Leo mengatakan bahwa mereka tidak menginap, tentu Mila kecewa akan hal itu.
"kakakku yang cantik, besok kami ada tugas dan harus kami kerjakan malam ini juga. Lain waktu kami pasti akan menginap dan mengganggu kakak dan abang" ucap Hana,sedangkan Leo punya alasan tersendiri
"oh,ya kak! Ada titipian dari mamah buat kakak" ucap Hani teringat kado untuk Mila, ia segera memberikannya pada Mila sebelumnya ia mengambil di dalam mobil
"apa ini?" tanya Mila
"kami tidak tahu kak, itu kan rahasia" ucap Hani lalu berpamitan tak lupa ia memeluk abangnya, karna kesibukkan abangnya dan padatnya kuliah twins hingga mereka jarang berjumpa
Sedangkan Leo ia memeluk Mila dan mengajaknya main jika asa waktu senggang, Mila menggangguk setelah itu baru ia berpamitan dengan kakak iparnya.
"bang, Leo pulang dulu" ucap nya
"sepertinya kau terlalu serius membentuk otot-otot ini" ucap Habil memukul pelan bahu adik iparnya itu.
"apa Leo sudah berhasil bang?" tanya Leo
__ADS_1
"ya, sudah Hampir tapi sesuaikan dengan tinggi badanmu supaya bagus" ucap Habil, lalu mereka berlalu.
Leo memang mengawal twins terlebih dahulu karna mereka tidak diantar supir. Setelah itu barulah ia pulang, tidak kerumah melainkan ke markas sang ayah. Dirumahnya pun sepi, karna ibu dan ayahnya sedang ada pertemuan keluarga di kediaman Subroto
****
Disisi lain, Habil segera menggendong ringan Mila ke kamar mereka. Mila yang tadi telah merapikan piring-piring dan meja makan pun segera mandi. Ia tidak betah jika harus berkeringat semalam ini.
Menunggu sang istri bebersih, Habil menyesap rokoknya di balkon kamar mereka. Dengan bertelanjang dada ia mengahadap keluar di pinggir pagar pembatas, nampak ia menikmati sebatang rokok itu seolah-olah ia menyelami ketenangan di tiap hisapannya.
Mila yang telah selesai pun teringat akan kado yang di berikan mertuanya, masih menggunakan bathrobe Mila membuka paper bag itu. Matanya berbinar melihat gaun malam tapi spageti itu tampak indah di pandangnya. Warna pink soft yang sangat lembut dan tidak transparan, panjangnya hanya sebatas paha saja. Belum lagi gaun itu terbuat dari sutra hingga sangat nyaman dipakai. Tanpa pikir panjang ia memakainta, tak lupa ia memberi pesan ucapan terima kasih kepada sang mertua. Ia mencari-cari suaminya yang rupanya masih setia berdiri disana.
"ya ampun suamiku, kekar banget sihhh" gumam Mila salah tingkah sendiri, padahal sang suami membelakanginya.
"mas apa nggak dingin?" tanya Mila yang masih bersandar di bahu Habil
"tadi iya, tapi sekarang tidak sudah di peluk bidadari" ucap Habil seraya mengelus jemari sang istri yang masih berada di perut sicpack nya
"mas, Mila ada satu permintaan. Apa mas mau mengabulkannya?" tanya Mila
__ADS_1
"apa itu, katakan saja kalau mas sanggup kenapa tidak" ucap Habil lembut sesekali mencium jemari Mila
"antarkan Mila menghapus tato Mila mas" jawab Mila lirih, Habil lalu berbalik memandang sang istri
"kenapa di hapus, nanti sakit" ucap Habil cemas
"mas, nanti kalau kita punya anak gimana kalau dia nanya mas" ucap Mila. Mendengar alasan sang istri Habil merasa hangat, ia pun tersenyum dan mengangguk
"nanti mas cari yang canggih ya, mas pastikan tidak sakit hm" ucap Habil lembut, ia hanya takut sang istri kesakitan.
"kamu cantik sekali pakai baju ini" ucap Habil
"ini pemberian mamah tadi mas" balas Mila menunduk, ia malu di perhatikan seperti itu.
Habil mengangkat wajah sang istri menghadap wajahnya.
"kamu cantik dan sexy, mas jadi mau makan kamu" bisik Habil, Mila yang mendengar itupun hanya tersenyum. Mereka memang masih hangat-hangat nya.
"setelah ini jangan salahkan mas kalau kamu kesusahan berjalan besok hem" bisik Habil, Mila pun memejamkan matanya menikmati hembusan aroma sang suami yang menerpa wajahnya.
__ADS_1
(SETELAH ITU TAHU LAH APA YANG TERJADI)πππππ
ππππππππ**