
**πππ
Mila duduk terpaku menatap hidangan dengan nuansa romantis ini, begitupun Habil ia terpaku dengan visual di hadapannya ini. Dress yang ia pilihkan sungguh pas di badan Mila, dress tertutup yang sangat elegan kali ini Habil tidak salah membeli sebuah gaun.
"jadi kapan kita akan makan tuan muda?" tanya Mila karna Habil belum memulainya awalnya Mila terkejut saat ia bernyanyi tadi, sebelum nampak sosok Habil ia hanya mendengar suaranya saja, suara serak dan seksi itulah yang Mila dengar dan ternyata suara beran nan seksi itu milik calon suami nya.
"baiklah ayo kita makan, ini sudah larut"
mereka makan dengan tenang, setelah makan Mila pun keluar hingga terlihatlah Jovan yabg sudah berada di luar, malam ini memang malam terakhir Mila bernyanyi di kafe nya, tadi nya Retno mau ikut suaminya melihat penampilan Mila malam ini berhubung Retno sedang hamil muda hingga Jovan tak membiarkan Retno ikut.
"terima kasih telah mempekerjakan Mila bang, padahal bang Jo belum tahu asal usul Mila" ucap Mila sendu dari kafe inilah ia bisa membeli motor, membayar kuliah dan mengirim bundanya dulu sungguh berat Mila meninggalkan pekerjaannya ini tetapi ia juga harus menghargai keputusan calon suaminya.
"abang minta maaf jika selama ini Mila tidak nyaman bekerja dengan abang, Mila sudah abang anggap seperti adik abang sendiri, berbahagialah" ucap Jovan memeluk Mila
ehm!!!
Suara Habil menyadarkan mereka hingga Jovan terkekeh melihat tingkah calon pengantin ini.
"pergilah, kau harus menyiapkan mental seperti nya kau akan sering dikurung mengingat sikap posesive calon mu itu" ucap Jovan lalu terkekeh karna Habil menatapnya dingin
"Mila pergi bang, titip salam untuk mbak Retno"
__ADS_1
ucap Mila Jovan hanya mengangguk mengiyakan perkataan Mila, hingga Mila tak terlihat lagi ditelan gelapnya malam Jovan kembali ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi karna jalanan sudah mulai lenggang.
**
"mas akan siapkan room untukmu di rumah kita nanti, kau bisa bernyanyi kapanpun sayang" ucap Habil memecah keheningan malam
"apa kita akan tinggal dirumah sendiri?"
"ya, mas memang sudah membangun rumah itu tahun lalu, dan beru selesai beberapa bulan lalu" ucap Habil
Mila tersenyum sungguh calon suaminya ini penuh kejutan, Mila masih tinggal di apartmen lama karna mulai besok Mila harus pulang ke Mansion Diego.
"mas akan adakan pesta lusa, kau harus ikut sayang" ucap Habil seraya membuka pintu karna sudah sampai
"di club mama sudah membokingnya, mas harus kenalkan kamu aama teman-teman mas"
"teman kuliah atau kolega mas, kalau mereka kan bisa waktu perikahan saja" ucap Mila yang sudah masuk ke dalam lift
"teman mas banyak sayang dan mas juga berteman dengan klan bawah tanah penguasa duia hitam, mereka ingin mengenal calon istri mas" ucap Habil
"mas berteman dengan mereka??" tanya Mila sedikit terkejut
__ADS_1
"berteman apa salahnya, jangan melihat orang hanya dari satu sisi sayang" ucap Habil seraya merapikan surai panjang milik Mila
Mereka beradu tatap hingga tanpa sadar Habil terus mendekat ke wajah Mila, Mila meneguk ludahnya ketika kepala Habil sudah mencari tempatnya hingga Habil tersadar saat pintu lift terbuka
"shiit!!!!" umpatya
"maafkan mas, mas salah" ucap nya menatap Mila yang hanya tersenyum saja
Mila berjalan hingga sampai dipintu apartmennya, Habil memang selalu mengantar Mila sampai depan pintu setelah sampai barulah ia pergi.
"mas pulang kalau ada apa-apa cepat kabari mas okey, besok pagi mas jemput" ucap Habil
"mas hati-hati ya" balas Mila
Habil berlalu hingga ia masuk kedalam mobil hitam kesayangannya itu, ia memegang dadanya rasanya ia sudah tak sabar ingin merasakan bi**r ranum milik Mila,
"untung masih sadar" gumamnya lalu memutar kemudinya dan langsung mebinggalkan area itu
Sedangkan Mila ia menatap area parkir yang baru saja ditinggalkan pemilik hatinya, Mila meraba pipinya yang memanas, Mila segera masuk karna angin mulai berhembus, Mila mengunci pintu bakon dan masuk ia harus tidur karna ia juga sangat lelah.
πππ
__ADS_1
πππ**