
******
**Keesokan hari nya Mila benar-benar keluar dari ruangan mewah itu.
Mila pulang di antar Habil menaiki mobil mewah nya , Habil menyetir sendiri karna ia tak suka di sopiri jika tidak ada kepentingan mendesak dan perjalanan jauh.
Di dalam mobil mereka bercerita , Mila tak sesungkan pertama bertemu Habil pun menjawab ramah walaupun sedikit pendiam , mungkin memang sudah bawaan watak nya begitu.
"maaf kan perkataan mamah waktu itu jika menyinggung mu" ucap Habil tak enak dengan tingkah ibu nya.
"tak apa , aku paham kok wajar kalau ibu mas takut lagian kita baru kenal , benar kata ibu nya mas kalau aku berniat jahat mungkin aku akan melaporkan mas ke polisi " balas Mila santai
Mila memaklumi sikap ibu Habil , padahal ibu Habil hanya modus agar anak nya bisa berhubungan dengan Mila.
"berhenti di depan mas" titah Mila lembut setelah dilihat sudah dekat dengan kos'an nya.
Habil menuruti perintah Mila , mereka turun tepat didepan gang kecil.
Habil melihat bahwa gang ini tak cukup di lalui mobil nya.
"kenapa tak bisa masuk mobil, sempit sekali kenapa memilih tempat yang seperti ini" ucap Habil nangajukan pertanyaan beruntun yang hanya di jawab satu kata dengan Mila.
"MURAH" Mila mulai jengah dengan habil yang kini cerewet menurutnya.
"kau ini pelit sekali , kau bekerja di kafe terkenal gajimu pasti besar , lihat lah kontrakan ini sangat kecil, kau terlalu perhitungan dengan uang" seru Habil.
Mila hanya menatap nya dengan tajam , ia mulai risih dengan Habil yang memprotes sifat pelit nya.
"aku sudah sampai silahkan mas pulang , terima kasih atas pengobatan nya sekarang biarkan aku istirahat dengan tenang" ucap Mila yang berbicara dengan senyum lebar yang di paksakan.
"kau ini tak sopan aku mengantar mu , baiklah aku pulang dan sampai jumpa semoga ini pertemuan terakhir kita" balas Habil , ia langsung berbalik dan berjalan tanpa menoleh lagi.
Mila membuang nafas nya kasar.
"orang kaya , tak tau irit apa memang dia bisa beli apa saja tinggal tunjuk , wajah tampan tapi mulut nya judes macam perempuan saja" gerutu Mila lalu membuka pintu.
__ADS_1
Mila mulai merapikan rumah yang ia tinggal selama satu minggu , Mila menjatuhkan tubuh nya di kasur lantai nya.
"Huhhhh,,,, capek nya , aku harus minum obat lebih baik aku pesan makan dulu , aku harus cepat pulih agar bisa menghasilkan pundi-pundi uang lagi" gimam Mila
"satu minggu harus nya aku sudah mengantongi banyak tip , aaaaarghhh"!!! teriak Mila tertahan memikirkan uang yang harus nya ada dalam genggaman nya.
Di perjalanan Habil masih memikirkan kantor apa kabar ya kantor setelah ia tinggal satu minggu.
Walaupun ia kerjakan sambil berjalan tapi tetap saja acak-acakan.
Habil tak langsung kekantor , ia menuju arah rumah nya ia tak akan kekantor hari ini karna Habil ingin tidur dengan layak.
Selama menjaga Mila Habil selalu tidur di sofa , sebenarnya sofa nya sangat nyaman berhubung panjang sofa tak sesuai dengan tinggi badan nya jadilah badan bya sakit semua.
Sampai dirumah Habil melihat keadaan sangat sepi hanya ada pelayan saja , Habil tak niat bertanya karna memang ia sangat lelah dan ingin beristirahat.
Habil sampai dirumah pukul 13.00 ia langsung bersih-bersih badan dan langsung tertidur.
Sedangkan orang tua Habil berada di gazebo belakang , mereka menghabiskan waktu nya berbincang berdua saja , sedangkan twins belum pulang.
"tapi dia penyanyi malam mah , apa kamu tak berfikir" jawab pak Sultan
"sejak kapan papah membanding-bandingkan kasta pah!" seru bu Maryam tak percaya ucapan suamu nya , selama ini pak Sultan terkenal dengan kesederhanaan nya tapi kali ini bu Maryam di buat terkejut.
"bukan itu maksud papah mah, dengarkan dulu penjelasan papah"
Pak Sultan berusaha menjelaskan alasan nya.
Bu Maryam masih merengut kesal karna yang ia tangkap sang suami tak menyetujui ide nya.
"begini loh mah, mamah kan tau sifat Habil bagaimana , kita jangan mementingkan diri mah kita harus lihat juga bagaimana perasaan gadis itu , kalau jadi dan tahu bagaimana Habil berbicara ketus pada nya , semua harus difikirkan mah , kita juga yang dosa kalau sampai gadis itu tertekan" ucap ayah Habil lembut
"dan mamah tahu sendiri kan dia penyanyi malam walaupun dia bekerja di kafe ternama dengan pengawalan ketat , tapi tetap saja dia penyanyi malam , papah takut Habil menghina nya mah , mamah kan tahu bagaimana sifat Habil yang tak menyukai wanita seperti itu" sambung ayah Habil lembut , ia sangat hati-hati tak mau sang istri sampai tersinggung bisa repot urusannya.
Bu Maryam tampak berfikir memang apa yang dikatakan suami nya adalah kebenaran , mereka tak boleh egois ia juga harus memikirkan idenya itu.
__ADS_1
"tapi kan belum di coba pah, gadis itu dari luar sempurna pah, tatapan mata nya tak terlihat kalau dia mata duitan , kita coba dulu kan hanya pendekatan ya kan" kekeh bu Maryam kalau sudah begini suami nya tak bisa lagi berkata.
"terserah mamah ,papa mendukung saja selagi berniat baik" balas ayah Habil karna tak mau berdebat lagi, percuma berdebat dengan wanita yang merasa paling benar.
"baiklah mamah yang akan atur papah lihat saja , mamah pasti berhasil mamah sudah ingin punya menantu dan gendong cucu pah" ucap bu Maryam yang mulai menjadikan paha suami nya sebagai bantal.
*****
Sementara di kampus twins masih berbincang di kantin, mereka masih berfikir hadiah apa yang akan mereka berikan pada dewi penolong mereka.
"Tas saja giman Na" tanya Hani antusias
"kamu ini kita mau memberikan kepada kak Mila mengapa kamu memilih benda favorit mu" ketus Hana
"hehehe iya apa donk tas kan bagus" jawab Hani dengan senyum cerah nya.
"yang lain"
"apa donk kan bingung tas saja wanita kan suka tas Na" jawab Hani
"kamu yang suka tas aku mah nggak tuh" balas Hana
"gimana kue saja kue kan enak nanti kita beli di langganan kita gimana" Hani memberikan ide nya yang di jawab gelengan oleh oleh sadari nya tanda tidak setuju.
"jadi apa donk!" sambung nya
"yang kelihatan tak habis dan berkesan , ingat kita punya hutang budi sama kak Mila sangaaaaaaaatttt besar Ni , jadi kita juga harus mebalas yang berkesan pula apa yaaaaa"Hana tampak berfikir keras.
Lalu mereka saling lirik dann
"gimana kalau hadiah nyaaaaaa
ABANG HABIL" ucap mereka kompak lalu mereka tertawa lepas seolah mendapat lawakan yang lucu...
****
__ADS_1
bagaimana hadiah nya apa hadiah nya babang Habil benar ,,, simakkk terusssss πππππππ**