Istriku Penyanyi Malam

Istriku Penyanyi Malam
131 Mila Hamil


__ADS_3

**🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Jika di rumah sakit Habil tak berhenti-henti bersyukur, lain hal dengan kediaman mewah Dewanto. Maryam berteriak kegirangan, sedangkan twins juga tak kalah gembira, semua pelayan disana bersuka cita akan kehamilan menantu keluarga ini.


"bikkkk!!, pesan makanan dan sumbangkan ke panti asuhan, pastikan makanan itu enak dan sehat!!" ucap Maryam, ia bersyukur atas kehamilan menantunya. Ia akan berbagi ke beberapa panti asuhan dan meminta doa agar menantu dan calon cucunya sehat.


***


Sementara di kediaman Diego, Laila tak kalah gembira. Ia mengajak para pelayan berbagi sembako dan makanan. Sementara Leo tersenyum mendengar kabar kehamilan sang kakak. Ia tak menyangka kakaknya yang tak pernah menjalin kasih justru kini telah hamil.


Diego pun tak mau kalah, ia memberikan bonus kepada bawahannya. Ia bersyukur telepas dari maut, kembali oada keluarga dan sekarang akan mendapat cucu.


"sayang, kita sudah tua ternyata" ucap Diego kepada istrinya.


"apa kau baru menyadarinya suamiku" jawab Laila terkekeh.

__ADS_1


"aku akan membagikan sembako ini ke pinggiran kota saja, disana lebih banyak yang membutuhkan" sambung Laila


"jangan lupa berikan amplop juga, nanti bawahan ku akan membantu jadi kamu tidak terlalu lelah" jawab Diego


"kamu ikut kan Leo?" tanya Diego, Leo hanya menganguk saja. Semenjak dewasa ini Leo semakin irit bicara, dan hanya menjawab seperlunya saja.


***


Mila sudah pulang ke rumahnya, ia segera membuka makanan yang ia pesan tadi. Habil menyiapkan dan membasuh tangan istrinya. Setelah itu ia menyerahkan makanan yang akan di makan istrinya.


"mas mau?" tanya Mila, menyodorkan sesendok ketoprak pesanannya


Mila makan dengan lahap, mungkin habis memuntahkan isi perutnya tadi ia kembali lapar.


"pelan-pelan sayang" ucap Habil khawatir, ia takut istrinya tersedak, Mila hanya mengangguk dan fokus pada makanannya.

__ADS_1


"mas, mau buah" ucap Mila setelah selesai makan, ia melihat suaminya sedang menyusun buah di piring, ia tak sabar ingin mencoba buah segar itu.


"sabar ya sayang, sebentar lagi" ucap Habil, ia memeberikan sepiring buah bermacam-macam sesuai porsi yang dianjurkan.


Mila memakan buah itu dengan lahap, ia juga heran mengapa porsi makannya bertambah. Walaupun ia memang makan banyak tapi tak seperti ini.


"mas, apa ada yang salah, kok perasaan porsi makan Mila jadi 3 kali lipat biasanya ya mas?" ucap Mila bingung


"ya karna si perut kamu ada dua bayi sayang, kata dokter itu hal yang wajar. Tak perlu di khawatirkan" jawab Habil lembut seraya mengusap perut istrinya yang masih rata.


"pasti badan ku nanti akan berubah drastis mas, kan baby nya dua" ucap Mila tersenyum memandangi perutnya. Ia tak sabar melihat perubahan fisiknya nanti, pasti lucu. Itulah pemikiran Mila, ia tidak takut gendut ia lebih cenderung penasaran akan seperti apa perutnya nanti. Karna ia sering gemas jika melihat wanita hamil.


"yang terpenting kamu dan baby sehat sayang jangan pikirkan lainnya oke" ucap Habil, lalu menggendong istrinya menuju kamar. Mila mengangguk memdengar suaminya.


Sungguh penderitaan yang ia alami dahulu terbayarkan, berganti dengan kebahagiaan yang muncul bertubi-tubi. Mila sangat bersyukur dengan semua ini.

__ADS_1


(maaf banyak TYPO yaπŸ™πŸ™πŸ™πŸ˜)


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹**


__ADS_2