
**ππππ
Habil yang sedari tadi berdiri akhirnya duduk diam dan melihat apakah Mila akan selesai sendiri atau masih sibuk mencari mobil yang low budget, dan benar saja tak lama Mila menghampiri Habil yang sedang duduk.
"mas bantuin ih, malah duduk" ucap Mila
"kalau mau cari yang 30 juta disini nggak bakal ada Mila" balas Habil
"ya sudah terserah mas saja, yang penting yang paling murah lumayan mas sisanya buat anak panti"
Habil menatap Mila yang memang sudah terlihat lelah karna ulahnya sendiri, tapi Habil juga salut saat yang lain pasti lupa jika sudah ke tempat ini apalagi Mila bebas memilih mobil apapun, tetapi lain hal dengan Mila yang masih memikirkan sekitarnya.
"mas kok malah bengong, Mila capek mas laper lagi" ucap Mila mengerucutkan bibirnnya
"ya sudah, mini cooper saja ya kan imut gimana?"
"emm, boleh warna biru ya mas" jawab Mila
Habil hanya mengangguk saja tahu seperti ini kenapa tidak dari tadi Habil mengambil alih, ternyata Mila orang nya tidak ribet dan tidak banyak permintaan.
__ADS_1
Akhirnya drama di showroom selesai Habil mengendarai mobilnya keluar area ia mulai bertanya pada Mila ingin makan dimana karna j sudah menunjukkan pukul 1 lewat, setelah berjalan cukup jauh akhirnya Mila melihat warung emperan dan Mila meminta untuk makan disitu.
"yakin" ucap Habil
"iya, memang kenapa jangan lihat tempatnya mas, ini makanan nya enak"
"siapa yang lihat tempatnya, malah mas takut kamu nya yang nggak nyaman"
"nggak mas, Mila sering beli disini, Mila lebih suka makanan lokal karna Mila pencinta masi" ucap Mila mantap
"ya sudah kalau begitu ayo, mas juga sudah lapar" Habil dam Mila keluar menuju warung makan sederhana itu.
"jangan kaget ya mas, Mila makannya memang begini" ucap Mila tak ada jaim-jaimnya sama sekali Habil yang melihat itupun tersenyum baru kali ini melihat wanita tak malu-malu saat makan.
Setelah selesai makan mereka istirahat sebentar dan Habil pun dengan santai membuka ponselnya.
"tapi kok badan mu nggak besarnya walaupun porsi makanmu lumayan?" ucap Habil yang heran karna postur tubuh Mila bagus
"inilah berkahnya mas Mila bisa makan banyak tanpa takut badan Mila jadi besar" ucap Mila yang bersyukur karna badannya stabil
__ADS_1
Habil hanya terkekeh mendengar alasan yang keluar dari bibir Mila, Mila menganggap ini semua berkah disaat gadis lain berlomba-lomba untuk diet Mila dengan santai tidak mengindahkan itu semua.
Sedang asyik bercengkrama ponsel Habil berbunyi dan itu panggilan dari Marko pasti ada urusan penting sehingga Habil dengan cepat mengangkat ponselnya.
"ada apa?" tanya Habil tegas
"kau dimana, ini ada berkas yang harus di tandatangani apa bisa kesini atau aku yang kesana" tawar Marko
"berkas siapa?" tanya Habil setahu Habil tadi sudah beres semua
"berkas dari perusahaan fans mu, dia menunggu" ucap Marko berbisik sebenarnya ia sudah jengah dengan Maria yang tak kapok-kapok walaupun sudah di tolak Habil
"baiklah aku kesana sekarang" ucap Habil yang tahu siapa yang sudah menunggunya
Habil mengulirkan tangannya pada Mila dan menggenggamnya seolah menggenggam barang yang amat berharga, Mila mengikuti Habil masuk kedalam mobil perlakuan Habil mampu memporak porandakan jantunnya yang berdisko tak menentu**,,β¦β¦β¦
*
*
__ADS_1
*