
……………
**Dengan hati yang tidak tenang Laila gusar menunggu, 15 menit mereka menunggu akan tetapi penjaga itu belum datang juga.
Penjaga itu datang dengan wajah yang tak bersahabat setelah tuannya berkata bahwa tidak ada yang menghubungi mereka untuk meminta jasa penjagaan.
"nyonya , anda menipu kami dan sekarang keluarlah tuan kami tidak akan menemui kalian" ucap sang penjaga bernama Ronald itu
"mana bisa kami ingin bertemu tuan mu yang bernama Diego itu dan kami tak akan pergi jika belum bertemu" ucap Maryam tak kalah ketus
"nyonya mohon kerjasama nya jangan membuat kesabaran kami habis" ucap Ronald yang tak lagi sabar
"sudah kukatakan kami tak akan keluar , kami ingin bertemu tuan mu itu paham hah!!!!" Naryam berkata setengah teriak membuat mereka tak lagi bisa menahan emosi
2 orang penjaga itu mendekat ingin segera mengeluarkan wanita-wanita pembangkang itu, pagi hari mereka sudah di buat emosi.
"Jell seperti nya kita harus olahraga pagi ini " ucap Laila pada Maryam
"yah,,, apa boleh buat suami mu mempersulit nanti aku akan buat perhitungan" balas Maryam
"aku sudah lama tak melatih otot-ototku mungkin ini akan mengagetkan semua sarafku" ucap Laila sambil pemanasan , mereka masih menggunakan masker dan kacamata
__ADS_1
penjaga itu hendak menyentuh lengan mereka berdua, tetapi Laila dan Maryam menangkis dengan cepat
penjaga itu Ronald dan Riki sudah tak sabar lagi dan mulai bermain kasar , tetapi wanita di hadapan mereka malah sakin menantang.
Terjadi lah baku hantam antara pria dan wanita itu mereka bertarung hingga membuat keributan dan mengundang orang-orang di dalam ruangan itu, mereka berdatangan karna mendengar pecahan kaca dan lainnya.
Tak sampai disitu ruangan yang penuh dengan guci antik itu sudah porak poranda.
Para penjaga dan penghuni mulai mengelilingi mereka hingga melihat Ronald dan Riki yang sudah berdarah dibagian keningnya.
Salah satu penjaga pun melerai pertarungan sengit itu , apalagi lawannya wanita mereka tak habis fikir sehebat apa wanita-wanita itu hingga Ronald dan Riki kewalahan.
"STOPP!!!!!!" ucap Richard
"apa yang terjadi , nyonya anda sangat lancang sudah melukai orang-orang kami dan membuat keributan!!" seru Richard
"salahkan tuanmu kami ingin menemuinya dan sudah menunggu tapi malah di tolak!!" ucap Maryam tak kalah seru
Laila hanya menggelengkan kepala nya tak habis pikir , padahal mereka yang salah tapi Maryam tak mau salah
Ronald menjelaskan kepada kawanan mereka mengapa sampai terjadi hal seperti ini ,mendapat penjelasan itu Richard pun paham
__ADS_1
"nyonya keluarlah baik-baik kami tak akan bermain kasar , pulanglah nyonya" icap Richard sopan
"tak akan sebelum bertemu tuanmu , kami datang jauh-jauh dan kalian mengusir kami apa kalian tak kasihan dengan kami ha ,,, pikir lahhh kami ini wanita kalian juga lahir dari seorang wanita sama saja kalian menyakiti ibu kalian!" ucap Maryam panjang lebar Naryam sudah geram susah sekali bertemu Diego batinnya
"Jell kau sudah ngotot begitu bagaimana kalau bukan suami ku nama Diego kan banyak" ucap Laila berbisik
"kau tenang saja aku yakin sekali aku sudah menyelidikinya tak mungkin aku bodohhh La" jawab Maryam berbisik jua
"man tuan sialanmu itu kami hanya ingin bertemu!" ucap Maryam membentak mereka
para kawanan mendengar tuanyya dihina pun naik pitam dan segera meringkus dan tentu saja ada perlawanan dari Maryam dan Laila
terjadilah baku hantam satu persatu barang-barang berbahan kaca dan keramik pun hancur lebur seketika ruangan itu hancur dan riuh.
Mendengar keributan di ruang tengahemancing sang empunya keluar dengan satu tembakan kesembarang arahereka pun berhenti.
Laila dan Maryam yang sudah terlihat berantakan dengan memar di wajah yang tertutup masker pun menoleh , seketika tubuh Laila pun menegang melihat sosok dihadapannya.
Air mata yang ia tahan sekuat tenaga pun akhirnya luruh juga Maryam yang melihat pun langsung menggenggam tangan sahabat nya itu.
Diego pun berdiri tegap beberapa meter dari mereka , para pengawal penghuni gedung itu pun membungkuk memberi hormat.
__ADS_1
"Siapa kalian , membuat keributan di markasku" suara bariton itupun keluar juga melihat tempat nya sudah seperti gudang**
……………