
***
**Sore itu Mila kembali bekerja seperti biasanya, hari-hari ia lalui dengan ceria melihat adik dan ibunya saja sudah menjadi penenang bagi nya walau ia tak bisa menepis rasa rindu yang membuncah kepada sang ayah.
Setelah hari itu juga kedekatan Mila dan Habil mengalami kemajuan Habil pun tak sekaku dahulu, ia mulai menghubungin Mila lewat ponsel nya.
Lain hal dengan sang ibu yang sedang duduk berhadapan dengan sang suami ia tetap menatal lurus kedepan dan tak melirik wajah tampan nan gagah itu sama sekali, tak dipungkiri wajah sang suami memang mempesona. Mereka masih betah berdiam dan tak ada yang membuka percakapan sampai akhirnya Laila membuka suaranya.
"aku tak punya banyak waktu!" tegas Laila yang dalam sekejap jati diri yang selama ini ia sembunyikan dari anaknya terlihat
"maafkan aku sayang" jawab Diego lirih
"untuk apa!"
"aku menyayangi kalian maafkanlah aku, aku ingin menemui mereka" ucap Diego sendu
"kau pikir semudah itu ha!! setelah mereka tahu kau sudah di kubur dengan mudah kau mau menemui mereka ha!!!" bentak Laila
sebenarnya ia bingung bagaimana cara menyampaikan kepada anaknya, jika Leo mungkin masih kuat dan mudah menerima keterkejutan ini tapi anak gadisnya percalah Mila sebenarnya gadis lemah dan mudah panik yang memicu ia mudah pingsan.
__ADS_1
"kau pikirkan gadismu yang mudah pingsan" sambung Laila dingin dan terkesan datar
"maafkan aku sayang, aku bisa menjelaskan semuanya ini semua demi keselamatan kalian" balas Diego sendu
Nyonya Dewanto memang memesan ruangan private karna tahu sahabat nya itu pasti akan lepas kontrol karna meluapkan emosinya.
"aku merindukanmu mas" ucap Laila lirih dengan air mata yang sudah tak terbendung lagi
Diego mendekap tubuh sang istri yang bergetar sungguh ia pun sangat merindukan istri tercintanya itu.
Sementara sepasang manusia yang memantau pun ikut terhanyut tanpa terasa meneteskan air mata nya.
"bagaimana pun Mila pasti terkejut dengan semua ini" balas Sultan yang masih memeluk sang istri
"pertemukan mereka perlahan di acara DEWANTO group sayang, sakali tepuk banyak lalat didapatkan" ucap Maryam
"heii kau salah berpantun" balas Sulatan terkekeh Maryam pun ikut tertawa
*
__ADS_1
Waktu yang mulai gelap menandakan malam akan tiba, banyak kendaraan berlalu lalang dan tak sedikit yang melepas penat mengunjungi kafe ternama ini selain tempat yang berkelas banyak juga mereka yang datang hanya untuk mencuci mata karna banyak tuan muda yang datang.
Mila mengisi acara ia tak terlalu memakai make up nya ia hanya berdandan alakadarnya saja itupun masih serinh di umpat dengan teman seprofesinya tak lain dan tak bukan ialah Sinta.
Gadis itu bertambah iri saja semakin hari nya, tapi Mila menanggapi dengan cuek saja Mila berpikir tak ada gunanya menanggapi orang yang dari dulu membencinya.
Mila sebenarnya sedikit terkejut dengan teman-teman seprofesinya ternyata mereka anak-anak konglomerat yang mencari jati diri, ada juga yang hanya iseng dan ada juga yang broken home.
Tak heran jika tamu yang datang banyak dari kalangan atas, tapi teman seprofesi Mila tak ada yang mencemooh nya kecuali Sinta.
"Mila giliran mu" ucap Hera yang pucat
"kau kenapa kalau sakit jangan memaksakan" balas Mila
"tak apa orang tuaku saja tak perduli" jawab Hera cuek Mila hanya diam menanggapinya 'ternyata harta tak menjamin' gumam Mila
"ya sudah aku tampil dulu kau tetap disini tunggu aku jatah ku dua lagu lagi nanti aku akan membawamu ke dokter" tegas Mila hanya di angguki Hera yang lemah
Mila memang peka dengan teman-temannya karna itulah mereka semua menyayangi Mila walau mereka tak tahu asal usulnya**
__ADS_1
…………