Istriku Penyanyi Malam

Istriku Penyanyi Malam
111


__ADS_3

**πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•


Setelah membantu sang istri, ia bergegas ke dapur. Terlihat beberapa pekerja sudah mulai mengerjakan kegiatan masing-masing. Pekerja Habil yang membantu dirumah memang hanya beberapa orang saja, sebab ia mengalihkan untuk menunggu kediaman orang tuanya karna mansion utama lebih besar dr kediamannya.


"apa ada yang bisa saya bantu tuan" tanya bi Marni sopan


"nggak bik, pagi ini saya mau buat nasi goreng sendiri bibik kerjakan saja yang lain dulu" ucap Habil lembut, bik Marni hanya mengangguk dan berlalu dari sana ia tak mau mengganggu tuannya.


Habil mengenakan apron berwarna abu, dengan lincah ia memasak pesanan sang istri. Bagaimana ia tak semangat setelah menghisap sari madu sang istri.


Setelah selesai ia kembali kekamarnya membawa nampan berisi nasi goreng dan roti bakar untuk sarapannya.


"sayang, ayo makan dulu" ucap Habil menaruh nampan itu di meja


"mas, jangan di kamar Mila nggak suka makan di kamar seperti orang sakit saha" jawab Mila yang masih duduk di depan cermin


"jadi mau dimana?" tanya Habil


"balkon saja mas, ayok!" ucap Mila semangat kala melihat nasi goreng porsi jumbo yang tampak menggiurkan untuk disantap


Setelah duduk Mila mulai mengambil piring berisi beberapa sosis favoritnya itu, dengan tak sabar ia melahap sarapannya itu, Habil hanya menggeleng alangkah laparnya sang istri mengingat tenaganya ia hisap habis.

__ADS_1


"pelan-pelan, tak akan ada yang meminta" ucap Habil serata membersihkan sisa makanan di pinggir bibir sang istri


"enak mas, mas pandai memasak rupanya" ucap Mila dengan mulut penuh


"mas kan, sering sediri jadi ya harua bisa" balas Habil santai


Setelah selesai dengan sarapannya Habil memberikan air mineral terlebih dahulu kepada sang istri, sedangkan Mila melirik gelas jus berwarna merah di samping nampan tersebut. Sadar lirikan sang istri Habil tersenyum


"minum ini dulu, baru yang itu" ucap Habil, Mila pun menurut. Ia meminum air mineral sampai tandas, setelah itu hendak mengambil gelas jus itu. Tetapi Habil menghalanginya.


"mas, aku mau itu" rengek Mila


"jangan sekaligus, jasihan perutnya tunggu 5 menit oke, setelah itu minum ini dan makan buah juga oke" jawab Habil lembut


melihat wajah sang istri ditekuk seperti itu Habil terkekeh, sungguh menggemaskan.


"kan kamu juga kan menikmatinnya sayang" ucap Habil dengan mata menggoda


"benarkah mas?" tanya Mila konyol


"ya tentu benar bahkan suaramu sangat keras menggeram penuh kenikmatan" bisik Habil

__ADS_1


Mila yang mendengar hanya menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Melihat respon sang istri Habil ingin sekali tertawa.


"mas jangan bilang gitu dong, kan malu" ucap Mila menunduk


"kan tadi kamu nanya sayang, ya mas jawab itu memang kenyataan" ucap Habil yang mulutnya langsung di bekap oleh sang istri


"jangan nahas lagi" pungkas Mila.


Ya ampun, apakah istrinya itu baru sadar apa pertanyaan konyol yang baru saja ia berikan kepada sang suami. Habil sungguh ingin menggigit pipi sang istri ia sangat gemas sekali.


"sudah minumlah, setelah itu makan buahnya oke" ucap habil, Mila langsung menyambar jus stroberi itu


"sayang, minggi depan mas akan menghadiri undangan dari kerajaan inggris, perusahaan mas terpilih mewakili negara kita" ucap Habil ia hampir saja lupa bahwa ada kunjungan dan belum bicara dengan samg istri


"mas mau pergi, apa lama mas? dengan siapa saja?" tanya Mila beruntun


"dengan petinggi perusahaan lainnya, kamu ikut saja ya disana lumayan lama hitung-hitung kita honeymoon ginana?" tanya Habil berharap sang istri mau diajak


"yang lain juga membawa istri mereka" sambung Habil, ia melihat keraguan sang istri. Pasti istrinya enggan karna takut mengganggunya


"emm,, baiklah nanti kalau Mila nggak ikut mas happy-happy lagi disana, lirik-lirik yang segar" ucap Mila

__ADS_1


"kamu ini bicara apa, yang segar kan cuma kamu" jawab Habil terkekeh, ada rasa hangat kala sang istri bersikap posesiv padanya.


πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•**


__ADS_2