
**Habil melangkah kan kaki nya gontai menuju teras ia merasa hari ini energinya terkuras habis. Dilihat bu Maryam dan sang suami masih berada di luar dengan raut yang khawatir. Habil melihat pergelangan tangan nya sudah pukul 09.30.
"assalamualaikum ,, mah pah kenapa disini ini sudah malam angin kencang begini ayo masuk?"
"kau tak bersama adik-adikmu"
ucap ibu seraya mencari-cari kekiri dan kekanan.
"Habil dari kantor mah kenapa tanya sama Habil, memang kemana mereka?"
"pesta Bil yang waktu itu dia bilang di meja makan"
Duarrrrr!!!!!!
Habil merasa tersengat mendengar punuturan ibu nya, rahang nya mengeras wajah yang kelam menunjukkan kemarahan level tinggi , entah apa yang akan ia lakukan kepada twins.
Habil berbalik tanpa menanggapi ucapan ibu nya , ayah nya yang paham hanya diam saja karna tahu twins bersalah dan sudah kelewat batas karna membuat ibu nya khawatir dan hampir menangis.
Di depan kafe Hani memapah Hana dan duduk di trotoar tepat di depan kafe.
Mila yang sudah menyelesaikan tugas nya pun keluar dari kafe itu dan melangkah dengan lesu kearah parkiran.
Mila merasa sakit nya lumayan karna ia berjalan sempoyongan , bagaimana cara nya agar ia bisa mengendarai sepeda motor nya dengan keadaan badan yang tak sehat.
Ketika sampai di samping motor Mila sayup-sayup mendengar suara perempuan terisak kecil, dengan tertatih Mila menghampiri suara itu.
Ketika merasa tepat pada asal suara itu Mila menyapa dua gadis itu dengan hati-hati , ia melihat salah satu nya dengan keadaan yang memprihatinkan karna terus muntah dengan berpenampilan kacau .
Dilihat gadis yang satu nya lagi masih terisak. Ketika dilihat Mila tercengang karna mereka memiliki wajah yang sama , seketika Mila merinding takut bahwa yang dilihat adalah syaiton tapi ia menepis rasa takut nya ,
"jalanan ramai seperti ini huhhh ,,,, bodoh" Mila merutuki sikap nya yang aneh , mana mungkin ada setan di tempat ramai seperti ini.
"kamu kenapa , mangapa menangis dan ini kenapa?" Mila menunjuk pada kembarannya yang teler.
"tolong saudari saya kak, saya takut"jawab ucap Hani terisak karna khawatir dengan keadaan saudari nya.
Dengan keadaan lemah Mila pun membantu Hana merapikan dan menguncir rambut nya.
Mila melepas jaket yang di pakai untuk menyelimuti Hana yang sudah lemah.
Tak berselang lama Habil datang melihat-lihat area parkir club tersebut. Mata nya menyapu tempat parkir , sampai ekor mata nya berhenti diseberang jalan melihat sosok yang tak asing. Ya Habil melihat twins dengan keadaan menjijikan menurut nya pakaian kurang bahan yang di pakai sangat menyulut emosi nya.
Habil pun bergegas menyeberang dengan mambawa api amarah.
"twins!!!" teriak Habil dengan tangan mengepal.
__ADS_1
Hani tersentak langsung berdiri memeluk Hana, dengan sekuat tenaga ia memeluk Hana yang setengah sadar.
Habil berjalan mendekati twins dan mengangkat tangan nya hendak menampar mereka berdua.
Dengan ringan tangan Habil mengangkat tangan nya dan,,,,,,,
Plakkkkk,,,,,!!!!!!
Tersungkur lah gadis itu ke ke bawah kaki Habil.
"abang" teriak Hani melotot tak percaya dengan badan yang bergetar menahan takut.
Bukan Hana yang terkulai tak sadarkan diri melainkan Mila.
Mila tersungkur di bawah kaki Habil.
Habil yang terbawa emosi pun kaget melihat gadis yang tak sengaja ia tampar.
"ambil mobil abang cepat!!!!!" teriak Habil
Hani pun bergegas pergi
tak butuh waktu lama Hani pun sampai di hapdapan abang nya,
Lalu Habil kembali memapah Hana yang mulai tak sadar.
Didalam mobil tak ada yang bicara , Hani terisak merutuki kebodohan nya mengapa ia berbohong kepada semua orang , sampai terjadi hal seperti ini , ditambah lagi Mila menjadi korban karna ulah mereka.
**Sesampainya di rumah Habil langsung membuka pintu penumpang dan membawa Hana ke dalam rumah , sementara Hani menepuk-nepuk pipi Mila agar tersadar.
Tak lama kemudian Habil datang lagi dan membawa Mila dalam kerumah diikuti Hani.
Orang tua mereka pun sudah menelpon dokter untuk datang kerumah. Tapi bu Maryam menghentikan langkah ketika Habil membawa gadis dalam gendongan nya sedangkan Hani berjalan cepat mengimbangi langkah abang nya yang mendahului nya.
Bu Maryam pun menyimpan pertanyaan seraya mengikuti mereka ke kamar tamu.
"telpon dokter mah" ucap Habil khawatir
"sudah nak , ini kenapa dan siapa" tanya bu Maryam heran
"nanti di jelaskan mah , suruh bibik ambil minyak angin dulu mah"
di angguki oleh bu Maryam lalu memanggil bik inah untuk mengambilkan minyak angin. Hani kembali ke kamar melihat keadaan saudari nya di susul bu Maryam dan pak Sultan .
Hani menatap Hana sendu ,ia merasa bersalah kepada saudari nya walaupun bukan salah nya sepenuh nya , padahal Hani sudah mengingatkan.
__ADS_1
Bu Maryam dan pak Sultan pun duduk di tepi ranjang itu mengelus anak nya yang belum sadar.
Bu Maryam menatap Hani dwngan mata membunuh .
"besok papah tunggu di ruang kerja" tegas ak Sultan berbicara kepada Hani, Hani hanya menunduk.
Tak lama pintu di ketuk dan langsung di buka, datang lah seorang dokter memakai baju santai.
"kenapa Hana" tanya dokter tersebut tak lain adik kandung pak Sultan dokter Sulis
"ntah lah periksa saja" jawab pak Sultan tegas
Dokter Sulis mulai memeriksa Hana secara intens.
"tak apa ini hanya pengarus alkohol , berikan dia susu steril saja , tak ada yang membahayakan" ucap dokter Sulis santai lalu beranjak keluar.
Setelah berbincang dokter Sulis pun berjalan ke kamar tamu.
Sementara Habil menyibakkan rambut Mila yang tertutup.
Betapa kaget nya dia melihat wajah bersih Mila memar dengan sudut bibir koyak dan berdarah.
Lalu Habil manatap tangan nya yang tadi menampar wajah gadis yang tak tahu apa-apa.
"apa sekuat itu"gumam Habil
Tak berselang lama pintu pun di buka nampak lah aunty nya di temani ibu nya.
Dokter itu pun mendekati Habil dan memeriksa tubuh dan luka di pipi nya , dokter itu pun langsung menatap Habil tajam.
Habil yang mengerti pun langsung menjelaskan singkat.
"tak sengaja ty" ucap Habil menunduk
"gadis ini juga seperti nya terkena tipes
kau cek darah nya besok ke rumah sakit Bil , walaupun tak sengaja tapi kau harus bertanggung jawab"ucap dokter Sulis
"ya aunty pasti" tegas Habil lalu mengantar dokter itu keluar kamar
Habil pun menjelaskan secara rinci kepada kedua orang tuanya agar mereka tak salah paham.
setelah menjelaskan Habil pun beranjak ke kamar tamu melihat Mila kalau-kalau sudah sadar , Habil pun membenarkan selimut Mila ,membenarkan sampai menutupi tubuh nya**
*******
__ADS_1