
**πΉππΉπΉππΉππΉππΉ
Malam itu menjadi malam panjang bagi Mila, bagaimana tidak jika sang suami sudah seperti kesetanan. Sesekali Mila menjerit kala senjata sang suami menghujamnya sedikit kasar, bahkan Habil tak lagi mendengar apa yang dikatakan istri tercintanya.
Sedangkan di istana kerajaan seketika menjadi mencekam kala para pengawal melakukan periksaan, dari sudut mana pun tak akan lepas dan bisa bersembunyi pecundang yang tadi nyaris mencelakai presdir HL group. Sesekali terdengar bisikan para tamu yang heran dan meyalahkan orang yang mengusik pesta meriah ini. Terlebih lagi ini pesta terakhir, mereka tahu konsekuensi apa yang akan mereka terima. Jika memang ada kesalahan dari tamu undangan, sudah di pastikan perusahaan mereka akan di black list walau pun perusahaan berkelas sekalipun.
Lambat laun suasana semakin sepi karna sudah banyak seleksi dan memang sudah ada tersangka utamanya. Dari pihak kerajaan tak mungkin menghakimi didepan banyak orang, mengingat mereka bukan datang dari negara itu saja melainkan dari belahan dunia lainnya.
Presdir perusahaan CHEN pun di giring ke ruang introgasi beserta istrinya, sedangkan para staf dari perusahaan itu di tempatkan di ruangan lain.
"maaf King, apa kami melakukan kesalahan?" tanya Lee
"malam ini, bermalamlah disini. Besok akan ada pertemuan antara kau, aku dan presir dari HL group" tegas para pengawal yang juga seperti intel, ia yang angkat bicara karna takut sang raja murka. Bagaimana tidak jika presdir dari perusahaan HL group termasuk orang terdekat King Charles dan Queen Elisabeth.
__ADS_1
Wajah nona Liu sedikit pias, dialah istri dari Lee Chen. Entah mengapa padahal sang suami masih gagah, muda dan termasuk golongan tampan. King Charles menatap tajam nona Liu, ia seperti ingin menguliti wanita semampai bermata sipit itu. Cantik memang, berkelas sudah pasti entah mengapa menjadi seperti murahan. King Charles yang notabennya pria setia sangat membenci pengkhianatan.
"siapkan tempat untuk mereka untuk malam ini" ucap King Charles tegas, sedangkan Queen Elisabeth tak sedikitpun menatap mereka, melihat reaksi Mila yang tadi khawatir membuat Queen El geram.
"ayo honey, kita masuk" ucap King Charles lalu menuntun istrinya, sedari tadi ia takut sang istri lepas kendali.
Setelah kepergian raja dan ratu itu, Lee menatap tajam istrinya.
***
Jika di istana sedang terjadi ketegangan, lain hal di sebuah kamar mewah, sepasang suami istri itu berpacu tak mengenal lelah, lebih tepatnya sang suami yang tak ada lelahnya. Sudah 3 jam tetapi tak ada tanda-tanda Mila akan di lepaskan. Lelah pasti, akan tetapi rasa panas ketika sang suami tadi hampir jatuh ke pelukan wanita lain. Itulah yang membuat Mila bertahan akan hujaman sang suami, tubuh putih mulus itu berubah kemerahan dan biru bagaikan sisik, seperti tato menghiasi tubuh Mila.
"sayang, maafkan mas ini diluar kendali mas sayang" ucap Habil dengan napas memburu, akan tetapi ia mulai bisa mengontrol dan berpikir.
__ADS_1
"lakukan apapun yang membuat mas nyaman, jangan gunakan wanita lain Mila sakit melihatnya mas" ucap Mila lirih
"maafkan mas sayang, itu tak kan terjadi karna mas masih ingat dan sangat mencintai kamu. Tak akan ada wanita lain di hati ini, percayalah" ucap Habil serak dan terkesan tegas.
Mereka kembali menyelami surga dunia entah sudah berapa kali mereka mendapat pelepasan, Mila sebenarnya sudah lelah akan tetapi melihat suaminya masih belum tuntas tentu menjadi pikiran di hati Mila.
Matahari yang mulai meninggi tak mampu mengusik suami istri yang sedang terlelap berpelukan dan berbagi selimut di atas ranjang. Ruangan rapi itu terlihat berantakan dan pakaian berserakan di mana-mana.
Habil melenguh merasa pusing, ketika sayup-sayup ia tersadar. Dilihatnya sang istri tampak lelap dan sedikit pucat rasa bersalah menyeruak sesak didada Habil. Dilihat sang istri sudah seperti korban pemerkosaan, belum lagi stempel menebar di tubuh Mila.
"maafkan mas sayang, maafkan mas" ucap Habil menciumi Mila, lalu ia beranjak membersihkan diri dan membereskan kekacauan kamar itu.
πΉππΉππΉππΉππΉππΉ**
__ADS_1