Jebakan Cinta Asisten Gesrek

Jebakan Cinta Asisten Gesrek
Makan Tengah Malam


__ADS_3

"Dasarr main tutup aja, kebiasaan!" gerutu Vira.


Wanita itu membuang nafasnya, "Aaiiih, acara nggak ada yang bagus, harus pasang TV kabel ini mah!"


"Ini susahhh banget lagi dipencetnya," Vira mengetuk-ngetukkan remot ke tangannya.


"Nggak tivi, nggak remot, nggak acara nggak ada yang bener!" gerutu Vira ia mengusek kepalanya sendiri.


Vira akhirnya menentukan satu channel dan mulai rebahan sambil menutup sebagian badannya dengan selimut.


Kling!


Sebuah chat masuk dari ayang Firlan.


💬Kalau mau tidur jangan lupa pastiin gerbang sama pintu udah dikunci.


Vira pun segera mengetik balasan.


💬Udah.


Kling!


Chat dari Firlan.


💬Ya udah, sweet dream...


Vira membalas dengan jawaban yang super singkat.


💬Too.


Vira pun mulai menutup matanya, dan sekarang bukannya Vira menonton tivi tapi tivi lah yang menonton dirinya yang kini sudah molor.


Sedangkan di tempat yang lain.


Gusti masuk ke dalam kamar anaknya yang sudah tertidur pulas. Tadi Gia sempat mogok makan karena Gusti gagal membawa Vira untuk datang ke rumah.


Tapi kata Penny, jam 8 malam tadi Gia diam-diam keluar dan mengambil satu buah apel dari dalam kulkas. Gusti yang pulang terlambat pun merasa bersalah, pekerjaan sudah menyita setiap harinya


"Maafkan papi ya Gia ... hari ini papi pulang telat, nggak sempat nemenin Gia makan. Tapi papi janji, besok papi janji papi akan meluangkan waktu untuk bersama Gia..." lirih Gusti sambil mengelus kepala putrinya.


"Bukannya papi nggak mau usaha, tapi papi nggak bisa memaksa oranglain buat menuruti keinginan kita, Gia. Terkadang kita harus merelakan, kita harus bersabar bahkan kita harus mengalah apalagi papi bukan tipe orang yang pemaksa. Maafin papi kalau papi ngecewain Gia hari ini," kata Gusti yang kemudian mengecup lembut kening putrinya.


Gusti pun berjalan keluar dan menutup kembali pintu kamar Gia. Pria itu berjalan menuju kamarnya yang terletak tak jauh dari kamar Gia.


Pria itu membuka jasnya dan melemparnya asal. Kini ia membuka dasinya sambil duduk di sofa.


"Huuuufhhhh!" Gusti menyandarkan kepalanya di sandaran sofa sambil memijit pangkal hidungnya.


Setelah beristirahat sejenak pria tampan itu melenggang menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sudah lelah seharian bekerja.


.


.

__ADS_1


.


Plak!


Vira menepuk pipinya yang digigit nyamuk.


Plak!


Vira menepuk lengannya juga.


"Ganggu banget sih nyamuk!" gumam Vira sambil merem.


Vira menggaruk pipinya yang gatal, "Astaga, kenapa malem ini nyamuknya pada gigitin aku berjamaah sih! rese banget, deh!"


Wanita itu bangun dan menggerakkan tangannya mengusir nyamuk-nyamuk nakal.


"Dasar nyamuk nggak punya sopan santun! orang lagi tidur malah digigitin, gabut banget sih!" Vira mengomel sendiri.


Kruuuuk, kruuuuk.


Setelah lelah mengoceh kini giliran perut Vira yang meminta jatahnya lagi.


Wanita itu melihat ponselnya untuk memastikan jam.


"Jam 1 malem, hoaaammm..." Vira menguap, karena perutnya yang sudah mulai kosidahan, Vira memilih untuk pergi ke dapur untuk membuat mie instant.


"Nggak bisa dibiarin emang kalau udah laper begini, yang ada aku nggak akan bisa tidur," ucap Vira seraya membuka lemari pendingin dan mengambil mie instant kuah.


"Rasa kari ayam aja deh," Vira berjalan ke kompor dan mengisi panci dengan air. Tak lupa ia juga mengambil telur ayam untuk ia masak berbarengan dengan mie.


Mie kuah dengan potongan cabai dan telor rebus pun akhirnya jadi juga. Vira pun duduk di meja makan dan mulai menyeruput mie nya.


"Gilaaaaa enak banget!"


Vira menambahkan saos cabai sehingga semakin menambah rasa pedas dan manis pada mie kuah yang ada di mangkoknya. Ia menuang air putih ke dalam gelas.


Glek.


Glek.


Glek.


Vira pun meneguk minumannya dan melanjutkan kembali menikmati mie di tengah malam seperti ini.


Wanita itu makan sambil sesekali melihat status di aplikasi chat berwarna hijau.


Kling.


Sebuah chat dari Firlan, Vira membuka chat yang dikirim pria itu.


💬Kok tengah malem online?


Vira menyuapkan satu suapan terakhir sebelum mengetik balasan.

__ADS_1


💬Abis makan mie, laper. Kok belum tidur?


Vira kini balik bertanya pada Firlan, dia juga penasaran mengapa kekasihnya masih terjaga.


💬Lagi garap kerjaan, kan besok aku mau ijin.


Membaca balasan Firlan pun Vira hanya geleng-geleng kepala.


💬Kalau lagi banyak kerjaan nggak usah nganter mama papa. Daripada kamu begadang dan besok nyetirnya ngantuk, malah bikin bahaya...


Vira khawatir jika Firlan memaksakan menyetir besok, dia malah akan mengantuk jika malam ini dihabiskan untuk embgerjakan pekerjaan kantor yang sepertinya tak akan ada habisnya.


💬Aku jadi orang nggak ngantukan kayak kamu.


Vira manyun membaca chat dari kekasihnya, ia pun kembali menekan huruf-huruf di layar ponselnya.


💬Aku ngomong bener loh, ya. Kalau kamu begadang aku takut kalau besok kamu ngantuk. Bahaya tau nyetir sambil ngantuk apalagi di jalan tol.


Vira mengetulkan jari diatas meja sambil menunggu balasan dari Firlan.


Kling.


💬Iya nih, udah kelar. Aku mau tidur, besok kamu mau ikut atau?


Vira bingung dengan pertanyaan Firlan. Dia belum bisa melepas Zanna begitu saja mengajar anak-anak.


💬Besok mau ikut, nggak?


Akhirnya Vira memberanikan diri untuk membalas.


💬Nggak bisa, soalnya kan Zanna masih baru. Belum bisa aku lepas gitu aja.


Merasa gregetan dengan jawaban Vira di aplikasi chat, Firlan pun beralih pada panggilan telepon.


"Halo," ucap Vira setelah mengusap layar ponselnya.


"Kenapa bingung-bingung sih, Ay? kamu tjnggal share oebgumuman kalau besok les diliburkan karena kamu ada kepentingan mendadak. Kan bosnya kamu, kamu berhak mengatur ulang jadwal," kata Firlan tanpa basa-basi.


"Emh gitu, ya?"


"Ya iyalah, libur sehari mah nggak apa-apa kali," kata Firlan.


"Ya udah deh, aku share pengumuman aja kalau besok les libur dulu. Aku juga harus kasih tau Zanna dan Fidya," kata Vira.


"Nah gitu, dong!" kata Firlan yang tanpa Vira ketahui menyunggingkan senyum kemenangan.


"Ya udah, kamu tidur dulu. Aku juga mau nyuci mangkok bekas makan, terus mau lanjut tidur lagi," ucap Vira.


"Oke, bye!" Firlan kemudian memutus sambungan telepon Vira.


"Dasar kang halu, kang maksa!" gerutu Vira sambil membawa mangkok dan gelas kotor ke wastafel. Setelah mencuci bersih peralatan yang ia gunakan, Vira pun duduk kembali di depan tivi sambil mengotak atik ponselnya. Ia mengirim pengumuman di grup chat, kalau besok les privat diliburkan karena dia ada kepentingan keluarga.


Setelah selesai mengirim pemberitahuan, Vira pun kembali rebahan sambil mencetin remot mencari channel yang bagus.

__ADS_1


"Ah, FTV lagi FTV lagi..." gumam Vira sambil meletakkan remot dan menarik selimutnya.


...----------------...


__ADS_2