Jebakan Cinta Asisten Gesrek

Jebakan Cinta Asisten Gesrek
Sak Masak


__ADS_3

Ya akhirnya mau tak mau harus mau. Vira saat ini sedang berada dalam mobil Firlan.


"Mau kemana, sih? kamu nggak capek apa?" tanya Vira.


"Nggak, kan aku full batrenya. Nggak ada kata capek," ucap Firlan.


Malas menanggapi omongan Firlan, Vira memilih membuka box makanan yang ia bawa tadi.


"Martabak yang semalem?" tanya Firlan.


"Iya, tadi udah aku angetin pakai teflon. Sayang kalau nggak dimakan..." kata Vira..


Wanita itu mengambil martabak bangka yang ada di dalam kotak lalu memakannya.


"Aku juga mau," ucap Firlan.


Vira menyuapkan martabak itu ke mulut Firlan, namun Vira mengernyit saat pria yang duduk di sampingnya ini melajukan mobilnya keluar kota.


"Kita mau kemana, Ay?" tanya Vira penasaran.


"Ke suatu tempat,"


"Kan kamu bilang kita cuma muter-muter aja," ucap Vira.


"Iya ya udah, aku puter balik lagi..." kata Firlan. Pria itu pun berputar arah.


Saat ini dan Firlan hanya di dalam mobil sampai menikmati cemilan dan minuman yang tadi mereka beli di sebuah mini market.


"Enakan juga rebahan di kontrakan," celetuk Vira.


"Kalau kita ke rumahku aja gimana?" tanya Firlan.


"Salah, ke apartemenku. Kita masak bareng, mau nggak?" lanjut Firlan.


"Emang bisa?" tanya Vira tak percaya.


"Kita grilled udang, kepiting, daging atau apalah. Mau nggak?" tanya Firlan yang antusias dengan idenya.


"Boleh, deh. Daripada muter-muter begini mulu..." kata Vira.


"Tapi kita belanja bahan makanannya dulu," kata Firlan.


.


.


.


Sesuai rencana, Firlan dan Vira akan berbelanja dulu di sebuah supermarket.


"Kamu mau udang yang ini?" tanya Firlan.


"Mau, pilih yang gede, Ay!"


Firlan pun mengambil beberapa udang dan meminta si pelayan untuk membungkusnya.

__ADS_1


"Kepiting atau ikan?" tanya Firlan pada kekasihnya.


"Kepiting," sahut Vira.


Dan setelah mendapaykan udang dan kepiting jumbo yang akan mereka olah, kini Firlan membeli beberapa sayuran seperti sweet corn, wirtel, daun bawang dan juga lainnya.


"Aku nggak bisa masak, jadi aku bikinin kamu minuman yang seger gimana?" tanya Vira.


"Boleh, itu ide yang bagus juga..." jawab Firlan.


Tanpa aba-aba, Vira langsung mengambil beberapa buah lemon, buah mangga dan juga soda. Tak ketinggalan Vira juga mengambil buah strawberry, sedangkan Firlan hanya mengikuti kemana wanita itu pergi. Karena sebagian besar bahan yang ia butuhkan sudah ia dapatkan.


Dan sekarang, mereka membayar semua belanjaan di kasir.


"Wah, banyak juga ya Ay jadinya?" tanya Vira.


"Nggak juga, Ay..." sahut Firlan yang kini membayar semua yang dia beli dengan kartu miliknya.


"Silakan, Tuan..." ucap petugas kasir yang mengembalikan kartu milik Firlan.


Firlan pun membawa dua kantong besar dengan kedua tangannya.


"Sini aku bawa satu, Ay..." Vira menawarkan bantuan.


"Nggak usah, aku kan gentle. Masa kayak gini aja dibantu," ucap Firlan.


"Hemm, dasar!"


"Kita langsung ke parkiran," suruh Firlan.


"Ay, tolong kunci mobil ada di saku!" Firlan meminta tolong untuk mengambilkan sebuah kunci yang ada di kantung depannya.


"Saku yang mana?" tanya Vira.


"Disini, disebelah kanan..." tunjuk Firlan dengan dagunya.


Vira pun mulai merogoh saku jeans sebelah kanan dan mengambil sebuah kunci.


Tin.


Tin.


Pintu mobil pun terbuka, Vira membantu untuk membukakan pintu di bagian kursi kemudi.


Firlan dengan susah payah mrncrt sebuah tombol untuk membuka bagasi yamg terkunci.


"Masuklah, aku taruh ini dulu!" kaya Firlan, Vira mengangguk dan menuruti apa yang pria itu katakan padanya.


Ketika Vira masuk ke dalam mobil, Firlan bergerak menuju bagasi untuk menaruh barang belanjaan. Dan pria itu segera berjalan dan duduk di kursi kemudinya.


Setelah menyalakan mesin, Firlan segera menacapkan gas menuju apartemen. Mobil.itu kini bergerak di jalan raya, bergabung dengan kendaraan yang lain.


"Kita udah kayak pasangan suami istri yang lagi belanja bulanan ya, Ay?" Firlan membuka sebuah topik pembicaraan.


"Masa sih?"

__ADS_1


"Iya lah, kalau kita udah nikah kan seru kayak gini. Belanja bareng, masak bareng..." kata Firlan.


"Kamu yang masak, kan aku nggak bisa..." serobot Vira.


"Iya aku yang masak, aku kan gini-gini udah mulai belajar masak loh, Ay!" kata Firlan.


"Kamu pasti akan terkejut bagaimana lihaynya aku di dapur!" lanjut Firlan membanggakan dirinya.


"Masa sih? aku kok ragu, ya? perasaan waktu di kosan bikin telor kecap aja gosong..." Vira mengingat kejadian beberapa waktu yang lalu.


"Ya kan aku udah mulai belajar, mengingat kamu nggak bisa masak. Jadi aku inisiatif buat belajar bikin makanan," ucap Firlan.


"Ini nanti nggak kebalik, ya? atau jangan-jangan kamu pengen jadi bapak rumah tangga?" goda Vira, ekspresi Firlan seketika berubah.


"Ya elah, canda kali, Pak?! jangan gampang sensi ah," kata Vira.


"Tapi aku nggak sabar sih pengen makan udang yang dibakar, mana tuh udang gede banget, beuuuuh pasti enak banget! ngomongin makanan perutku jadi laper..." ucap Vira seraya mengelus perutnya.


"Sabar, sebentar lagi cacing yang ada di perutmu itu akan terpuaskan dengan masakanku," ucap Firlan.


Dan tak lama mereka pun sampai di apartemen Firlan. Pria utu segera memarkirkan mobilnya dan mengajak Vira untuk keluar.


Mereka berjalan menuju lift dan menekan tombol untuk ke lantai 20.


"Gila, tinggi banget, Ay! kamu nggak takut?" tanya Vira.


"Takut apaan? kalau malam viewnya malah bagus," kata Firlan.


Pintu lift pun terbuka. Firlan dan Vira keluar dari kotak besi itu. Vira mengikuti kemana langkah pria yang kini menyandang status kekasihnya itu.


Firlan menaruh belanjaannya sebentar di lantai, ia menekan kode untuk membuka pintu. Dan sekarang pintu pun terbuka.


"Ayo, masuk!" suruh Firlan. Vira mengekori Firlan yang sudah masuk terlebih dulu. Ia melepas alas kakinya sebelum melangkah ke area ruang tamu.


Vira yang masuk belakangan tak lupa untuk menutup pintu. Wanita itu sekarang berjalan ke arah dapur. Disana Firlan sudah mengeluarkan belanjaannya.


"Jadi kita mau masak apa?" tanya Vira.


"Udang bakar jimbaran, dan kepiting asam manis..." jawab Firlan sembari mencuci semua bahan yang ia perlukan.


"Biar lebih meyakinkan aku mau pakai ini," Firlan kemudian mengambil sebuah appron berwarna hitam.


"Harus banget pakai kayak gitu?"


"Iya lah, dan kamu juga..." ucap Firlan yang ingin seru-seruan masak dengan Vira ratunya membuat makanan ajaib.


"Kita selfie dulu, Ay!" Vira pun mengeluarkan ponselnya dan menjepret beberapa fotonya dan Firlan yang tengah memakai celemek berwarna hitam.


"Oke, sekarang kita langsung eksekusi!" ucap Firlan penuh percaya diri.


Firlan mulai meracik bumbu dan melumuri udangnya dengan bumbu yang sudah dihaluskan. Dan. pria itu mulai menyiapkan grilled pan dan menaruhnya di atas kompor.


"Yakin ini bakalan enak?" tanya Vira.


"Aku yakin kamu bakalan minta nambah!" sahut Firlan

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2