Jebakan Cinta Asisten Gesrek

Jebakan Cinta Asisten Gesrek
Battle Dance


__ADS_3

Dan kencan yang dimaksud Firlan itu ya disini, di pusat permainan yang menjadi favorit Vira.


"Kirain kencan apaan," Vira bicara sambil tertawa kecil.


"Ya emang kencan yang kayak gimana yang kamu mau? bukannya kamu paling suka tempat ini? ngabisin beratus-ratus koin hanya untuk mainin mainan bocil kayak gini..." ucap Firlan menunjuk sebuah permainan gebug tikus.


"Ya emang main kayak gini itu kayak ngilangin stress dan ampuh banget!" kata Vira sambil memasukkan koin pada permainan yang Firlan tunjuk tadi.


"Kan sambil bayangin yang bikin kesel, terus gebug deh! kan jadi lega!" ucap Vira sambil gregetan menggebug mainan tikus yang keluar dari beberapa lubang secara bersamaan.


Bugh.


Bugh.


Bugh.


"Hah, hhh ... capek!" Vira ngos-ngosan.


"Katanya suka, kok cape?" tanya Firlan.


"Pegel, tanganku ... abisnya nongolnya bareng-bareng kan jadi bingung mau ngegebug yang mana dulu," Vira menunjuk lubang-lubang keluarnya boneka tikus tadi.


"Mau battle dance nggak?" Vira menunjuk sebuah permainan dance.


"Nggak, kamu aja..." kata Firlan menggoyangkan telapak tangannya.


"Ayolah, seru loh. Kamu tinggal ikutin anak panah aja dan sesuaikan dengan beat music-nya..." kata Vira yang menarik tangan Firlan untuk mengikutinya.


"Nggak mau, Ay! aku udah nggak pantes main kayak gituan, aku udah dewasa!" kata Firlan yang dengan susah payah menolak keinginan Vira.


"Nggak ada kata dewasa-dewasa, semua orang yang masuk ke tempat ini nggak ada tua muda. Semuanya sama, sama-sama pengen main dan nyenengin diri. Ayolah, aku pengen battle sama kamu," ucap Vira yang yakin battle dengan orang kaku seperti Firlan akan sangat seru.


Vira menyeret Firlan tepat di depan permainan yang mengeluarkan music lumayan keras.


"Nggak, Ay. Kamu aja, tuh lagian lagi ada yang main. Udah kita battle basket aja udah," mata Firlan mencari sebuah permainan memasukkan bola basket ke dalam keranjang.


"Iya main basketnya abis ini, lagian ini paling bentar lagi kelar. Coba liat dia ngikutin beatnya aja nggak bisa..." lirih Vira.


"Astaga, si Vira malu-maluin aja!" batin Firlan.


Dan sesuai tebakan Vira, seorang gadis yang diperkirakan masih SMA itu sudah selesai dengan nilai yang sangat buruk karena dia lost beberapa anak panah yang seharusnya ia injak.

__ADS_1


"Ayo, mumpung lagi nggak ada yang main!" Vira mendorong badan tegap Firlan sampai kakinya menginjak sebuah tatakan besi dengan kotak-kotak anak panah.


"Udah tau kan sekilas cara mainnya, kita mulai sekarang, ya?" ucap Vira yang dengan segera memasukkan sejumlah koin.


Wanita itu melepas alas kakinya namun tidak dengan Firlan, pria itu hanya bisa memijat pangkal hidungnya saat Vira dengan semangatnya memilih lagu pengiring dance mereka.


"Salah besar aku ngajak dia kesini, dasar bego!" Firlan mengutuk dirinya dalam hati.


"Yang ini aja ya Ay?" tanya Vira, namun Firlan tak menjawab. Dia malah berkacak pinggang melihat kelakuan kekasihnya yang memaksanya memainkan permainan ini.


"Let's play!" seru Vira setelah memilih lagu.


Dan...


Musik intro pun mulai menggema, tanpa sadar badan Vira mulai mengikuti beat music.


"Ayo, sekarang, Ay!" seru Vira.


Wanita itu mulai beraksi dengan dancenya, beberapa orang yang menonton pun bertepuk tangan saat melihat Vira yang dengan lincah menari diatas panel-panel itu. Sedangkan Firlan yang hanya diam pun menuai sorakan dari beberapa penonton dadakan.


"Huuuuuuu!" beberapa orang meneriakinya.


"Dasar bocah-bocah! awas saja kalian! baiklah, aku ikuti permainan ini" batin Firlan.


"Win!" suara dari mesin dance Firlan. Ternyata permainan telah selesai, bahkan Vira tak sampai menyelesaikan setengah permainan dancenya karena sibuk memperhatikan Firlan yang sangat berbeda.


Dan sorak sorai penonton pun menyadarkan Vira kalau permainan dance ini sudah selesai dan ia melihat ke layar di depannya, bertuliskan lost.


"Udah, kan?" tanya Firlan yang menarik Vira untuk pergi dari permainan laknat itu. Vira dengan cepat memakai alat kakinya lagi dan berjalan mengekor dibelakang Firlan.


"Ay, tungguuuuuu!" seru Vira, sedangkan Firlan sengaja berjalan cepat keluar dari area permainan walaupun koin yang ia miliki masih sangat banyak.


"Ay, tungguin napa! hah ... hhhh ... hhh..." Vira ngos-ngosan mengejar Firlan yang sudah kabur duluan.


"AYAAAAAANKKK!" teriak Vira.


"Astaga, Vira! kamu tuh teriakan kayak dimana coba!" Firlan menggelengkan kepalanya.


"Ya abisnya kamu nggak denger daritadi, kan aku bilang tungguin!" Vira menabok lengan kekasihnya.


"Kenapa main kabur aja, sih?" tanya Vira.

__ADS_1


"Ya ampun, malu, Vir! diliatin orang banyak begitu!" kata Firlan.


"Kamu keren begitu kok, malu? aku aja spai shock ternyata kamu jago dance," kata Vira.


"Ngomongnya nanti ya, sekarang aku haus!" ucap Firlan yang kini merangkul bahu Vira dan mengajaknya untuk duduk di sebuah kedai kopi.


Setelah memesan minuman dingin, Firlan oun membawakan dua chocho frappe untuknya dan Vira.


"Minum dulu," kata Firlan seraya mendudukkan dirinya di kursi yang berhadapan dengan Vira.


"Ay, kamu belum cerita. Kok kamu bisa sih dance gitu, jangan-jangan kamu dikehidupan sebelumnya itu anggota boyband korea?" tanya Vira yang masih tak percaya kalau kekasihnya ini sangat jago dance.


"Ngaco! nggak ada kehidupan sebelumnya, masih aja percaya reinkarnasi!" bantah Firlan seraya menyeruput minumannya.


"Terus, kenapa bisa jago gitu?"


"Pengen tau banget, sih?" Firlan mencubit pipi Vira.


"Ikh, ya pengen tau lah! aku kira kamu itu kaku kayak robot," ucap Vira.


"Aku sering main kayak gitu, tapi dulu waktu masih kuliah itu juga karena dipaksa temen, dan sekarang dipaksa pacar!" Firlan melirik Vira kesal.


"Tapi suwer keren banget, Ay! beneran, aku aja sampe ngiler liatnya," puji Vira.


"Ay, kita main lagi ya?" ajak Vira.


"Nggak mau!"


"Kok gitu, sih?" tanya Vira.


"Kan kamu udah balik ceria lagi, jadi nggak usahlah main lagi. Nanti aku dipaksa-paksa main permainan yang aneh-aneh lagi, aku nggak mau!" tolak Firlan.


"Aiih, nyebelin! ini koin masih banyak, loh! kan mubadzir..." kata Vira mencari alasan agar Firlan mau bermain lagi.


"Kan bisa buat kapan-kapan, lagian buang koin segitu mah nggak apa-apa, daripada aku yang harus malu ngikutin permainan kamu," ucap Firlan.


"Dih, nggak seru banget sih jadi pacar?" gerutu Vira.


"Biarin!"


"Minum dulu, keburu nggak dingin lagi!" ucap Firlan.

__ADS_1


Vira pun akhirnya menyeruput minumannya, dengan sesekali memperhatikan Firlan yang gagah dengan kemeja denim yang digulung di sebatas siku.


...----------------...


__ADS_2