
Beuh, bau udang yang dibakar ini rasanya membuat perut Vira semakin lapar.
"Ay, gila baunya wangi banget," ucap Vira.
"Iya tapi kalau bakar udang kayak gini nggak boleh kelamaan, nanti dagingnya mengkirut dan nggak juicy lagi..." ucap Firlan seraya membolak balikkan serta memberi tambahan bumbu dengan kuas kecil.
Pria itu kini memotong bahan-bahan untuk memasak kepiting. Kepiting yang sedang di rebus, segera Firlan angkat.
"Ambilin piring, Vir..." suruh Firlan.
"Oke, chef!" seru Vira.
Firlan terkekeh mendengar ucapan Vira tadi, dia melanjutkan untuk memasak kepiting yang berukuran jumbo itu.
"Ini..." Vira langsung menyerahkan piring lingkaran yang datar.
Firlan mengangkat udang jumbo dan menatanya di atas piring yang sudah ia taruh beberapa selada dan juga tomat.
"Taruh di meja ya, Ay..." kata Firlan.
"Siap, chef!" seru Vira bak asisten Firlan.
Sementara Vira menaruh udang bakar jimbaran yang dilengkapi dengan sambal itu, Firlan melanjutkan lagi untuk memasak kepiting saos asam manis. Ia juga sedang memasak nasi di rice cooker, sungguh sangat multi talent sekali.
"Ayang tinggal masak kepitingnya kan? aku bikin minumnya sekarang aja, ya?" tanya Vira.
"Iya boleh..." ucap Firlan yang konsen dengan apa yang dilakukannya.
Vira pun mengambil pisau dan mulai mengupas mangga yang sudah ia cuci sebelumnya.
"Hati-hati, pisau itu sangat tajam," kata Firlan menengok kekasihnya sekilas.
"Iya, tenang aja. Aku hati-hati kok..." kata Vira. Dia memotong mangga itu dan menaruhnya dalam mangkok.
Vira mencuci tangan dan mengeringkannya sebelum mengambil food processor untuk menghaluskan mangga yang sudah ia kupas tadi.
Ia masukkan satu mangkok mangga berwarna kuning kunyit yang sangat menggiurkan.
"Hemmm, mangganya aja udah enak banget!" gumam Vira sambil menuangkan hasil juice mangga ke dalam mangkok tadi.
Sekarang dia mulai mengiris lemon berbentuk lingkaran dan juga beberapa butir strawberry.
__ADS_1
Vira mencari dua gelas untuk menyajikan minuman yang dijamin akan membuat semakin klepek-klepek terhadap dirinya.
Setelah mendapatkan dua gelas bening yang tinggi, Vira segera mengambil es batu dari dalam freezer.
"Ay, ini aku pakai es batu yang ini kan?" tanya Vira pada Firlan yang kini sudah menyelesaikan masakannya.
"Iya pakai yang itu..." jawab Firlan yang menengok ke arah Vira.
Vira segera mengambil es batu yang belum dilepas dari cetakannya, ia mengambil mangkok lain untuk menaruh es batu.
Firlan sudah menyelesaikan masakan terakhirnya, ia menaruh satu piring besar kepiting dengan saos yang sudah pasti pedas dan juga manis, presentasinya sangat juara.
Firlan mendekati Vira yang tengah memasukkan mangga yang sudah dihaluskan tanpa air ke dalam gelas, barulah ia menaruh potongan strawberry dan es batu ke dalam gelas.
"Serius banget?" ucap Firlan sambil memeluk Vira dari belakang.
"Astaga, kaget tau!"
"lemon? kamu mau kasi perasan lemon?" tanya Firlan.
"Nggak ini cuma di slice aja, aku taruh di dalam gelas kayak gini..." kata Vira yang kini menaruh satu slice lemon berbentuk lingkaran ke dalam gelas itu dan terakhir kini ia membuka soda berwarna biru dan menuangnya.
"Terakhir aku kasih potongan lemon buat garnish," kata Vira yang menaruh potongan lemon di pinggir gelas.
"Yey, udah jadi. Kita makan sekarang ya? aku udah laper banget," kata Vira.
"Bentar aku cek nasinya dulu, udah mateng atau belum..." Firlan melepaskan pelukannya dan berjalan menuju rice cooker, sedangkan Vira segera menaruh minuman yang telah dibuatnya di atas meja. Ia juga menaruh gelas berisi air putih di sana.
Firlan datang dengan membawa satu bowl nasi yang masih mengepulkan asap berwarma putih.
"Kita makan sekarang..." ucap Firlan.
"Aku ambil piring dulu..." kata Vira yang beranjak dan mencari piring dan juga sebuah tempat untuk nanti ia pergunakan sebagai tempat menaruh cangkang kepiting. Setelah mendapatkan apa yang dicarinya Vira kembali ke meja makan dan menatanya. Ia mencuci tangannya terlebih dahulu sebelum makan.
Firlan sudah melepas celemek, pria itu sudah duduk di kursinya. Kini Vira melakukan hal yang sama, ia menaruh celemeknya di dapur dan kembali menemui Firlan.
Wanita itu menarik kursi dan mendudukkan dirinya berhadapan dengan kekasihnya itu.
"Cobain, pasti kamu ketagihan..." kata Firlan.
"Oke, let's see..." ucap Vira yang kini sudah menaruh nasi di piringnya dan piring untuk Firlan. Wanita dengan rambut sebahu itu mengambil udang bakar jimbarannya terlebih dahulu.
__ADS_1
"Ribet makan pakai sendok, enakan gini langsung pakai tangan!" ucap Vira, ia mulai memasukkan makanan ke mulutnya.
"Gimana? enak kan? enak lah, masa nggak?" tanya Firlan tidak sabaran.
"Bukan enak, tapi enak banget! suwer, aku suka banget ini udangnya..." ucap Vira.
"Beneran enak? nggak bohong kan?" tanya Firlan.
"Cobain nih..." Vira mengambilkan udang dan menyuapkan ke mulut Firlan.
"Enak kan? bumbunya meresap sempurna banget, nggak rugi capek-capek masak kalau hasilnya kayak gini..." kata Vira.
"Iya, masih juicy banget daging udangnya..." Firlan merasakan kematangan yang sempurna pada udang bakarnya.
"Kalau kayak gini kamu sering-sering aja belajar masak, Ay. Kan aku jadi sering makan enak..." kata Vira.
"Kepitingnya coba, nih aku potongin..." kata Firlan yang sangat bangga dengan masakannya. Pria itu memotong capit kepiting dengan alat khusus.
"Ini daging kepitingnya pasti manis banget!" ucap Firlan seraya menaruh satu capit besar yang sudah terbuka.
Tanpa berlama-lama Vira langsung melahapnya, ia menaruh saos ke atas daging kepiting tadi dan memakannya lagi.
Vira hanya bisa geleng-geleng kepala, dia sampai tak bisa berkata apa-apa.
"Gila ini kepiting terenak yang pernah aku makan, emang dasar kepitingnya aja udah good quality kali ya..." ucap Vira.
"Selain itu karena aku yang memasaknya, di dalam racikan bumbunya aku tambahkan beberapa sendok perhatian dan cinta, makanya jadi enak begitu..." kata Firlan.
"Iya deh iya, ini enak karena kamu yang masak, Ay. Tapi beneran kenapa kalau laki-laki yang masak kok bisa enak ya? papaku juga begitu, kalau masak mie instant atau apapun itu pasti enak..." ucap Vira yang teringat pada papanya.
"Banyak juga kok perempuan yang masak dan enak..."
"Ya banyak, Ay. Tapi kebanyakam para chef itu kan laki-laki loh, Ay. Nggak usah tinggi-tinggi ke restoran, itu yang jual nasgor kaki lima juga kan banyakan yang jual laki-laki. Dan rata-rata masakannya enak, kalau kayak gini aku tambah insekyur buat belajar masak deh..." ucap Vira.
"Lah kenapa pakai insekyur segala? kalau kamu mau belajar mah belajar aja, masak itu tentang rasa. Dan aku yakin kamu bisa selama kamu nggak eror..." celetuk Firlan.
"Kamu pengen aku jepit pakai ini, Ay?" Vira menunjuk stau pemotong capit kepiting.
"Aku cuma bercanda, Ayamku..." kata Firlan yang mendapat pelototan dari Vira. Dia kesal kalau dipanggil ayam.
...----------------...
__ADS_1