Jebakan Cinta Asisten Gesrek

Jebakan Cinta Asisten Gesrek
Akhirnya Sampai


__ADS_3

"Kamu udah selesai Vira?" tanya Raharjo.


"Udah, Pa..." jawab Vira, kemudian meminum es jeruknya yang masih setengah gelas.


Raharjo akan beranjak dari duduknya, namun Firlan segera mencegahnya.


"Saya saja, Om!" Firlan segera bangkit dan segera berjalan ke arah kasir.


Ketika Firlan sedang membayar makanan yang telah mereka makan, Raharjo pun sedikit menasehati putrinya.


"Papa lihat Firlan laki-laki yang baik, papa harap kamu jangan mengecewakannya..." ucap Raharjo.


"Aih, papa nggak kebalik tuh? harusnya dia yang jangan ngecewain aku," gerutu Vira.


Dan pembicaraan itu pun terputus saat Firlan sudah berjalan ke arah mereka. Vira, Raharjo dan Dewi pun beranjak dari duduknya.


"Sudah?" tanya Vira.


"Sudah, yuk..." jawab Firlan.


Dan mereka berempat pun masuk ke dalam mobil. Tapi ketika mobil Firlan akan menekan pedal gasnya, tiba- tiba Vira menepuk lengannya.


"Ay, tadi aku makan sebungkus usus goreng udah kamu bayar belum?" teriak Vira.


"Astaga, kamu bikin aku kaget tau, nggak?" Firlan mengusap dadanya.


"Ya pun Vira mama kira apaan kamu sampai teriak begitu," ujar Dewi.


"Heh, tadi udah dibayar belum?" tanya Vira menarik-narik baju Firlan.


"Udah ya Allah. Udah aku bayar tadi..." jawab Firlan.


"Jawab kek daritadi,"


"Iya kan aku mau jawab tapi keduluan kamu," Firlan dan Vira mulai berdebat hal yang sebenarnya sangat sepele.


"Astaga, kalian berdua ini..." ujar Dewi yang pusing dengan perdebatan antara Firlan dan anaknya.


Akhirnya Firlan memilih untuk melanjutkan perjalanan menuju rumah Vira sesuai petunjuk Raharjo.


Dan kini mereka telah sampai di pelataran rumah yang menjadi tujuan mereka.


"Alhamdulillah..." ucap Raharjo saat sudah melihat bangunan rumahnya di depan mata.


Raharjo dan Dewi pun membuka pintu mobil begitu juga Vira dan Firlan.


"Akhirnya sampai juga..." ucap Vira yang tersenyum melihat rumahnya yang bergaya minimalis di sebuah perumahan.


"Ayo, masuk..." kata Raharjo setelah istrinya membuka pintu.


"Assalamualaikum," ucap Vira setelah masuk ke dalam rumah. Vira segera mencari remote ac dan menyalakan pendingin ruangan yang dipasang di ruang tamu.

__ADS_1


"Silakan duduk dulu, Lan..." ucap Raharjo yang duduk di salah satu sudut sofa.


Sedangkan Dewi langaung pergi ke dapyr untuk membuatkan Firlan dan Raharjo minuman.


"Aku ke dapur dulu," ucap Vira pada Firlan, pria itu hanya mengangguk.


Vira pergi ke dapur menyusul Dewi.


"Mau bikin apa, Ma?" tanya Vira saat melihat Dewi membuka kulkas.


"Bikin teh aja?" tanya Dewi ia mengambil gula yang ia simpan di dalam kulkas.


"Ada apa aja di dalem kulkas? dia sukanya yang dingin-dingin," kata Vira sambil membuka lagi kulkas dan mengabsen isi di dalam kulkas ibunya.


"Aku bikinin ini aja, ice lemon tea..." ucap Vira sembari menunjukkan satu buah lemon yang ia pegang.


"Jadi kamu nih yang mau bikin minum?" tanya Dewi.


"Iya kalau soal racik meracik minuman aku mah bisa, Ma. Yang nggak bisa tuh kalau masak," kata Vira.


"Ya udah, mama mau ke kamar dulu mau ganti baju..." kata Dewi yang meninggalkan Vira sendirian di dapur.


Dan ketika ia sedang menaruh teko di atas kompor, tiba-tiba ada ymtangan yang melingkar di perutnya. Sontak ia menoleh dan melihat sosok Firlan ada di belakangnya.


"Loh kok kamu kesini?" tanya Vira yang melepaskan tangan Firlan dari perutnya.


"Aku mau ke kamar kecil," kata Firlan.


"Ya pun peluk dikit napa, pelit banget sih?" gerutu Firlan.


"Nggak ada peluk-pelukan nanti mama lewat terus liat bahaya!" ucap Vira


"Iya iya deh..." ucap Firlan yang berjalan gontai ke dalam toilet.


Sedangkan Vira bernafas lega karena tak ada yang melihat ketika Firlan tiba-tiba memeluknya seperti tadi.


Air sudah matang dan Vira segera menuangkan air ke dalam poci. Firlan keluar dari toilet dan menghampiri Vira.


"Jangan macem-macem!" kata Vira.


"Siapa juga yang mau macem-macem? aku cuma mau tau kamu mau bikin apa,"


"Lemon tea," ucap Vira.


"Kasih es ya, aku lagi pengen yang dingin-dingin..." kata Firlan.


"Iya, ini nanti aku kasih es yang banyak..." ucap Vira sembari membuat minuman yang sangat segar.


"Dah sana kamu ke depan lagi," Vira meminta Firlan untuk balik lagi ke ruang tamu.


"Iya iya aku balik lagi," gerutu Firlan yang melenggang ke ruang tamu.

__ADS_1


Vira hanya terkekeh melihat Firlan yang menggerutu sambil berjalan. Wanita itu pun melanjutkan membuat 4 gelas ice lemon tea.


Setelah selesai, Vira segera membuka kabinet. Dia mencari kue kering yang biasa disimpan Dewi.


Vira mengambil satu toples, almond cookies dan membawanya bersama minuman yang ada diatas nampan.


"Loh, papa kemana?" tanya Vira.


"Ke dalem tadi," jawab Firlan.


"Minum dulu, Ay..." ucap Vira seraya duduk di hadapan Firlan.


Firlan yang memang tengah kehausan langsung meneguk lemon tea yang beneran menyegarkan badannya. Sensasi lemon yang bercampur dengan teh dan juga ditambah rasa dingin membuatnya ingin meminumnya lagi dan lagi.


"Makasih ya, udah luangin waktu kamu buat nganterin orangtua kesini," ucap Vira.


"Iya sama-sama,"


"Nih kuenya, almond cookies..." ucap Vira seraya membuka toples berbentuk kotak itu.


Firlan mengambil satu cookie tipis yang renyah itu. Rasanya tambah enak karena ditemani dengan yang tersayang.


"Kamu nggak minum?" tanya Firlan karena melihat Vira yang malah fokus melihatnya makan cookies.


"Iya nih aku minum..." Vira pun meminum lemon tea yang ada di hadapannya. Setelah meminum beberapa teguk, ia menaruh lagi gelas diatas meja.


Tak lama Raharjo dan Dewi pun muncul dengan pakaian yang lebih santai.


"Lan, kamu dan Vira menginap saja malam ini disini," ucap Raharjo seraya duduk.


"Sepertinya tidak bisa, Om. Karena banyak pekerjaan besok," ucap Firlan yang sebenarnya tidak enak hati menolak permintaaan calon mertuanya.


"Ya sudah, kalau begitu kamu istirahat dulu di kamar tamu. Kamu pasti lelah menyetir selama berjam-jam," ucap Dewi.


"Ibu sudah ganti spreinya tadi, jadi kamu bisa langsung beristirahat, kalian mau valik lagi jam berapa?" tanya Dewi.


"Mungkin jam 4 sore dari sini, Tante..." jawab Firlan.


"Masih ada waktu untuk istirahat kalau begitu. Vira nanti kamu antar Firlan ke kamar tamu ya?" ucap Dewi.


"Iya, Ma..." jawab Vira.


"Diminum dulu Ma, Pa..." ucap Vira menawarkan minuman yang telah dibuatnya.


Setelah menghabiskan minumannya, Vira mengantar Firlan ke kamar tamu. Vira segera menekan tombol power pada remote pendingin.


"Kamu bisa istirahat dulu," kata Vira yang menaruh remote ke tempatnya dan berbalik menghadap pintu.


"Kamu juga..." ucap Firlan yang kini merebahkan dirinya di atas kasur. Sedangkan Vira meninggalkan Firlan dan menutup pintu dari luar.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2