Jerat Cinta Sang Player

Jerat Cinta Sang Player
Tidak Tahu Tempat


__ADS_3

Elvier melangkah santai menuju area dalam istana, dirinya terlalu muak melihat dekorasi mewah di setiap penjuru tempat ini.


Wajah dingin terkesan arogan dan angkuhnya menjadi santapan lezat bagi para pelayan yang lalu lalang. Entah kenapa biar pun Sang Pangeran Kedua bersikap dingin dan arogan, pesonanya tidak pernah bisa dikalahkan oleh Sang Putra Mahkota.


Padahal Yazan tidak se'angkuh dan se'arogan Elvier, namun tetap saja Sang Putra Mahkota selalu kalah saing dalam hal memikat hati semua orang. Hanya tahtanya sebagai Putra Mahkota yang bisa menyokong pesona Yazan, selebihnya tidak ada. Padahal rupa Sang Putra Mahkota tidak kalah tampan dengan Elvier, namun pesonanya semakin redup kala Pangeran Kedua kembali.


"El?"


langkah Elvier terhenti saat mendengar seseorang memanggilnya, kala dia baru saja hendak menaiki anak tangga. Wajah dingin datar terkesan arogannya hilang begitu saja, saat melihat senyuman manis Sang Princess. Elvier bahkan tertular, pria tinggi besar itu menipiskan bibir kala Sang Princess kesayangannya semakin mendekat.


"Aku kira kamu belum bangun," rajuknya.


Namun kedua bibir tipis semerah cherry itu terus saja tersenyum, dengan semangat Sang Princess memberikan satu gelas besar jus Wortel Tomat yang baru saja dia buat.


"Kamu belum sarapan kan? nih aku buatin jus Wortel di mix sama tomat, kamu cobain deh." ucap Yasmine begitu bersemangat.


Wanita itu tetap sabar menunggu Elvier menerima jus buatannya, karena saat ini Sang Pangeran Kedua hanya terdiam sembari menatap penuh selidik padanya- lebih tepatnya pada jus yang Yasmine sodorkan.


"Aku tidak mau! pasti tidak enak." tolak Elvier.


Senyuman manis Sang Princess luntur seketika, kedua matanya memicing tajam pada Sang Suami. Bibir tipis semerah cherry nya mengerucut, membuat benda kenyal kesukaan Elvier itu maju beberapa centi meter.


"Kamu belum nyobain, udah bilang gak enak! jahat banget sih, padahal aku udah capek capek bikinnya." merajuknya lagi.


Elvier tidak menyahut, pria jangkung itu hanya menaikan sebelah alis melihat Yasmine merajuk padanya. Diam diam Elvier mengulum senyum kala melihat bibir mungil kesukaannya terus saja bergerak.

__ADS_1


"Kamu cobain dulu deh! baru bilang gak en-,"


"Kenapa bukan kamu saja yang mencobanya?" sela Elvier, menghentikan ocehan panjang lebar Yasmine.


Wanita itu semakin menatap penuh perhitungan pada suaminya, namun tak urung Yasmine terlihat membawa pinggiran gelas kearah bibirnya.


Yasmine mulai meneguk secara perlahan, hampir seperempat gelas jus itu masuk kedalam tubuhnya. Tanpa di duga, saat Yasmine hendak menelan seluruh minuman itu Elvier menarik pinggang serta tengkuknya.


Menjauhkan gelas itu dari bibir Sang Princess, dan dengan cepat Elvier melahap habis bibir Yasmine. Mengecap rasa jus Wortel Tomat yang ada didalam mulut istrinya, Elvier meneguk secara langsung dari lewat bibir dan mulut Yasmine tanpa jijik dan ragu.


Bahkan setelah seluruh minuman itu sudah Elvier telan habis, dia masih saja melu*mat mengecap mengeksplor setiap sudut bibir Sang Princess tanpa terlewat satu inci pun.


Saking lemas nya, Yasmine bahkan hampir saja menjatuhkan gelas yang dia genggam. Kalau saja satu tangan Elvier yang melingkar di pinggangnya tidak cekatan, sudah dipastikan kalau gelas kristal mahal itu jatuh menimpa lantai.


Clop!


Bugh!


"Kamu gak tau tempat!" protes Sang Princess.


Wanita itu memukul lengan Elvier cukup keras, kedua mata bulat hitamnya terus saja bergulir kesana kemari, guna memastikan kalau tidak ada yang melihat ciuman mereka berdua.


Bukannya kesal Elvier malah terkekeh, satu tangannya terulur untuk mengusap lembut bibir bawah istrinya seduktif.


"Rasa jusnya lebih enak, kalau di suapi secara langsung. Apa lagi menggunakan bibir ini." bisik Elvier, tepat di depan wajah Yasmine.

__ADS_1


Cup!


Bahkan pria berambut coklat itu kembali memberikan kecupan basah di bibir Yasmine. Elvier semakin terkekeh kala melihat kedua mata istrinya semakin membulat, terlihat begitu imut dan lucu dimatanya.


"Jangan mesum di tempat terbuka, tuman!" geram Yasmine.


Tawa kecil Elvier pecah, dan itu semakin membuat Yasmine kesal. Sang Princess memberikan banyak cubitan keras di perut serta dada Elvier.


Saking asiknya menikmati candaan serta cubitan, keduanya tidak sadar kalau saat ini ada sepasang mata yang terus saja mengawasi sembari mengepalkan kedua tangannya.



**EL ISTIGHFAR EL!


HOLLA ASALAMUALAIKUM MET PAGI EPRIBADEH


GIMANA KABAR KALIAN HARI INI


PUASA LANCAR


UDAH SAHUR


UDAH PADA BIKIN KUE LEBARAN BELOM


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA YA

__ADS_1


BUDAYAKAN LIKE SETELAH MEMBACA OKE, KALAU GAK DI BACA JANGAN DI LIKE🙏🙏


SEE YOU NEXT PART MUUAACCHH**


__ADS_2