Jerat Cinta Sang Player

Jerat Cinta Sang Player
Tidak Perlu Jual Mahal Lagi


__ADS_3

Yasmine terus saja mencuri pandang pada Elvier lewat sudut matanya, gadis itu penasaran kenapa si model mata duitan ini tidak berkicau pagi ini?


Elvier lebih banyak berdiam diri, padahal sadari tadi Tiur dan Marvino alias Merry terus saja mengajak bicara pada sang model. Namun sepertinya pikiran Elvier tengah berkelana, walaupun raganya tertanam di tempatnya saat ini.


"Opa gak nyangka kalau kamu nikah sama model, Opa kira sih bakalan sama si, si siapa namanya. Cowok sipit yang pernah Opa lihat itu, si-,"


"Jion, Pi." sela Tiur.


Wanita setengah baya itu menghentikan ocehan sang Ayah. Marvino alias Merry memang mudah sekali bergaul, jadi tidak heran, karena pria beranak satu dan bercucu dua itu jebolan akademi DIANKA BOUTIQUE. Jadi model sekelas Elvier pun, Merry tidak aneh dan heran lagi.


Tapi anehnya bagi Merry adalah, kenapa seorang model terkenal, tampan, hotz, dengan bayaran yang begitu fantastis mau menikahi Cucunya yang, ya kalian tahu sendiri.


"Nah iya si Jiji, ganteng kayak begitu aja kamu tinggalin, Yas." lanjut Merry.

__ADS_1


Tiur menghela napas pelan, kalau saja Gentala tidak mengelus pahanya seduktif, Tiur pasti akan menimpali ucapan sang Pipi.


"Dia selingkuh, jadi Yas gak salahkan kalau lepehin dia. Opa tau sendiri kan, Yas paling gak suka yang namanya perselingkuhan. Tidak ada kata maaf untuk yang satu itu, ya walaupun pas sekolah mantan pacar Yas banyak, hampir cowok satu sekolah pernah jadi cowok Yas. Tapi Yas gak pernah selingkuh dari mereka, Yas bakalan nerima mereka kalau Yas sama pacar Yas yang sebelumnya udah bubaran." celoteh Yasmine apa adanya.


Benar apa adanya, sifat Yasmine tidak jauh dengan Gentala- Papinya. Memiliki banyak pacar saat sekolah, tapi tidak pernah berselingkuh. Kalau Elvier seorang pemain handal, maaf Yasmine sudah menjadi pelatih terlebih dahulu.


"Udah ngobrolnya di lanjutin nanti lagi, sekarang cepat habiskan sarapan kalian!" titah sang Nyonya Gentala.


Saat ini mereka tidak sadar kalau Elvier tengah menatap penuh arti pada Yasmine, salah satu sudut bibirnya tertarik sedikit menampilkan senyuman tipis.


Entah apa yang tengah ada di dalam pikiran sang model mata duitan yang sayangnya tampan serta sexy saat ini. Yang pastinya kedua sudut netra coklat ke abu abu'annya tidak teralih sedikit pun dari Yasmine.


"Kalau mau menatap, ya tatap aja enggak usah sok jual mahal." celetuk Gentala tiba tiba.

__ADS_1


Membuat semua atensi mengarah padanya, termasuk Elvier. Elvier tahu kalau sang Ayah mertua tengah menyindirnya saat ini, karena ketahuan diam diam dia memperhatikan istrinya.


"Papa mertua benar," ujar Elvier santai, sembari mengembangkan senyumannya.


Srek! Grep! Cup!


Tubuh Yasmine membatu kala Elvier tiba tiba menarik pundaknya, lalu merengkuh erat dan mengecup pucuk kepalanya sekilas.


"Mine istriku sekarang, jadi tidak perlu jual mahal lagi bukan? oh ya satu lagi, besok aku akan membawa Mine pindah ke apartment mewah ku. Karena apartment yang menjadi mas kawin Mine tidak berada di negara ini, melainkan di Dubai. Jadi sementara waktu, Mine dan aku akan tinggal di apartment ku sampai pekerjaanku selesai disini. Karena setelah seluruh pekerjaan ku di sini selesai, aku akan segera membawa Mine ke Dubai. Jadi mohon izin dari Papa Mertua dan Mama mertua, ya walau tidak di izinkan pun aku akan membawanya." ucap Elvier panjang lebar dan terkesan sepele, santai dan tidak mau ambil pusing.



PASRAH AE LAH, BIKIN PUSING SI JAFAR

__ADS_1


__ADS_2