Jerat Cinta Sang Player

Jerat Cinta Sang Player
Saatnya Balas Dendam Sayang


__ADS_3

Tanpa memperdulikan keadaan sekitar Yasmine terus saja menyantap burger king super spaicy pesanannya. Selain kelelahan karena berbelanja, Yasmine juga kelaparan. Wanita itu baru tahu cemburu bisa menguras energi.


Sudut bibir Yasmine berkedut menahan senyum kala melihat begitu banyak paper bag di dekatnya. Ada sekitar 10, 12, 13 bahkan lebih dari 15 kantong belanjaan di bawah kakinya.


Yasmine benar benar menguras habis isi ATM Unlimited yang di berikan Elvier saat mereka pindah ke Dubai. ATM khusus untuknya dan masih atas nama Elvier. Jadi laporan keuangan yang masuk dan keluar akan terhubung langsung pada Sang Pangeran.


Yasmine menyeka saos cabai di bibirnya dengan tissue, dengan santai Yasmine memainkan ponsel untuk sekedar bertukar chat dengan para saudaranya di Indonesia. Yasmine bahkan belum menyadari kalau ada dua orang pria yang selalu mengawasi gerak geriknya sedari tadi.


"Putri Yasmine?"


Yasmine menegakan kepala kala mendengar seseorang memanggilnya, dahinya berkerut saat melihat Kaviar sudah berdiri di sampingnya.


"Iya," sahut Yasmine.


Walaupun Yasmine sedikit tidak nyaman dengan keberadaan Kaviar saat ini, namun sebisa mungkin sang Princess bersikap baik baik saja.


"Kau sendirian?" tanya Kaviar basa basi.

__ADS_1


Bahkan tanpa izin Yasmine, sang Putra Mahkota menggeser kursi yang ada di sebelah wanita itu. Yasmine tidak bisa berbuat apa pun saat ini, karena ini tempat umum bukan kawasan istana Albarack.


Yasmine hanya menggeser sedikit kursi yang dia duduki agar menjauh dari Kaviar. Wanita itu kembali memakan kentang goreng dan minumannya, tanpa menghiraukan Kaviar yang terus saja menatapnya penuh minat.


"Kau sangat cantik Princess," ujar Kaviar tak tahu malu.


Pria itu terus saja mengembangkan senyum, kala melihat lirikan tajam terkesan sinis Yasmine. Sepertinya Kaviar mulai tidak waras, pria berjambang dan berbulu lebat itu terus saja tersenyum pada Yasmine.


"Dari zigot aku memang sudah cantik." tukas Yasmine.


Dia tidak akan terbang hanya karena di gombali rayuan murahan Kaviar, siluman buaya gurun ini memang begitu manis saat bertutur kata. Yasmine yakin kalau Kaviar sudah banyak mematahkan hati wanita. Wanita bermanik mata hitam bulat itu menggulirkan pandangannya ke arah lain.


Bahkan sekarang Yasmine dapat mendengar kekehan kecil dari mulut pria itu, entah apa yang Kaviar tertawakan Yasmine pun tidak tahu.


Wanita berambut panjang itu memutar bola matanya malas mendengar ocehan Kaviar, yang terus saja menggombalinya. Saat ini ingin rasanya Yasmine menyumpal mulut pria itu menggunakan heels kesayangannya. Sekuat tenaga Yasmine manahan tangannya agar tidak bergerak ke arah bawah, dia tidak ingin membuat keributan di tempat umum. Cukup di istana Albarack saja dirinya membuat ricuh, agar suami dan keluarganya di Indonesia tidak malu karena ulahnya.


Yasmine yang sedari tadi menulikan telinga, karena terus saja mendengar ucapan manis Sang Buaya Gurun, terlihat membulatkan kedua mata saat melihat pria jangkung kesayangannya dari balik pintu kaca.

__ADS_1


Kenapa suaminya bisa menemukan dia secepat ini? padahal Yasmine ingin membuat Elvier kelabakan setengah mampus karena kehilangan jejaknya. Yasmine mendengus pelan, dia yakin kalau di dalam resto ayam goreng dan burger ini ada mata mata.


Yasmine mulai panik, dia masih belum mau bertemu dengan Elvier. Dia masih kesal pada si supermodel, walaupun dalam hatinya berkata lain. Yasmine ingin memeluk tubuh tinggi kekar itu dan bergelayut manja di lengan bertato suaminya.


Tapi tidak untuk saat ini, Yasmine tidak akan luluh hanya karena senyuman manis para siluman buaya gurun. Dia harus mempertahankan egonya kali ini, tidak boleh lemah hanya karena tatapan sayu dan lembut Elvier, seperti saat mereka tengah bercin-,


Tidaaaakk!


Yasmine menggelengkan kepalanya pelan, saat bayang bayang Elvie kembali mengganggu egonya kala pria itu memasukinya dengan lembut dan penuh perasaan.


"Putri Yasmine?!"


Wanita itu tersentak kala Kaviar memegang tangannya dengan lancang. Bahkan siluman buaya gurun itu memberikan belaian lembut di punggung tangannya, membuat Yasmine bergidik ngeri.


Yasmine menarik tangannya dengan cepat, namun saat dia kembali melihat Elvier mulai mendekat sebuah ide gila terlintas di otak cantiknya.


'Saatnya balas dendam, Sayang.' kekeh Yasmine didalam hati.

__ADS_1



TAHAN DOLO, KITA ISI AMUNISI


__ADS_2