Jerat Cinta Sang Player

Jerat Cinta Sang Player
Semakin Candu


__ADS_3

Pukul 07.15 pagi waktu Dubai


Elvier menggosok rambutnya yang basah menggunakan handuk kecil, jangan tanya kenapa dia keramas pagi ini.


Pria yang hanya memakai handuk di pinggang itu mendekat pada Yasmine, dengan langkah perlahan tidak lupa senyuman kecil di salah satu sudut bibirnya, saat melihat Yasmine sibuk memilihkan pakaian untuk dia pakai hari ini.


Kedua mata Elvier menatap liar pada tubuh Yasmine, terutama pada bagian belakang wanita yang masih memakai kimono tidurnya. Dua bongkahan itu menggodanya untuk lebih mendekat, bahkan menyentuhnya.


Kulit putih mulus tanpa cacat, dengan bagian belakang yang cukup seksi, pinggang ramping, sangat pas untuk Elvier dekap setiap saat.


Pria bertatto di lengan dan pahanya itu tersenyum geli, kenapa dia baru menyadari kalau istrinya ternyata begitu seksi. Kemana saja dia selama ini? apa karena tidak ingin membuat Yasmine hamil, dia sampai membutakan hati serta matanya.


Elvier menggigit bibirnya gemas, perlahan satu tangannya terulur hendak meraba dua bongkahan mengkal nan seksi milik Yasmine.


"Aku pilih yang ini aja deh,"


Ucapan Yasmine yang tiba tiba membuat tangan Elvier menggantung di udara, padahal sedikit lagi dia bisa menyentuh bo*kong seksi wanitanya.


Elvier semakin memejamkan kedua mata, saat melihat Yasmine berbalik. Dia yakin kalau saat ini wanita itu tengah menatap aneh padanya, dirinya sudah seperti om om pedofil yang sedang mengincar gadis kecil nan polos untuk dia kencani.


"Kamu lagi ngapain?"


Elvier menghela napas pelan, akhirnya pertanyaan itu keluar juga dari bibir istrinya. Pria berhanduk itu membuka kedua mata, perlahan Elvier mengikis jarak pada Yasmine. Jangan lupa senyuman maut sang Pangeran, yang membuat Yasmine mengernyitkan dahinya, heran.


"El?" panik Yasmine saat Elvier tiba tiba menggendongnya.


Kedua netra hitam bulat Yasmine berkedip cepat saat melihat tatapan lembut terkesan sayu suaminya. Wanita itu yakin kalau saat ini Elvier tengah birahi, entah kenapa semenjak mereka melakukan senja pertama beberapa waktu yang lalu, Elvier seperti tidak ingin lepas apa lagi jauh darinya.


"Jangan memakai baju sialan ini saat aku tidak ada!" ucap Elvier dengan suara rendah dan serak.

__ADS_1


Yasmine tidak tahu harus menjawab apa, wanita itu hanya mengangguk patuh. Dia heran kenapa Elvier tiba tiba seperti serigala kelaparan yang siap memakan mangsanya. Padahal semalaman Yasmine sudah memberikan bekal kehidupan pada Elvier, sampai pagi menjelang dengan jeda beberapa puluh menit saja.


Benar benar ganas! tapi Yasmine suka.


"Cuma orang sinting yang pakai lingerie di depan umum," sungut Yasmine.


Kedua bibir Yasmine mencebik kesal mendengar ucapan suaminya, memangnya siapa yang berani memakai pakaian haram ini di luar kamar. Hanya wanita yang memiliki harga diri rendahan saja yang berani memakainya di depan pria asing.


"Kenapa kau senang sekali mengumpat, hm?" ucap Elvier gemas.


Pria jangkung itu menggesekan ujung hidung mancungnya pada hidung Yasmine, entah kenapa wangi Jasmine dan vanila yang menguar dari tubuh sang Princess, selalu membuatnya rileks. Padahal untuk sebagian orang wangi Melati adalah wangi yang begitu murahan, tapi tidak untuk Elvier. Semenjak senja indah itu seluruh aroma yang ada di tubuh istrinya, sudah menjadi candu baginya.


Walaupun Yasmine belum sempat mandi, seperti sekarang ini. Tapi Elvier tetap saja menempel layaknya Cicak dan dinding, bahkan tanpa canggung pria itu menyerukan wajahnya di ceruk leher Yasmine.


"El? aku belum mandi," ujar Yasmine.


Yasmine yakin kalau Elvier sengaja melakukan itu, agar dia tidak memakai pakaian yang memamerkan bahu mulusnya.


"Cantik kan?" puji Elvier.


Yasmine berdecak kecil saat melihat wajah berbinar suaminya, pria yang masih setengah naked itu semakin melebarkan senyum kala melihat hasil karyanya.


"Sengaja banget sih-," gerutu Yasmine.


"-turunin! aku mau mandi!" titah Yasmine lagi.


Wanita berlingerie merah menyala itu memaksa turun dari gendongan Elvier, walaupun tidak rela Sang Pangeran Kedua terpaksa menurunkan Sang Princess.


"Mandilah, hari ini aku akan membawamu keluar dari sini." ucap Elvier, sembari membuka handuknya tanpa ragu setelah dia menurunkan Yasmine dari gendongannya.

__ADS_1


"Jalan jalan?!" seru antusias sang Princess.


Bahkan Yasmine belum menyadari kalau handuk yang Elvier sudah terlepas, menampilkan tubuh full naked suaminya.


"Katakan saja seperti itu," sahut Elvier penuh rahasia.


Yasmine memutar bola matanya malas, Elvier terkadang menyebalkan untuknya. Walaupun akhir akhir ini pria berdarah Arab Turki ini selalu membuatnya melayang jauh ke nirwana, apa lagi saat mal-,


"ASTAGA DRAGON BALL!" pekik kencang Yasmine, saat kedua matanya menyadari si Lobak Arab tengah menggodanya.


Wanita itu segera berlari menuju kamar mandi, Yasmine tidak ingin paginya yang indah dan segar ini harus kembali berlelah ria, karena sang Lobak Arab menggodanya kembali untuk menanamkan bibit super di Oase nya.


Sedangkan Elvier hanya terkekeh mendengar pekikan Yasmine, dia juga tidak segila itu, kalau harus membuat Yasmine kelelahan siang dan malam.



**MANDI TEROOSSS


HOLLA ASSALAMUALAIKUM MET PAGI EPRIBADEH


GIMANA KABAR KALIAN HARI INI


PUASA LANCAR


UDAH PADA SAHUR


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA


SEE YOU NEXT PART MUUUAACCHH**

__ADS_1


__ADS_2