Jerat Cinta Sang Player

Jerat Cinta Sang Player
Tidak Bisa Marah Terlalu Lama


__ADS_3

Selepas semua kejadian beberapa waktu yang lalu, kini Yasmine dan Elvier tengah berada didalam lift. Rencananya, mereka berdua akan menuju kesalah satu resto dan hotel yang menyajikan pemandangan bawah laut- semacam akuarium raksasa yang menjadi background di sana- yang masih berada di dalam Burj Khalifa. Yasmine sengaja mengajak Elvier kesana, sebelum mereka menatap di rumah sakit, karena jadwal operasi cangkok hati Elvier akan di lakukan beberapa hari lagi.


Bahkan Yasmine sudah memindahkan semua anggota keluarganya ke apartment. Dia tidak akan membiarkan para siluman ular kadut merecoki keluarganya. Yasmine juga berharap Kaviar tidak akan memancing emosi suaminya sebelum operasi cangkok hatinya terealisasikan. Yasmine tidak ingin emosi Elvier naik turun, dan itu bisa menyebabkan mental Sang Pangeran sedikit terganggu mengakibatkan waktu operasi kembali di undur.


"Kamu udah mastiin kalau Papi enggak bakalan tau kan?" Elvier menoleh, salah satu sudut bibirnya terangkat kala melihat wajah khawatir istrinya.


Elvier paham kenapa Sang Princess begitu khawatir, sebenarnya dia juga takut kalau Gentala mengetahui operasinya, Elvier takut Gentala akan membawa Yasmine pulang ke Indonesia, karena memiliki suami sakit sepertinya.


"Aku sudah menyuruh Murad dan Eraz menjaga mereka agar tetap berada di sana, mereka hanya tahu kalau kita akan bulan madu." Elvier semakin melebarkan senyum kala melihat semburat merah di kedua pipi Yasmine.


"Mine?" panggil Elvier.


Suara deepvoice nya terdengar serius, satu tangan Elvier terulur untuk meraih tangan kecil Yasmine yang selalu tenggelam didalam genggamannya. Pria berkemeja hitam itu menelan salivanya susah payah, kedua sorot mata setajam Elangnya menyendu pada Yasmine.


Disaat Elvier tengah menatap tak terbaca pada Yasmine, justru wanita bergaun baby blue itu hanya mengernyitkan dahi pada Sang Pangeran.


"Hiduplah dengan baik, kalau seandainya aku tidak sel-,"

__ADS_1


"Aku bakalan benar benar benci sama kamu, kalau kamu lanjutin itu!" sela Yasmine.


Binar di wajahnya meredup, berganti dengan tatapan tidak suka. Kedua mata wanita itu memicing tajam pada Elvier, lalu dengan cepat Yasmine mengalihkan pandangannya ke luar jendela mobil.


Sedangkan Sang Pangeran- pria itu memaklumi kekesalan istrinya. Elvier hanya berpikir logis, bukannya setiap tindakan pasti akan ada resikonya. Apa lagi ini adalah operasi besar, sudah pasti hidup dan mati akan menjadi temannya nanti.


🐎


🐎


🐎


Sebenarnya apa yang di ucapkan Elvier tadi, sudah bersarang di dalam pikirannya sejak lama. Pikiran buruk itu terus saja menghantuinya- tapi Yasmine berusaha mengenyahkan semua pikiran negatif itu. Dia harus yakin kalau semuanya akan baik baim saja.


"Kau masih marah?"


Yasmine tidak bersuara, wanita itu malah mengeratkan rangkulannya di lengan bertato Elvier- seakan tengah menyalurkan rasa khawatirnya. Harusnya Elvier tidak pernah berbicara seperti itu, harusnya pria itu tahu seberapa khawatirnya dia saat ini.

__ADS_1


"Mine?"


Yasmine menghela napas pelan, wanita yang tingginya hanya sebahu Elvier itu mendongak, padahal kedua kakinya sudah bertumpu pada heels 10 centi meter- tapi tetap saja tubuh menjulang Elvier tidak bisa dia samai.


"Iya aku masih marah!" tukasnya.


"Tapi, gak bisa lama. Sayang banget suami ganteng aku dianggurin lama lama, nanti malah di bawa tante tante." sambungnya lagi.


Yasmine semakin mengeratkan dekapannya, kedua sudut matanya melirik tajam ke setiap wanita yang menatap penuh minat pada suaminya.


"Kayak gak pernah lihat cowok ganteng aja sih!" ketus Yasmine.


Elvier yang mendengar itu hanya mengulum senyum, dia melepas rangkulan tangan Yasmine- dan itu berhasil membuat wanitanya mendelik. Namun seperdetik kemudian semburat merah hadir di kedua pipi Sang Princess, saat Elvier mengecup dahinya dan merangkul pinggang kecilnya dengan mesra.


Bisakah Yasmine marah lebih lama lagi pada Elvier? sepertinya tidak. Pria itu terlalu manis di setiap sikap dingin yang ditunjukan pada dirinya.


__ADS_1


AKU GAK BISA ELLLL


__ADS_2