Jerat Cinta Sang Player

Jerat Cinta Sang Player
Waktu Berdua 2


__ADS_3

Yasmine menarik lengan Elvier, membawa pria jangkung itu menuju kamar mereka. Menaiki serta menuruni undakan anak tangga yang sangat banyak, itu sudah menjadi kebiasaan mereka berdua.


Padahal Ommar sudah mempersiapkan lift, tapi sepertinya benda itu hanya di pakai dalam ke adaan darurat.


"Mine?"


Elvier berseru kecil kala melihat Yasmine hendak tersungkur ke depan,  kalau saja Elvier tidak sigap meraih pinggang Sang Princess- entah apa yang akan terjadi pada hidung minimalis wanita itu.


Semakin berkurang ukurannya?


Sementara Yasmine malah tertawa kecil melihat wajah khawatir suaminya, bahkan saat Elvier membopongnya- tawa Yasmine semakin menggema.


Keduanya larut dalam kebersamaan yang sederhana, namun terlihat begitu manis di kedua mata orang yang melihat keromantisan Sang Pangeran dan Putri kesayangannya.


Yasmine semangat mengeratkan pelukannya di leher Elvier, wanita bergaun biru pastel itu membulatkan kedua mata- saat Elvier menyerang bibirnya secara tiba tiba. Padahal mereka belum sampai di tempat tujuan, masih banyak mata yang memperhatikan keduanya.

__ADS_1


"Tetap manis seperti biasanya," bisik Elvier, saat tautan bibir keduanya terlepas.


Sedangkan Yasmine tidak berbicara apa pun, wanita itu memilih menyerukan wajahnya di leher Sang Pangeran. Perlakuan manis Elvier selalu membuatnya salah tingkah hingga meleleh bagaikan lilih terbakar api.


Walaupun tidak jarang Elvier juga sering membuatnya kesal, menyebalkan, semua ucapannya yang tidak mau di bantah, otoriter dan keras kepala. Tapi itu semua tidak dapat mengalahkan kegemasan Sang Pangeran di mata Yasmine.


"Aku mau berendam, El." pinta Yasmine.


Sang Princess segera memberi intruksi, saat Elvier hendak membawanya ke arah tempat tidur. Karena Yasmine tahu apa yang akan terjadi setelah mereka berada di tempat nyaman itu.


Senyuman Yasmine melebar kala melihat Elvier membawanya kedalam kamar mandi. Bahkan wanita itu tidak mengalihkan pandangannya ke arah lain, kedua mata hitam bulatnya hanya terpaku pada ke indahan Tuhan Yang Maha Sempurna.


"Tunggu di sini!" titah Elvier.


Pria itu meletakan Yasmine di atas westafle, sedangkan Elvier sendiri berjalan menuju bathup. Dengan cekatan Elvier menyalakan kran air hangat, tidak lupa memberikan banyak aromaterapi di dalamnya. Tangan berotot itu sudah basah terkena air rendaman, setelah merasa sudah siap- Elvier segera bangkit dan kembali ke tempat Yasmine berada.

__ADS_1


Dengan tatapan dalam penuh hasrat, Elvier menyusuri lekukan tubuh Sang Princess. Tangannya terulur untuk menggapai wajah Yasmine, setelah mereka saling berhadapan. Tangan nakal itu perlahan bergerak menuju area belakang tubuh Yasmine, menyusuri leher, bahu dan berakhir di resleting gaun Sang Princess.


Sreekk!


Dengan sekali tarik, Elvier berhasil membukanya. Gerakan tangan serta ke ahliannya soal buka membuka sesuatu, tidak perlu di ragukan lagi. Saat ini gaun mahal yang Yasmine pakai sudah pergi entah kemana, Sang Pangeran melemparkan benda itu kesembarang arah.


Kini yang melekat di tubuh Yasmine hanya hotpants dan br*a berwarna senada. Tonjolan lumayan besar sudah terpampang di hadapan Elvier, membuat pria bertato itu tersenyum tipis.


Ukuran si botak kembar kesayangannya terlihat lebih berisi dari sebelumnya, ternyata terapi pijat dan remasnya berhasil membuat keduanya tumbuh dengan baik.


"Ayo! aku akan menemaniMu berendam," ujar Elvier.


Sang Pangeran Kedua terlihat membuka kaosnya dengan cepat, tatapan dalam dam sayunya terus saja menatap Yasmine tanpa berkedip.


__ADS_1


ADOOHHH BANG EL JANGAN DEKET DEKET😫😫😫😫


__ADS_2