
Yasmine terus saja berjalan menyusuri setiap lorong istana. Sudah hampir satu bulan lamanya dia tidak menikmati suasana istana keluarga Bangsawan Albarack.
Dan kini, dia kembali- kembali menempati istana ini, kembali ke sisi Sang Pangeran Kedua- walaupun harus mengaku sebagai orang lain. Membuat spekulasi orang orang menjadi buruk padanya. Para penghuni istana menatap sinis padanya, ada pula yang menatap penuh penasaran dengan wajahnya.
Yasmine hanya menyunggingkan senyuman tipis dibalik cadar hitam yang dia pakai. Dia masa bodoh dengan spekulasi manusia lain di istana ini, yang terpenting untuknya saat ini adalah- dia bisa bersama Elvier suaminya, dan rencana yang sudah Yasmine susun sedemikian rupa bisa segera terlaksana.
Ya, intrik di bayar intrik, licik dibalas licik. Yasmine akan mempermainkan emosi semua orang di istana ini, hingga akhirnya mereka sendiri yang akan mengakuinya.
"Haaahh, aku jadi tidak sabar," gumamnya pelan.
Wanita yang berbusana serba hitam itu menghela napas kasar, langkah anggun yang Yasmine perlihatkan- membuat seseorang mengikuti langkahnya secara diam diam. Begitu apik, hingga Sang Princess sama sekali tidak menyadarinya sama sekali.
Hingga...
Greep!
Tubuh Yasmine tersentak, kala merasakan seseorang meraih lengan kecilnya dengan kasar. Wanita itu sempat tersentak kala melihat siapa orang yang melakukan hal tidak sopan itu padanya.
"Putra Mahkota," Yasmine menaikan sebelah alisnya.
__ADS_1
Dia berusaha melepaskan cekalan di pergelangan tangannya. Kedua sorot mata hitam bulat Yasmine menatap tak gentar pada pria berjubah merah maroon itu.
"Ternyata kulit mu lebih halus dari bayanganku, Nona penari," bisiknya.
Terlihat sekali kalau dia begitu berminat pada Yasmine, padahal saat ini Sang Princess tengah memakai pakaian tertutup- beda dari yang dia pakai malam kemarin. Walaupun lengannya terekspos sempurna, tapi itu cukup sopan untuk wanita di kota segemerlap Dubai.
Ingin rasanya Yasmine membalas ucapan pria yang menjadi kakak ipar tirinya itu. Sang Putra Mahkota terlihat begitu menjijikan di kedua mata Yasmine. Ternyata pria beristri dua ini cukup serakah soal wanita, begitu Yazan melihat keseksian di hadapannya- jiwa bajingan Sang Putra Mahkota terlihat menampakan taringnya.
"Aku sarankan, lebih baik kau ikut dengan ku Nona penari. Dari pada kau ikut bersama adik tiri ku. Kau tidak akan mendapatkan apa apa saat bersamanya- karena tahta istana ini sudah aku miliki." selorohnya.
Seringai licik yang ditampilkan Sang Putra Mahkota keluarga Albarack semakin membuat Yasmine jijik. Sangat jijik, hingga Sang Princess ingin membersihkan seringai Yazan menggunakan air mendidih.
"Kau akan menjadi selir kesayangan Sang Putra Mahkota. Aku akan menja-,"
Suara seruan seorang seorang wanita dari arah belakang tubuh Yazan, membuat pria berjubah besar itu memejamkan kedua mata. Ucapannya bahkan terputus dan sepertinya dua tidak berniat untuk menyambungnya lagi.
Cekalan di lengan Yasmine pun terlepas, pria itu berbalik untuk melihat wajah istri keduanya yang terlihat memerah karena menahan amarah. Sementara Yasmine- wanita bercadar hitam itu mengusap kasar pergelangannya yang terasa sakit akibat cekalan Sang Putra Mahkota cabul.
Yasmine jadi berpikir, sepertinya Kaviar lebih bermoral dari pada Yazan. Kaviar brengsek tapi pria itu tidak pernah berkontak fisik secara langsung seperti ini.
__ADS_1
"Sayangku Haraya, ada apa hm?"
Yasmine berdecih jijik didalam hatinya. Wajah yang tampan, jabatan tinggi, dan lahir dari keluarga terhormat tidak bisa merubah kelakuan sampah seseorang.
"Apa yang sedang kau lakukan dengan suamiku?" pertanyaan yang di lontarkan Haraya, membuat Yasmine menaikan sebelah alisnya.
Kenapa wanita ini berubah 180 derajat? apa ini adalah sikap asli si selir Putra Mahkota yang sebenarnya. Haraya terlihat sinis dan menatap penuh ancaman padanya. Sepertinya Yasmine akan mendapatkan keuntungan lebih dari penyamarannya.
"Sudahlah Haraya, ayo kita ke taman! bukankah kau ingin melihat bunga Lily merah yang sedang mekar?" rayu Yazan.
Pria itu meraih pinggang Haraya, membawa Sang Selir menjauh dari Nona Penari. Kedua netra mata Haraya terus saja menatap tajam penuh ancaman pada Yasmine.
"Aku tidak akan memaafkan mu lagi kalau kau berani bermain di belakang ku!" ucap Haraya penuh peringatan.
"Tidak akan Sayang, kau hanya salah paham. Wanita penari itu yang menggodaku terlebih dahulu." kilahnya.
Dan itu masih terdengar oleh Yasmine, padahal kedua manusia itu sudah menjauh darinya.
" Yazanjing!" umpat Yasmine pelan. Satu kata yang begitu mewakili perasaannya saat ini.
__ADS_1
COBA NGOMONGNYA DEKET PAWANGNYA, BERANI KAGAK LU PANGERAN DOORPRIZE