Jerat Cinta Sang Player

Jerat Cinta Sang Player
Kehangatan Yang Dirindukan


__ADS_3

Dua hari berlalu...


Elvier sudah membaik, luka bekas operasinya pun sudah mengering. Kini dia dan Yasmine tengah bersiap pulang- sebelum anggota keluarga Prayoga curiga pada mereka berdua.


Kemarin pagi- Gentala sempat menelpon Yasmine, bertanya kapan kedua anaknya itu selesai bulan madu. Mau tidak mau Yasmine kembali berbohong, dengan alasan ingin menikmati kamar mahal dan mewah di hotel yang dia tempati. Padahal sebenarnya Yasmine tengah berbaring di atas ranjang rumah sakit bersama Elvier.


"Papi bilang kalau besok mereka bakalan pulang,"


Yasmine mendadak lesu, disaat kebahagian baru saja dia dapatkan- karena operasi cangkok hati yang Elvier jalani sukses, kini dia harus di pisahkan kembali dengan kedua orang tua serta keluarganya.


"Kalau begitu kita akan membelikan banyak buah tangan untuk Papa mertua dan yang lainnya."


Wanita bergaun selutut itu mengangguk, Yasmine berusaha mengembangkan senyum mengisyaratkan kalau dia akan baik baik saja.


"Sudah selesai?"


"Sudah!" sahut Yasmine semangat.


Dengan mesra Yasmine menggandeng lengan suaminya, sementara Elvier membawakan tas pakaian mereka dengan sebelah tangannya. Keduanya berjalan santai saat keluar dari lift, tujuan utama mereka bukan istana- melainkan apartement.


Yasmine dan Elvier akan menemui keluarga Prayoga, mereka berdua tidak akan membiarkan Gentala dan yang lainnya curiga.


Elvier membukakan pintu mobil untuk Yasmine, mobil itu diantar langsung oleh Ezar- pengawalnya. Padahal Yasmine sudah melarang Elvier menyetir, tapi pria berdarah Arab Turki itu batu. Bahkan Elvier menolak untuk duduk dikursi roda, saat mereka berjalan keluar dari rah sakit- dengan alasan terlalu lama.


Dan sekarang, pria berkepala batu itu menyetir sendiri- padahal tadi Ezar sudah menawarkan diri untuk menyetir tapi Elvier menolaknya.

__ADS_1


Suasana didalam mobil hening, Yasmine lebih memilih bersandar di lengan suaminya. Beberapa hari belakangan ini tubuhnya mudah lelah, mungkin karena terlalu banyak bergadang saat di rumah sakit.


"Tidurlah Mine," suara deepvoice Elvier membuat Yasmine semakin nyaman, hingga akhirya tertidur didalam pelukan suaminya.


🐎


🐎


🐎


Elvier menggenggam erat tangan istrinya, keduanya kini sudah sampai di apartment. Mereka sempat berhenti sejenak di depan pintu masuk, sebelum Elvier mengaktifkan pemindai kornea mata agar dia dan Yasmine bisa masuk.


"Ayo masuk!" ajak Elvier, saat pintu apartment terbuka.


Yasmine begitu sangat bersemangat, dia tidak sabar untuk bertemu dengan keluarganya- sebelum besok mereka semua harus pulang ke Indonesia.


Suara teriakan Yasmine membuat Tiur dan yang lainnya menoleh. Kedua mata mereka membola saat melihat Yasmine dan Elvier datang.


"Udah selesai bulan madunya?"


Yasmine melepaskan pelukannya dari Tiur, saat mendengar suara Gentala. Pria paruh baya itu menatap Yasmine dan Elvier secara bergantian. 


"Sebenarnya belum, tapi Papi ganggu kita terus." omel Yasmine.


Bibir wanita itu mengerucut, menandakan kalau Yasmine tengah merajuk. Dia menjauh dari Tiur, dan mendekat pada Damar dan Marvino.

__ADS_1


"Opa, Papi jahat kan? masa Yash sama El lagi bulan madu di teleponin terus. Udah kayak bapak bapak lagi mantau anak gadisnya yang pacaran." adunya pada Opa Damar.


"Papi kamu memang kebiasaan Sayang, dari kecil sampai dia tua bisanya ganggu terus. Dulu Oma sama Opa juga sering di ganggu kalau lagi mesra mesra'an."


Opa Damar dan Yasmine terdengar sedang mengeluarkan unek unek yang ada didalam hati mereka. Keduanya tidak peduli dengan tatapan Gentala yang terlihat tidak terima.


"Ayah jangan gitu dong, kapan coba Gen ganggu. Jangan suka fitnah, Bun lihat Ayah jahat sama Gen." dengan suara manja, Gentala mengadu pada Anin.


Jelas perbuatannya itu membuat Opa Damar segera mengambil ancang ancang. Dia tidak akan membiarkan putra bungsunya kembali menguasi sang istri. Karena biarpun Gentala sudah dewasa, tetap saja pria itu manja saat bersama Anin.


"Malu Gen sama uban." celetuk Bara.


Sang Kakak mencibir adik semata wayangnya, dan cibirannya itu berhasil membuat Gentala mendelik. Sedangkan Bara mendapat cubitan manja dari Agatha di perutnya.


Kebersamaan keluarga Prayoga tidak pernah lepas dari kedua mata Elvier. Hati Sang Pangeran Kedua menghangat- melihat kebersamaan keluarga istrinya.


Dia sempat berpikir, apa mungkin kalau Sang Ibu masih hidup dia dan keluarganya akan sehangat ini. Walaupun pada kenyataannya, hubungan dia dan Sang Ayah merenggang sebelum kepergian sang Ibu.



**SINI AKU ANGETIN EL


HOLLA MET PAGI EPRIBADEH


GIMANA KABAR KALIAN HARI INI

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA YA


SEE YOU NEXT PART MUUAACCHH**


__ADS_2