
"Yash pasti bakalan kangen sama kalian,"
Yasmine mendekap satu persatu anggota keluarganya, seakan tidak ingin berpisah. Hari ini Gentala dan yang lainnya akan kembali pulang ke Indonesia.
Yasmine mengantar keluarganya ke bandara seorang diri- ralat dia ditemani oleh Ezar, sementara Elvier berada di istana karena masih dalam masa pemulihan. Tapi Yasmine memberikan alasan yang berbeda pada keluarganya, kalau Elvier harus menghadiri pertemuan anggota keluarga para bangsawan dan tidak bisa di tinggalkan.
Padahal Elvier sudah memaksa untuk ikut, tapi Yasmine terus saja meyakinkan suaminya kalau dia akan baik baik saja bersama Ezar- sang pengawal.
"Jaga kesehatan Papi sama Mami, Opa sama Oma juga. Opa Merry juga, Om sama Tante juga, Kak Radja sama Kak Bell juga, pokoknya semuanya jaga kesehatan. Jangan lupa kabarin Yash kalau udah sampai, Davyn sama Gavyn jangan lupa belajar, jangan berantem terus. Lora juga ya, jangan main game terus nanti kulitnya bisa cepet keriput- Prince Onty yang paling ganteng murahin senyumnya ya biar tambah ganteng. Buat Abang Galak- jangan suka marah marah sama Kak Crystal, nanti Kak Crystal bisa ning-,"
"IYA YASMINE, IYA!"
Anggota keluarga Prayoga serempak menjawab, bahkan Yasmine sedikit terjengkit kaget di buatnya. Sang Nyonya Elvier tetkikik geli melihat wajah malas keluarganya.
"Ya udah, semuanya hati hati di jalan. I love kalian semua." ucapnya lagi.
🐎
🐎
🐎
Yasmine menyandarkan kepalanya di kursi penumpang, kedua matanya terus saja menatap ke arah luar. Setelah kepulangan keluarganya, Yasmine memutuskan untuk segera pulang.
Dia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Elvier, Yasmine khawatir kalau Elvier akan membutuhkan sesuatu saat dia tidak ada.
"Kak Ezar- nanti mampir di toko kue ya." pinta Yasmine.
"Baik, Tuan Putri," sahut Sang Pengawal muda itu.
__ADS_1
Yasmine menghela napas pelan, pandangannya kembali terarah ke luar jendela mobil. Tatapan yang semula kosong, membulat tiba tiba- kala melihat sebuah mobil melaju cepat dari arah belakang mobil yang saat ini dia tumpangi bersama Ezar.
Yasmine bisa melihat dengan jelas dari kaca spion, kalau mobil berwarna gelap itu sengaja mengikuti mobil mereka.
"Kak ada yang mengikuti mobil ki-,"
"Saya tahu, eratkan sabuk pengaman anda Tuan Putri!"
Tanpa menunggu, Ezar segera menambah laju mobilnya. Bayangkan saja betapa cepatnya laju mobil Buggati saat sang sopir menambah kecepatan maksimal. Ezar mengumpat berkali kali saat panggilannya pada Murad tidak kunjung tersambung, dia yakin kalau alat komunikasi mereka telah di sabotase.
"Tuan Putri, apa anda bisa menghubungi Pangeran Kedua?"
Yasmine yang masih oleng dan shock hanya mengangguk, dia segera mengotak atik ponselnya. Namun keadaannya sama seperti alat komunikasi yang terpasang di salah satu telinga Ezar, tidak berfungsi dengan baik.
"Nih hape kenapa sih? kenapa enggak ada sinyal?"
Ezar menoleh kesamping sekejab, kala mendengar ocehan Yasmine yang sama sekali tidak di mengerti olehnya.
Ucapan Sang Princess berhasil membuat Ezar mengumpat dalam hati, sepertinya memang ada orang yang sengaja menyabotase semuanya.
BRAK!
Baru saja Ezar hendak membuka mulut, suara hantaman dan guncangan mobil membuat dia dan Yasmine terhuyung kedepan.
"Mereka siapa sih?"
"Ada yang sengaja melakukan ini pada kita Tuan Putri, saat ini anda harus mau mengikuti perintah saya." ucap Ezar serius.
Yasmine yang mulai khawatir hanya bisa mengangguk, namun raut wajahnya dia buat setenang mungkin.
__ADS_1
"Saat saya bilang lompat! anda harus segera melepaskan sabuk pengaman buka pintu mobil lalu melompatlah, paham!"
Yasmine mengangguk patuh, kedua tangannya menggenggam erat sabuk pengaman yang membelit tubuhnya. Rasa khawatir kembali hadir saat mobil mewahnya kembali di hantam tanpa ampun dari belakang. Ezar pun terlihat sudah kewalahan, menginjak pedal rem sekuat yang dia bisa.
Menimbulkan suara gaduh, akibat gesekan yang ditimbulkan oleh ban dan aspal. Mobil Buggati merah itu semakin terdorong, bahkan Ezar merasa kalau bagian belakang mobilnya menempel sempurna pada mobil Range Rover yang tengah menghantam mereka, tanpa bisa di lepaskan lagi- seperti ada tarikan magnet.
"BUKA PINTUNYA DAN LOMPAT!"
Suara instruksi Ezar membuat Yasmine segera membuka pintu, dan berusaha membuka sabuk pengamannya.
Brukk!
Ezar segera melompat saat pintu mobil terbuka lebar, setelah dia membuka sabuk pengamannya, meniggalkan Yasmine yang masih terjebak di dalam mobil.
"PUTRI YASMINE!"
Ezar berteriak keras saat melihat mobil Buggati mereka sengaja di dorong menuju jurang. Jurang curam yang mengarah ke lautan dalam, sementara Yasmine masih belum keluar dari dalam mobil.
"PUTRI YASMINE!"
Teriakan Ezar kembali menggema, dia berlari kencang saat melihat mobil yang di tumpangi Yasmine jatuh kedalam jurang lautan. Sementara mobil Range Rover yang mendorongnya segera pergi, setelah berhasil membuat Buggati serta penumpangnya jatuh kebawah jurang.
"PUTRI YASMINE!"
Ezar melupakan kepalanya yang bocor akibat menghantam aspal, luka di tubuhnya tidak sebanding dengan nyawa majikannya saat ini. Dia tidak tahu harus berbuat apa. Apa yang harus dia katakan pada Elvier nanti? Ezar yakin kalau Sang Pangeran Kedua tidak akan pernah memaafkannya.
"Pangeran, maafkan kelalaian ku," Ezar terduduk di tanah berpasir dan berbatu, menatap kebawah jurang yang menjadi tempat kelam untuknya dan Sang Princess.
__ADS_1
I'AM SO SORRY MINE