Jerat Cinta Sang Player

Jerat Cinta Sang Player
Durasi Dan Ukuran Imbang


__ADS_3

Yasmine melenguh pelan, gadis itu menggeliat meregangkan ototnya yang kaku. Satu tangannya meraba sisi tempat tidur yang biasa Elvier tempati.


Kosong?


Kedua mata hitam bulat Yasmine perlahan terbuka, gadis itu menggigit bibir bawahnya pelan saat merasakan remuk di seluruh tubuhnya. Bahkan untuk bergerak saja rasanya Yasmine tidak mampu.


Elvier menggempurnya habis habisan tanpa ampun, ternyata bukan casingnya saja yang wow, dala*mannya pun lebih dari kata wow- tapi super mantap. Mantap, karena bisa membuat Yasmine remuk redam dalam beberapa jam.


"Aku yakin pasti robeknya gede," gumam Yasmine.


Tubuh telanjangnya lemas, rasanya Yasmine tidak ingin bangun saat ini.


"Tapi enak juga sih, kalau tau enak kayak gini kenapa enggak dari dulu." celotehnya lagi.


Yasmine mengigit gemas selimut yang membungkus tubuh full nakednya, senyumnya mengembang saat  mengingat adegan dewasa yang dia lakukan bersama Elvier beberapa jam yang lalu.


Bahkan mereka melakukannya di sore hari, bukan malam. Apa ini bisa di sebut dengan malam pertama? atau malah menjadi senja pertama?


Yasmine menggelengkan kepalanya masa bodoh. Gadis itu tidak peduli apa pun namanya, yang terpenting dia sudah merasakan dan melihat kalau yang di ucapkan Cia dan Berliana memang benar adanya.


Durasi dan ukuran sama sama imbang!


"Astaga Yasmine! otak mu mulai mesum!" pekik tertahan Yasmine.


Gadis- ralat bukan gadis tapi wanita, terlihat menaikan selimutnya sampai leher, namun senyuman kecil Yasmine tidak luntur sedikit pun. Sampai dia melihat pintu kamar mandi terbuka, kedua mata bulat itu bergulir mengarah pada seseorang yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi.

__ADS_1


Yasmine tidak dapat mengedipkan kedua mata, saat melihat Elvie yang saat ini hanya menggunakan handuk di pinggangnya. Bahkan V line pria jangkung itu bisa Yasmine lihat dengan jelas, sangat seksi dan rasanya dia ingin kembali menyentuh bagian itu.


Glek!


Pikiran kotor Yasmine semakin menjadi, kala melihat Elvier menyugar rambut basahnya kebelakang. Mungkin kalau di drama anime yang pernah Yasmine tonton, saat ini hidungnya sudah mimisan.


"Kau sudah bangun?"


Wanita itu tersentak saat melihat Elvier sudah berada di sisi tempat tidur, dan masih memakai handuknya. Sejak kapan pria jangkung ini mendekat? Elvier benar benar sudah seperti jin, mudah mendekat dan menjauh.


Yasmine tidak bersuara, wanita itu mengangguk pelan. Entah kenapa Yasmine merasa tenggorokannya kering, hingga tidak dapat bersuara sedikit pun saat melihat Elvier. Apa lagi saat dia mengingat betapa panas membaranya permainan kuda kudaan mereka tadi.


"Apa masih sakit?" tanya Elvier lagi.


Pria setengah naked itu mendudukkan diri di sisi tempat tidur, satu tanganya terulur untuk membelai lembut salah satu pipi Yasmine yang memerah. Wanita itu setengah mati menahan rasa malunya saat Elvier bertanya keadaan Oase nya setelah di nikmati oleh sang Musafir.


Jujur Oase miliknya benar benar sakit dan perih, mungkin karena ini adalah pengalaman pertama kalinya, jadi sang Oase belum terbiasa saat Sang Musafir menjamahnya.


Yasmine memejamkan kedua mata saat mengingat ukuran Lobak Arab milik sang Musafir. Mungkin antara 20 sampai 21 centi meter, pantas saja Yasmine merasa seluruh area Oase nya mati rasa.


Glek!


Wanita itu kembali menelan salivanya susah payah, bahkan Yasmine terlihat menghela napas pelan.


"Kau kelelahan?" Elvier kembali bertanya.

__ADS_1


Tangan pria itu sudah menjalar ke dagu dan rahang istrinya, dengan gerakan selembut sutra. Membuat tubuh naked Yasmine kembali meremang hebat, bulu roma di sekujur tubuhnya bangkit tak terkendali.


"Sedikit," sahut pelan Yasmine, terdengar seperti cicitan.


"Maaf," ujar Elvier tidak enak.


Karena dia yakin kalau Yasmine tidak hanya kelelahan namun juga kesakitan, kedua sudut bibir Elvier terangkat sempurna sebelum dia memberikan satu kecupan dalam dan lama di dahi wanitanya.


"Istirahatlah, kalau sudah merasa lebih baik segera bersihkan tubuh mu. Aku akan menemui Ayah sebentar, tapi kalau kau belum bisa membersihkan diri aku akan mem-,"


"Tidak usah! nanti aku mandi sendiri aja. Sekarang mending kamu pakai baju, takut masuk angin. Kalau udah pakai baju sama celana, kamu temuin Ayah mertua secepatnya." tolak halus Yasmine, tapi lebih terdengar seperti pengusiran secara halus tepatnya.


Wanita itu berusaha menampilkan senyuman manis, namun malah terlihat seperti senyuman bodoh di kedua mata Elvier, membuat pria itu mengulum senyuman geli.


"Oke My Princess," sahut Elvier.


Pria itu bangkit, namun sebelum Elvier bangkit dengan sempurna dia mendekat pada wajah Yasmine,  menyempatkan diri untuk memberikan kecupan dan sedikit lu*matan kecil di bibir Yasmine.


Setelah itu Elvier berjalan santai menuju lemari pakaiannya, meninggalkan Yasmine yang masih mengontrol detak jantung serta napasnya.



DURASI DAN UKURAN, AMAN!😎


YUHUUUUU JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA

__ADS_1


SEE YOU NEXT TOMORROW


BABAAASYYY MUUUAACCHH


__ADS_2