
Plak!
"Yang Mulia!"
Satu tamparan keras di layangkan Lavera pada Haraya, wanita bergaun merah menyala itu menatap rendah pada Haraya- wanita muda yang sudah resmi menjadi menantu keduanya.
Lavera mengabaikan seruan penuh peringatan Yazan dan Ommar, bahkan saat ini Yazan tengah di cekal oleh Jalal dan Yaser. Sementara Ommar- Sang Tuan Bangsawan masih shock dengan kejadian ini. Pria tua itu menatap tidak percaya pada putra pertamanya, dia kira kejadian yang dialaminya dulu tidak akan pernah menghampiri keturunannya. Tapi ternyata semua itu masih berlanjut, Apa ini yang dinamakan karma? karena dia sudah menyakiti Ennet- wanita yang dia cintai tanpa tapi, hingga putra dari wanita keduanya mengikuti jejak hidupnya.
Bahkan tadi Ommar segera membubarkan pesta mewah Sang Putra Mahkota, ditambah lagi Kaviar murka pada Yazan dan keluarga Albarack, setelah melihat perlakuan Yazan terhadap adiknya.
Dan sekarang Keluarga Bangsawan Abraham tengah menenangkan diri di istana bagian kiri, sementara Zorra- wanita yang tengah hamil muda itu terus saja menangis di dalam pelukan adiknya- Zoyya.
Wanita itu tidak bisa berbuat apa pun, saat tadi dia akan memberikan perhitungan pada selirnya, Yazan segera melindungi wanita perebut itu.
"Wanita rendahan sepertimu tidak pantas menyandang sebagai menantu Albrack!" hina Lavera.
"Yang Mulia!" seru Yazan, dia tidak menerima segala ucapan Ibunya pada Haraya.
"Aku kira kau sudah mati setelah mengugurkan bayi sialan itu! tapi ternyata kau kembali kedalam hidup Putra Mahkota. Berapa harga tubuhmu Haraya, aku akan membayarnya dan setelah itu tinggalkan Putraku!" hinaan demi hinaan Lavera layangkan pada Haraya.
__ADS_1
Disaat semua mata menyudutkannya, Haraya terlihat tenang dan tidak panik sama sekali. Baginya ini sudah biasa, bahkan beberapa tahun yang lalu dia mendapatkan perlakuan yang lebih buruk dari pada ini.
Lavera dengan tega mengaborsi bayinya, agar dia tidak bisa meminta pertanggung jawaban Yazan. Bahkan dengan tega wanita tua itu memutar balikan fakta. Saat Yazan mengetahui kehamilannya, Lavera menuduh kalau dia hanya ingin uang, untuk mengugurkan janin yang ada didalam rahimnya.
Dan dengan bodohnya Yazan percaya begitu saja, karena saat itu Sang Putra Mahkota melihatnya terbaring di bankar dalam keadaan tidak sadarkan diri, setelah dokter merenggut buah hatinya.
Dari sanalah hubungan mereka terguncang dan berakhir tanpa kata selesai, kemudian Haraya mendengar kalau Yazan dijodohkan oleh Lavera dengan Zorra- putri dari Keluarga Bangsawan Abraham. Bertahun tahun Haraya depresi, di usianya yang masih muda kala itu membuat Hara belum bisa berpikir jernih. Berulang kali dia melakukan percobaan bunuh diri, namun selalu saja gagal.
Hingga akhirnya dia dan Yazan bertemu kembali, pertemuan tidak sengaja mereka membuat benih benih cinta kembali tumbuh dan semakin tumbuh. Pada akhirnya mereka menikah tanpa sepengetahuan keluarga Albarack dan Zorra tentunya. Haraya tidak peduli dengan status yang disandang Yazan- sebagai suami orang.
"Kau tidak akan bisa membayarnya Yang Mulai Permaisuri, harga nyawa anakku tidak sebanding dengan kekuasaan atau bahkan nyawamu. Dan ya, aku senang bisa kembali ke tempat ini. Tempat dimana aku pernah mendapatkan perlakukan buruk dari Ibu- kekasihku, yang kini sudah resmi menjadi SUAMIKU. Aku senang sekali bisa kembali bertemu dengan ibu mertua." ucap Haraya tenang.
Salah satu bibirnya terangkat, membentuk senyuman tipis terkesan sinis, yang dia tunjukan pada Lavera dan Zorra.
Elvier tidak akan membiarkan tubuh Yasmine terbuka lebih lama lagi, kalau saja Ommar- sang Ayah tidak mewanti wantinya agar ikut, Elvier akan lebih memilih membawa Yasmine kedalam kamar mereka dari pada ikut menyaksikan ke tololan saudara tirinya.
"Jadi dulu cewek itu mantannya kakak tiri kamu, El?" bisik Yasmine.
Wanita itu merapatkan tubuhnya pada Elvier, yang kebetulan tengah memangkunya. Yasmine terlihat seperti seorang anak yang tengah duduk di atas pangkuan Ayahnya.
__ADS_1
Cup!
Bukannya menjawab Elvier malah memberikan kecupan singkat di bibir Yasmine. Membuat wanita bergaun hitam itu mendelik penuh peringatan.
"Entahlah aku tidak tahu! mungkin saja, kau tahu sendiri kalau aku tidak hidup di neraka ini, Mine." sahut tak acuh Elvier.
Pria itu tidak peduli, toh dia juga tidak tahu apa yang terjadi selama dirinya di asingkan oleh Sang Ayah. Bukannya Elvier tidak mampu mengetahui apa yang sedang terjadi pada Keluarga Albarack selama ini, dia hanya tidak peduli lagi dengan mereka.
Maka dari itu Elvier benar benar tidak mengatahui apa yang sudah terjadi pada Yazan dan istri mudanya, dulu.
"Kasihan banget ya, dulu dia hamil tapi ke guguran. Apa mungkin si kepala suku siluman ular kadut yang ngelakuin itu, El?" bisik Yasmine lagi.
Kedua matanya berbinar mengharapkan jawaban dari suaminya, namun ternyata itu hanya angan belaka. Elvier mengedikan bahunya tak peduli, Sang Pangeran Kedua malah semakin mengeratkan dekapannya pada Yasmine.
Sedangkan Yasmine- wanita muda itu berdecak kecil. Sungguh itu bukan jawaban yang dia inginkan, sepertinya Elvier bukan orang yang cocok untuk dia ajak meng'ghibah. Yasmine harus mencari orang yang tepat.
Wanita itu menipiskan bibir kala mendapatkan ilham dengan cepat, sudut matanya mengarah pada remaja perempuan yang tengah mengusap usap punggung Ayah mertuanya terlihat tengah memberikan ketenangan.
Laela!
__ADS_1
PLIN PLAN SIH LU PANGERAN DOORPRIZE!