Jerat Cinta Sang Player

Jerat Cinta Sang Player
Jangan Sampai Orang Lain Tahu


__ADS_3

Disinilah mereka sekarang, di dalam bathup yang berisikan busa dan aromaterapi. Yasmine memejamkan kedua mata kala merasakan pijatan ringan di bahu serta punggungnya. Sang Princess begitu menikmati servis geratis yang di berikan Elvier untuknya.


Walaupun terkadang bibir nakal Elvier ikut serta menyentuh pundak serta tengkuk polosnya.


"Maaf kan aku," ujar Elvier tiba tiba.


Satu tangannya menyusuri goresan bekas luka cambuk yang ada di punggung putih mulus Yasmine. Tangannya kembali terkepal saat dia gagal memenuhi janji pada Davyn dan Gentala, untuk melindungi Sang Princess.


Cuppp!


Elvier mengecup bagian itu begitu lama dan dalam, rasa sesal tengah Elvier tumpahkan lewat ciuman itu. Dalam hatinya bertekad, tidak akan pernah ada lagi orang yang menyakiti Yasmine- apa lagi sampai membuatnya terluka.


Sementara Yasmine- wanita itu tersenyum tipis saat merasakan kecupan Elvier di area punggungnya. Satu tangan Yasmine mengusap lembut kepala Sang Pangeran tanpa berbalik. Yasmine malah menyandarkan tubuhnya dengan nyaman di dada polos Elvier.


Kedua matanya masih terpejam, sepertinya Yasmine tidak ingin lagi membahas hal yang sudah lalu. Wanita lebih memilih menjadikan kejadian itu sebagai pengamalan barunya, karena seumur hidupnya baru itulah Yasmine merasakan yang namanya cambukan.


"Dua hari lagi kamu operasi kan, El?" tanya Yasmine mengalihkan topik pembicaraan mereka.


Wanita itu bergerak pelan guna mencari tempat ternyaman nya, membuat Elvier menggeram rendah- kala merasakan sesak di bawah sana.


"Hm-," sahut Elvier.

__ADS_1


"Gimana kalau Papi sama yang lainnya tau?" tanya Yasmine lagi.


Entah kenapa Yasmine tidak ingin orang lain tahu kalau Elvier tengah sakit. Yasmine lebih menyukai kalau Elvier di kenal kejam dari pada lemah, di mata semua orang. Dia tidak akan membiarkan keluarganya mengetahui sakit yang di derita oleh Elvier, apa lagi anggota keluarga Albarack.


"Gimana kalau kita bulan madu aja?" usul Yasmine, saat Elvier tidak kunjung bersuara lagi.


"Kita bilang sama mereka, kalau bakalan bulan madu di- dimana ya?" Yasmine menjeda ucapannya sejenak.


"Ah di Al Mahara! bukannya itu hotel yang ada akuariumnya kan? kayaknya seru kalau kita main kesana El." lanjut Yasmine dengan wajah berbinar.


Wanita itu mendongak, guna melihat ekspresi wajah suaminya.


Pria jangkung itu semakin mengeratkan dekapannya, kecupan di tubuh Yasmine pun semakin menjadi saja. Membuat wanita itu pasrah, Yasmine lebih memilih untuk menyandar nyaman di tubuh suaminya. Dia tidak sabar bertemu dengan orang baik itu, semoga saja sang pendonor mau menemuinya sekali saja.


Di sisi lain...


Seorang pria berpakaian khas Timur Tengah, melangkah cepat menuju istana Albarack. Kedua rahangnya mengeras- menandakan kalau dia tengah dilanda emosi. Bahkan beberapa pengawal yang mengikutinya terlihat sedikit kesulitan mengimbangi langkah panjangnya.


"Dimana Tuanku?" tanya pada salah satu pengawal istana Albarack.


"Pu-Putra Mahkota?" sahutnya gugup.

__ADS_1


"Ku tanya sekali lagi, dimana Tuanku Ommar?!"


"Tu-Tuanku ada di istana sayap kiri, Pang-,"


Belum sempat sang Pengawal menyelesaikan ucapannya, pria berjambang itu segera melangkah menuju lokasi. Langkah angkuh serta arogannya membuat perhatian semua orang tertuju padanya.


Dia tidak menerima keadaan adik keduanya saat ini, padahal beberapa waktu yang lalu adik pertamanya di perlakukan dengan buruk oleh keluarga ini- walaupun dia juga tidak dapat menyalahkan Yazan, karena para Selir bukan hal tabu untuk para Pangeran serta Raja di kalangan Bangsawan.


Tapi untuk penyiksaan yang di alami oleh adik keduanya, dia benar benar ingin memberikan sedikit pelajaran pada si pelaku.


Lalu apa jadinya kalau sang pelaku adalah orang yang dia suka atau bahkan sudah dicintainya?



**GAK USAH ESMOSI, KITA MASIH LEBARAN


YUHUUU JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA YA


SEE YOU NEXT TOMORROW


BABAYYYY MUUAACCHH**

__ADS_1


__ADS_2