
"Bagus, ini baru wanitanya Prayoga."
Ucapan Gentala berhasil membuat Yasmine terperangah, begitu pula dengan Elvier. Mereka berdua kira Sang Papi akan marah, atau mengomel karena sudah membuat gaduh di istana ini.
"Papi enggak marah sama, Yas?" tanyanya masih belum percaya.
Sudut matanya melirik Elvier yang juga masih terdiam, bahkan Yasmine sudah meremas gemas jari jemari suaminya.
"Kamu sedang mempertahankan milik kamu, terus salahnya dimana? kalau ada orang yang tidak menerima perlakuan kamu pada wanita itu, tunjukan pada Papi yang mana orangnya." cetus Gentala.
Kedua mata Gentala menatap satu persatu wajah orang orang yang ada di ruangan itu. Dahinya berkerut kala melihat Yasmine dengan polosnya menunjuk pada Kaviar.
Terlihat seperti seorang anak yang tengah mengadu pada Sang Papi, mengadukan kenakalan teman bermainnya.
"Dia?" tanya Gentala memastikan.
Yasmine mengangguk antusias, wajahnya terlipat sebal, ekspresinya begitu tidak suka saat melihat Kaviar tersenyum tipis pada Papinya.
"Hei kau!" seru Gentala tanpa ragu.
"Kalau berani hadapi Suaminya!" sambung Gentala sembari menepuk pundak Elvier.
__ADS_1
"Papi yakin kamu bisa melindungi Yasmine. Jangan lama lama, kita tunggu kelanjutannya." ucap Gentala lagi.
Satu matanya berkedip pada Yasmine, membuat wanita muda itu menghela napas kasar. Dia kira sang Papi akan melakukan sesuatu pada Kaviar, dan yang lainnya. Ternyata semua kembali pada Elvier- suaminya. Kalau soal itu bukannya memang sudah menjadi tanggung jawab Sang Pangeran Kedua, melindunginya hidup atau pun mati.
"Loh kita gak jadi baku hantam nya, Om?"
Galaska menatap heran pada Gentala, sang Paman tersenyum tipis sembari menepuk bahunya pelan.
"Elvier bisa mengatasinya, inilah kesempatan kita buat lihat seberapa bisanya Sang Pangeran melindungi Sang Putri." bisik Gentala.
Sudut mata pria setengah baya itu melirik pada Kaviar, salah satu sudut bibirnya terangkat kala menyadari kalau pria berwajah Timur Tengah itu begitu mengagumi putri kesayangannya.
'Pesona titisan mantan buaya memang tidak bisa dihindari.' kekeh Gentala dalam hati.
'Maaf Princess, Papi cuma mau lihat apa pernikahan denda'an yang Elvier lakukan sama kamu sudah berputar arah menjadi serius? atau hanya permainannya saja?' ucap Gentala dalam hati.
Ternyata tanpa Yasmine dan Elvier sadari, Gentala sudah mengetahui awal mula pernikahan keduanya terjadi. Jangan tanya Gentala tahu dari mana, semua informasi bisa dia dapatkan seminggu setelah Yasmine dan Elvier resmi menikah.
Namun pria paruh baya itu menyimpannya dengan rapat, Gentala tidak membocorkan rahasia Yasmine dan Elvier pada siapa pun. Karena dia ingin melihat apakah pernikahan keduanya memang hanya sementara, atau pernikahan denda'an itu sudah tidak berlaku lagi?
"Ayo Gala!" ajak Gentala.
__ADS_1
Kedua tangannya dia masukan kedalam kantung celana, terlihat begitu cool diusianya yang sudah tidak muda lagi. Gentala dan Barata memang terlihat begitu awet muda, wajah kedua saudara kandung itu begitu mirip dengan Damarta- Papa keduanya.
Selepas kepergian Gentala dan Galaska, Yasmine terlihat melirik pada Elvier- lalu beralih pada Kaviar yang ada di hadapannya saat ini.
"Jadi bagaimana Pangeran Kaviar? apa anda akan menghentikan semua ini atau melan-,"
"Aku akan melihat perubahan yang terjadi pada Putri Zoyya. Kalau adikku sadar dengan cepat, maka aku akan memaafkan Princess Yasmine. Tapi kalau tidak, jangan salahkan aku apa bila menuntut lebih pada Menantu keluarga Albarack ini." cetus Kaviar begitu santai.
Namun terdengar tidak santai di kedua telinga Yasmine, bahkan wanita itu takut untuk melirik pada suaminya. Karena dia yakin kalau Elvier tengah menggeram kesal, dan tidak sabar untuk menghajar si Jin Gurun.
**SABAR BANG, KITA BARU SELESAI LEBARANππ
HOLLA MET PAGI EPRIBADEH
SEHARI GAK UP RASANYA SETAHUN YAπππ,SORRY OTHOR HEALING DULU KE GRAMEDIA MA PANTAI HEHEE NYUCI OTAK WKWK
GIMANA PERASAAN KALIAN WAKTU OTHOR GAK UP KEMAREN? KESEL YA
JANGAN DONG YA
__ADS_1
OKE JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA
SEE YOU NEXT PART MUUUAACCHH**