Jerat Cinta Sang Player

Jerat Cinta Sang Player
Princess Bar Bar


__ADS_3

Yasmine menatap malas pada ketiga wanita yang saat ini tengah berdiri menjulang di hadapannya. Sebenarnya dia tidak berselera untuk melayani saudara ipar tiri serta wanita mantan calon istri suaminya itu, jangan lupa juga dengan wanita yang selalu menundukkan kepala saat kedua matanya bersitubruk dengan Elvier- suaminya.


"Ternyata Putri Yasmine baru saja menghabiskan waktu dan uang, untuk berbelanja barang sebanyak ini?" sindir Zorra secara langsung.


Sang Putri Mahkota menatap satu persatu paper bag bermerk milik Yasmine, dengan tatapan seakan tidak percaya. Seakan dia mengisyaratkan kalau Yasmine hanya wanita mata duitan yang menikahi Sang Pangeran Kedua- atau adik ipar tirinya.


"Oh tentu saja, aku memang baru saja menghabiskan waktu serta uang. Apa itu merugikan mu kan Putri Zorra? sepertinya tidak, karena aku memakai uang suamiku bukan uang suami orang apa lagi suamimu." balas Yasmine santai.


Dia tidak akan terpancing dengan sindiran saudara ipar tirinya, selagi Zorra hanya membahas dirinya bukan keluarganya, Yasmine akan mencoba sabar dia tidak akan menunjukan sikap bar barnya, dan lebih memilih adu mulut dengan Sang Putri Mahkota.


Zorra terlihat menyunggingkan senyuman sinis, wanita beroutfit super mahal itu mendudukan diri didekat Kaviar, tepat di depan Yasmine. Sedangkan Zoyya lebih memilih duduk di sebelah Zorra yang berdekatan dengan langsung dengan Yasmine.


Sementara Elvier dan Zallima masih setia berdiri, Sang Pangeran Kedua berdiri di belakang kursi yang di duduki oleh istrinya, sedangkan Zallima berdiri di belakang kursi Zorra. Karena kebetulan kursi yang ada di resto itu hanya ada 4 buah, karena Elvier terlalu panik- pria itu bahkan lupa untuk duduk.


"Tapi semua kelakuan mu itu menunjukan kalau seorang Putri Yasmine, ternyata hanya menginginkan uang Pangeran Kedua saja. Kau sepertinya memanfaatkan sekali statusmu dan situasi ini ya, Putri. Apa kedua orang tuamu tidak pernah memberikan semua kemewahan saat kau masih di Indonesia? sehingga anak perempuannya bersikap seperti ini, sama seperti wanita di luaran sana yang hanya mengincar uang para pria kaya." cemo'oh Zorra.


Bahkan wanita itu menatap rendah pada Yasmine, namun Yasmine masih diam. Sedangkan Elvier, pria itu hendak mendekat pada saudara ipar tirinya namun Yasmine mencegah dengan menahan lengannya.


Kedua sudut mata mereka bertemu, Yasmine seolah mengisyaratkan untuk tetap diam pada suaminya. Sementara Zorra dan Zoyya semakin memcemo'oh melihat keterdiaman Yasmine. Kaviar? pria berbulu itu lebih memilih melipat kedua tangannya di dada, sembari bersandar santai melihat kedua adiknya terus saja menyerang Yasmine.


Zallima? kelima manusia itu tidak menganggapnya ada, Zallima seakan makhluk halus tak kasat mata disana.


"Kenapa kau terdiam Putri Yasmine, apakah yang di ucapkan oleh Kakak ku itu benar adanya. Kedua orang tuamu sangat miskin hingga menjualmu pada Pangeran Kedua, agar kehidupan mu dan kedua orang tuamu lebih baik dari sebelumnya." Zoyya yang melihat keterdiaman Yasmine ikut mencemo'oh.

__ADS_1


Wanita itu merasa menang setelah berkali kali di kalahkan oleh gadis kecil ini. Zoyya semakin percaya diri kalau dia bisa membuat Elvier berpaling dari Yasmine.


"Aku sudah mengira kalau semua itu benar, ternyata kau adalah barang jualan kedua or-,"


Bruuk!


Ucapan Zoyya terhenti saat Yasmine dengan kejamnya menekan kepala wanita itu pada meja. Secepat itu, bahkan Elvier yang sudah melangkah pun kalah cepat oleh Yasmine. Kaviar dan Zorra menganga tak percaya, bahkan mereka lupa kalau wanita yang tengah berada didalam cengkraman Yasmine adalah Zoyya- saudara mereka.


"A-apa yang k-au lakukan? lepaskan a-aku!" rintih Zoyya.


Bukannya merasa kasihan, Yasmine malah semakin menekan kepala wanita itu hingga membuat Zoyya sedikit kesulitan untuk bernapas. Kesadaran Kaviar dan Zorra pun kembali setelah mendengar rintihan Zoyya. Sang Putri Mahkota memekik keras melihat keadaan adiknya saat ini.


"APA YANG KAU LAKUKAN PADA ZOYYA?! LEPASKAN TANGANMU PUTRI YASMINE! KAU BISA MEMBUNUH ADIKKU!" pekikan keras Zorra membuat atensi para pengunjung mengarah ke arah mereka.


"Bergerak sedikit saja, ku patahkan lehermu!" ucap dingin Yasmine, penuh dengan peringatan.


Zorra menelan saliva susah payah, dia merasa kasihan melihat adiknya. Namun keadaannya saat ini juga tidak baik, bahkan sangat tidak baik. Kalau dia bergerak sedikit saja, heels tajam itu akan menancap di batang lehernya.


"Pu-Putri Yasmine, tolong lepaskan adik-,"


"Diam di tempatmu Kaviar! kalau kau masih ingin melihat kepala adik kesayanganmu itu utuh!" ucap Elvier penuh peringatan.


Kaviar bahkan tergagap melihat ke bar baran Yaemine, Sang Putra Mahkota keluarga Abraham masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Kedua matanya mengerjab cepat melihat tatapan dingin Yasmine yang tertuju pada kedua adiknya.

__ADS_1


Sedangkan Elvier, pria jangkung itu melangkah mendekat pada Kaviar, menatap penuh peringatan agar Sang Putra Mahkota diam ditempat dan tidak membuat Sang Princess semakin murka.


Sementara Yasmine, sang Princess bar bar masih menatap nyalang pada Zorra dan Zoyya. Wajah imut nan manisnya berubah datar terkesan dingin, tekanan kaki serta tangan Yasmine semakin kuat membuat kedua wanita itu memekik.


"Kalian pikir karena aku diam, kalian berdua bisa melakukan apa pun- termasuk merendahkan kedua orang tuaku. Harus kalian tahu, kedua orang tuaku bisa saja memberikan apa pun yang ada di dunia ini tanpa harus menjual anak nya sendiri pada pria kaya. Sepertinya disini kalian berdua yang sedang membicarakan diri kalian sendiri, di jual orang tua demi jabatan, tahta dan uang." sarkas Yasmine, terdengar begitu dingin.


Salah satu sudut bibirnya tertarik menampilkan senyuman remeh dan penuh penghinaan pada Zorra dan Zoyta. Mereka boleh saja merendahkannya, tapi tidak untuk keluarga dan kedua orang tuanya. Gentala dan Tiur sudah berhasil mendidiknya menjadi gadis mandiri, tangguh, bertanggung jawab, walaupun sedikit manja.


Gentala dan Tiur tidak pernah menuntut apa pun darinya, apa lagi soal materi. Bahkan kedua orang tuanya mampu membelikan seluruh isi dunia untuknya. Jadi, Yasmine tidak akan diam kalau ada mulut busuk berani merendahkan Gentala dan Tiur, begitu pun dengan anggota keluarganya yang lain.



**LIRIKAN MU NENG


HOLLA ASSALAMUALAIKUM MET PAGI EPRIBADEH


GIMANA KABAR HARI INI


PUASA LANCAR


UDAH PADA SAHUR


JANGAN DUKUNGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA YA

__ADS_1


SEE YOU NEXT PART MUUAACCHH**


__ADS_2