Jerat Cinta Sang Player

Jerat Cinta Sang Player
Hanya Dia Yang Layak Disisi ku


__ADS_3

"Kau tidak mau pulang?" tanya Elvier untuk kesekian kalinya.


Pria itu mengernyitkan dahinya heran, saat melihat wajah berbinar Yasmine saat bermain air. Hanya bermain air seperti itu saja Yasmine terlihat senang. Apa lagi saat Hisan ikut mendekat padanya, Yasmine semakin tidak ingin jauh dari sana.


Dengan jahil gadis bercelana jeans panjang itu menyiramkan air danau pada Hisan dan Elvier.


"Mine?" suara Elvier kembali terdengar untuk kesekian kalinya.


"Bentar lagi El! lihat Hisan masih mau mandi. Iya kan, kamu masih mau aku mandi'in?" celoteh Yasmine sembari menyiramkan air pada tubuh Sang Kuda.


Kuda jantan itu mengikik, seakan dia juga ikut merasakan kebahagian istri teman sekaligus majikannya.


"Baju mu basah, Mine. Nanti kau masuk angin, ayo keluar dari air!" kali ini ucapan Elvier berhasil membuat Yasmine mengangguk pasrah.


Sangat terlihat jelas kalau gadis itu tidak rela meninggalkan permainannya bersama Hisan.


"Wajahnya tidak usah di tekuk begitu! percuma aku tidak akan memberikan tambahan waktu lagi!" tukas Elvier kejam.


Pria jangkung itu tidak akan memberikan toleransi waktu lagi pada Sang Princess. Waktu tambahan 15 menit yang Elvier berikan sudah lebih dari cukup.


"Kamu jahat," ejek Yasmine.


Gadis itu segera memakai kembali jaket serta sepatunya, bibir tipis merah muda itu terlihat berkomat kamit membaca mantra.


"Sudah dari lahir," sahut Elvier seadanya.


"Aku benci kamu!" Yasmine mulai lagi.

__ADS_1


"Aku juga," balas Elvier tak acuh.


"Dasar siluman bunglon!" pekik tertahan Yasmine.


Gadis itu terlihat geram karena Elvier selalu membalas ucapannya, padahal yang Yasmine inginkan adalah Elvier diam tak membalas ucapannya. Yasmine sungguh merepotkan bukan bestie?


"Ayo anak itik, kita pulang!" Elvier kembali menimpali, bahkan terkesan mengejek.


"El!" pekik Yasmine tidak terima saat Elvier mengatainya anak itik.


Walaupun sebenarnya benar kalau Yasmine seperti anak itik yang tidak mau keluar dari air.


"C'mon Mine!" ajak Elvier lagi.


Yasmine yang masih kesal pada pria jangkung itu, hanya menghentakan boot hitam wedges nya kererumputan hijau.


Elvier mengulum senyum kala melihat wajah tertekuk gadisnya, Yasmine terlihat seperti bocah remajaย  SMP bila seperti ini. Apa lagi saat gadis itu mengulurkan kedua tangannya minta untuk di gendong.


๐ŸŽ


๐ŸŽ


๐ŸŽ


Yasmine terus saja bersandar nyaman di tubuh Elvier, gadis itu tidak peduli kalau saat ini Elvier tengah kesusahan mengendalikan Hisan karenanya.


Tidak lama mereka bertiga sampai di arena peternakan dan kadang Kuda. Elvier segera turun saat laju lari Hisan berhenti sepenuhnya.

__ADS_1


"Bisa turun sendiri?" tanya Elvier jahil.


"El!" pekik kesal Yasmine saat suaminya itu terus saja menjahilinya.


"Baik lah baiklah, ayo turun My Princess!" ucap Elvier sok romantis.


Kedua tangannya sudah siap meraih tubuh ramping Yasmine, dan...


Hap!


Yasmine mendarat sempurna di dalam dekapan Elvier, bahkan keduanya tertawa kecil sembari berpelukan.


"Wah aku tidak menyangka kalau kau bisa menunggangi Kuda, padahal aku ingin sekali menjinakan kuda ini sejak awal kesini." suara seorang pria membuat tautan tubuh Elvier dan Yasmine terlepas.


"Pangeran Kaviar Abraham," gumam Elvier pelan, namun masih dapat di dengar oleh Yasmine.


"Apa ini istrimu?" celoteh Kaviar lagi.


"Cantik, pantas saja kau menolak perjodohan itu dulu. Padahal adikku yang kau siksa kemarin itu tidak kalah cantik dengan gadis ini." lanjutnya.


"Tapi sayangnya adik mu atau siapapun, tidak akan pernah layak berada di sisiku-," balas Elvier tajam.


Elvier merangkul pinggang Yasmine posesif, menunjukan siapa yang berada di disinya.


"-karena hanya dia yang layak berada di sisiku!" lanjut Elvier penuh penegasan.


__ADS_1


IYA BANG IYA, KAGAK USAH ESMOSI KITA MAKAN ESKRIM AJA NYOK


__ADS_2