Jerat Cinta Sang Player

Jerat Cinta Sang Player
Luka Di Dua Tempat Berbeda


__ADS_3

Yasmine menatap tak berkedip saat tiba didalam kamar yang akan di tempati olehnya dan Elvier. Ruangan ini berkali kali lipat lebih besar dan lebih mewah dari pada kamarnya yang ada di apartment bahkan rumahnya sendiri.


"Mandilah, aku akan ke balkon," ujar Elvier.


Belum sempat Yasmine membalas ucapannya pria itu sudah berlalu menjauh darinya. Si Pangeran menyebalkan itu menyuruhnya mandi, tapi tidak memberikan pakaian ganti padanya. Lalu nanti dia harus memakai apa? tidak mungkin kan Princess Yasmine memakai pakaian yang sama untuk kedua kalinya.


Tapi kalau dia tidak membersihkan diri, rasanya tidak nyaman sekali. Yasmine berdecak kesal, kalau saja Elvier masih tidak jauh darinya, Yasmine pastikan sepatu heels yang dia pakai saat ini akan mendarat di atas kepala pria itu.


"Ck menyebalkan! aku harus pakai apa nanti?" gerutu Yasmine, namun tak elak dia tetap melangkah menuju kamar mandi.


Sementara di balkon sana, Elvier tengah menelepon seseorang. Dari nada bicaranya, mereka tengah terlibat obrolan serius.


"Tua bangka itu menginginkan cucu dariku! dia semakin mempermainkan  ku Paman!" keluh Elvier.


"Kau sudah menikah El, apa susahnya. Berikan dia cucu sebanyak yang di inginkan Ayahmu, mudahkan!" sahut Sang Paman.


Elvier terdengar berdecak, niatnya ingin mencari solusi dari Sang Paman, justru pria tua ini malah semakin membuatnya frustasi.


"Paman tahukan apa yang sedang aku alami saat ini, tidak mungkin aku meminta hak ku pada Yasmine. Lalu setelah dia hamil, aku akan men-,"


"Lalu kau mau membuat anakmu dengan siapa, kalau bukan dengan istrimu!" tukas Paman Ahmet kesal.


Elvier meraup wajahnya kasar, satu tangannya menggenggam erat pembatas besi balkon.


"Aku yakin kau akan sembuh Vier, jangan pernah pesimis. Paman dan Burak sedang mengusahakan calon pendonor itu cocok dengan mu." lanjutnya.

__ADS_1


Elvier tersenyum sendu, dia meratapi hidupnya sendiri. Ingin bahagia saja rasanya susah sekali, Elvier memejamkan kedua mata guna mengontrol gejolak rasa yang ada di dada.


"Tidak akan ada hati yang cocok denganku Paman, ini sudah kesekian puluh kalinya kalian mencari. Sudahlah jangan buang waktu kalian dengan percuma, aku bisa hidup dan bekerja sampai saat ini hanya karena sokongan obat obatan yang di berikan oleh Dokter Fa'aaz." lirihnya.


"Maka dari itu aku tidak mau menyentuh istriku, aku ingin dia tetap suci sampai waktu tiba Paman. Aku tidak mau kalau anakku nanti memanggil Ayah pada orang lain, di saat Yasmine memutuskan untuk mencari pengganti ku setelah aku mati!" tukas Elvier selanjutnya.


Paman Ahmet terdiam, pria tua itu tidak mengeluarkan suara sedikit pun.


"Aku tidak akan pernah menyentuh Yasmine Pam-"," ujar Elvier lagi.


Prang!


Suara pecahan sesuatu dari arah belakang, Elvier terkejut kala melihat Yasmine tengah membereskan pecahan kaca dari cangkir yang dia jatuhkan.


"Maaf-," ujar Yasmine tiba tiba.


Gadis bergaun panjang selutut ala Princess itu masih memunguti pecahan kaca dengan tangan kosong, sedangkan Elvier masih terdiam di tempatnya.


"Aawww," ringis Yasmine saat salah satu jarinya terkena goresan pecahan cangkir.


Seakan tersadar oleh ringisan Yasmine, Elvier segera menggerakkan kedua kakinya mendekat pada Sang Princess.


Grep!


Elvier meraih jari manis Yasmine yang terkena goresan kaca, lalu tanpa ragu segera memasukan jari lentik nan cantik itu kedalam mulutnya.

__ADS_1


"Lain kali kurangi sedikit kecerobohan dan kebodohan mu! gunakan sapu jangan memakai tangan secara langsung!" sarkas Elvier.


Setelah mengatakan itu Elvier segera menghempaskan tangan Yasmine, dia bangkit lalu pergi menjauh.


Sementara Yasmine, gadis itu masih menatap kosong ke arah balkon.


'Aku tidak akan pernah menyentuh Yasmine'


'Aku tidak akan pernah menyentuh Yasmine'


'Aku tidak akan pernah menyentuh Yasmine'


Gadis itu tersenyum miris kala mengingat ucapan Elvier yang tidak sengaja dia dengar tadi. Yasmine mengepalkan salah satu tangannya yang masih menggenggam sebuah pecahan kaca, membuat darah segar kembali mengalir dari telapak tangannya.


"Kau tidak mau menyentuhku El, baiklah. Kita lihat seberapa kuat iman mu itu." gumam Yasmine.


Entah kenapa dia merasa tertantang untuk membuat Sang Pangeran khilaf lahir batin.



**SEGERIN DULU AAHHH


YUHUUU JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA


SEE YOU NEXT TOMORROW

__ADS_1


BABAYYY MUUAACCHH**


__ADS_2