Jerat Cinta Sang Player

Jerat Cinta Sang Player
Bertemu Teman Lama


__ADS_3

"Elvier, kau sudah pulang?"


Seorang pria mendekat pada Elvier dan Yasmine, membuat dekapan mereka terlepas. Kedua mata Elvier menatap datar pada pria yang kini tengah menyunggingkan senyuman tipis padanya.


"Aku pikir Paman Ommar akan membiarkan mu selamanya di ne-,"


"Sudah lama kita tidak bertemu, Yaser." Elvier dengan cepat memotong ucapan pria itu. Mereka berbicara dengan bahasa yang sama sekali tidak di mengerti oleh Yasmine.


"Yaser aku sudah selesai, ayo kita pul- Elvier?!" suara seorang wanita membuat ke dua pria itu menoleh, termasuk Yasmine.


Saat Yasmine akan menjauh dari Elvier, gerakannya terhenti saat pria itu mengencangkan cengkeraman di pinggangnya. Bahkan Elvier menarik tubuh Yasmine agar semakin merapat padanya.


"Hallo Zallima, lama tidak bertemu." ucap datar Elvier.


Salah satu sudut bibirnya terangkat saat melihat wajah terkejut wanita itu. Sementara Yasmine, gadis itu tersiksa di dalam dekapan Elvier, karena dia tidak dapat bergerak bahkan bernapas.


"K-kau sudah kembali?" ucapnya tergagap.


Elvier semakin melebarkan senyumannya kala mendengar ucapan Zallima, namun tatapan kedua matanya tetap sama datar dan menusuk.


"Ya, aku sudah kembali. Kenapa? apa kau takut kalau aku sedikit bermain dengan Ayah mu, nanti." kekeh Elvier.


Satu tangan Elvier mengusap lembut pucuk kepala Yasmine agar gadis itu tetap diam.


"Sudahlah Zallima, lebih baik kita pulang. Paman Ommar dan Ayah mu harus tahu semua ini." bujuk sang pria yang bernama Yaser.

__ADS_1


"Tapi-,"


"Ayo!" ajaknya penuh paksaan.


Yaser segera menarik Zallima agar menjauh dari Elvier dan Yasmine, sementara Elvier terus saja melemparkan senyuman tipis namun mengandung banyak arti. Elvier bersyukur Yaser segera membawa pergi Zallima dan tidak bertanya tentang apa pun padanya.


Zallima, adalah wanita yang membuat dia di depak dengan mudah oleh Permaisuri. Zallima dan Ayahnya- Jalal, membuat Elvier di fitnah dengan begitu kejam dengan menuduh Elvier sudah berbuat tidak senonoh pada wanita itu.


Sedangkan Yaser, pria itu adalah teman masa kecil Elvier yang kini lebih pro pada sang putra mahkota, setelah dia mendapatkan kedudukan dan uang berlimpah dari Lavera dan Yazan Rasyid Albarack- sang putra mahkota.


"Ayo kita pulang!" ajak Elvier.


Pria itu segera melepaskan dekapannya dari tubuh Yasmine, lalu membawa sang gadis pergi dari tempat itu.


"Mereka siapa El? teman kamu?" tanya Yasmine, gadis itu masih sangat penasaran dengan kedua orang tadi.


Pria itu menggenggam telapak tangan Yasmine dengan erat, membelah jalan agar sang Princess dapat berjalan dengan mudah. Yasmine berdecak, dia merasa tidak puas mendengar jawaban suaminya.


"El?" panggil Yasmine.


"Apa?" sahut Elvier tanpa mau mengalihkan pandangannya.


"Aku lapar," rengek Yasmine.


Brugh!

__ADS_1


"Aww- kalau mau berhenti itu nge'sen dulu! hidung aku sakit tau! lihat udah pesek tambah pesek!" omel Yasmine.


Dia menatap kesal pada Elvier yang berhenti secara tiba tiba, membuat Yasmine menabrak lengan suaminya. Karena sedari tadi Elvier terus saja menarik lengannya, membuat Yasmine harus berjalan sedikit menjauh dari sang model.


"Kita makan di rumah!" final Elvier.


Tanpa mau mendengar ocehan sang istri, Elvier kembali menarik lengan Yasmine. Dengan kesal Yasmine menghentakkan kedua kakinya di lantai Mall, rencana yang sudah di susun rapi gagal begitu saja.


Bahkan Jey aka Snowy yang tengah dia gendong hanya menatap padanya, tanpa bersuara sedikit pun. Sepertinya kucing putih itu tahu kalau sang bestie tengah kesal pada Tuannya. Jadi Jey aka Snowy lebih memilih jalur aman, yaitu diam dan tertidur di gendongan Yasmine.



PULANG SAYANG ADEK GIGIT NIH, RRWWWW



**CUCI MATA DAN OTAKπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


HOLLA ASSALAMUALAIKUM MET PAGI EPRIBADEH


GIMANA PUASANYA?


GIMANA KABAR HARI INI


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA YA

__ADS_1


TANDAIN KALO ADA YANG TYPO


SEE YOU NEXT PART MUUUAACCHH**


__ADS_2