Jerat Cinta Sang Player

Jerat Cinta Sang Player
Depresi


__ADS_3

Dengan tergesa Elvier dan Yasmine menaiki puluhan anak tangga kapal, yang mengarah ke deck.


Dengan langkah meraba, Yasmine berusaha mengimbangi langkah panjang suaminya- dengan cara terus saja bergelayut di lengan kokohnya. Sesekali Yasmine menoleh kebelakang, seakan tengah memastikan sesuatu.


"Apa yang kau lakukan pada ku, Haraya?"


Pekikan seorang wanita yang begitu terdengar jelas, semakin membuat Yasmine dan Elvier mempercepat langkah. Mereka yakin sekali sekarang, kalau Haraya membawa Zorra ketempat tinggi ini.


"Kakak madu, kau sudah sadar? oh- bagus lah itu lebih baik," ujarnya penuh cemo'oh.


"Kau sudah gila! lepaskan a- emmphh!" ucapan Zorra terputus, kala Haraya kembali membekap mulut Zorra menggunakan kain yang sempat dia gunakan.


"Kau terlalu berisik, aku tida suka. Aku lebih suka ketenangan, kau harus tahu itu Kakak madu." kekeh Haraya, terdengar begitu mengerikan di kedua telinga Zorra.


Wanita berwajah khas Timur Tengah itu memindai Zorra dari atas hingga bawah, kedua mata Haraya terpaku sejenak- saat melihat perut buncit Zorra yang masih bisa dia lihat, walau pun di remang malam.


"Wah, aku melupakan dia,"


Zorra menggeleng cepat, kala melihat Haraya semakin mendekat padanya. Seringai di kedua bibir Haraya membuat Zorra khawatir setengah mati. Dia khawatir kalau Sang Adik Madu akan melakukan hal yang bisa membahayakan janinnya.


"Jangan takut, aku hanya ingin menyapanya saja," bujuk Haraya pelan.

__ADS_1


Namun Zorra tetap memberontak, kala jari jemari Haraya mulai menyusuri perut buncitnya. Memutar halus dan pelan, membuat Zorra semakin di landa rasa takut.


"Sssttt, don't cry! aku hanya ingin menyapanya. Hallo baby Yazan, perkenalkan aku adalah-,"


Jantung Zorra semakin bertalu kencang, kala merasakan usapan tangan Haraya terhenti- bahkan ucapan sang madu pun terjeda sejenak.


"Aku adalah- yang akan menyingkirkan mu dan ibu mu," sambungnya pelan, di akhiri dengan tawa tanpa nyawa yang saat ini Haraya gemakan.


Membuat kedua orang anak manusia, yang sedari tadi bersembunyi di balik tembok segera keluar. Mereka berdua memang sangat tidak menyukai Yazan dan Zoyya, tapi sangat kejam dan tidak punya hati- kalau mereka berdua membiarkan Haraya berbuat semaunya.


"Hentikan Haraya! kalau kau melakukan hal itu pada Zorra dan bayinya, lalu apa bedanya kau dengan mereka- sama sama pembunuh bukan?" tukas Yasmine.


Zorra yang tadinya sudah pasrah, terlihat kembali memiliki kesempatan untuk tetap kuat, walaupun dia harus menahan siksaan yang di berikan oleh Haraya. Zorra di gantung disisi kapal, yang langsung mengarah ke bawah lautan. Bayangkan saja, kalau dia terjatuh dari ketinggian itu- rasa yang akan Zorra alami adalah sakit, sakit, sakit, sakit dan mati.


Apa setelah semuanya terbongkar, Haraya memutar haluan rencana yang sudah dia susun serapih mungkin.


"Jangan berani mendekat! aku tidak segan segan meremasnya, kalau kalian tidak menurut!" gertak Haraya.


Saat ini sang selir benar benar terlihat begitu kacau, kedua matanya memerah karena menahan emosi, rambut panjangnya sudah tidak berbentuk lagi, persis seperti orang yang kabur dari rumah sakit jiwa.


Elvier dan Yasmine saling lirik, di suasana gelap dan licin seperti ini- membuat pergerakan mereka akan menjadi sedikit sulit. Apa lagi pencahayaan yang saat ini keduanya gunakan hanya berasal dari ponsel milik Elvier.

__ADS_1


BLAAM!


Sebuah lampu sorot yang begitu terang mengarah ke arah mereka, membuat semua kegelapan seketika sirna. Pemandangan yang tadinya begitu mengerikan di mata Yasmine, kini terlihat begitu- eksotis untuknya. Berdiri tegap diatas dek kapal, yang tingginya mencapai puluhan meter- membuat Yasmine menelan salivanya susah payah.


"Lepaskan Putri Zorra, Haraya!" teriakan Ommar, membuat Elvier dan Yasmine menghela napas lega.


Tidak lama kemudian, banyak langkah kaki menuju ketempat di mana mereka berada saat ini. Ommar dan Yazan datang bersama beberapa pengawal, mereka menatap tidak percaya pada Haraya- sang selir terlihat kacau begitu pun dengan Putri Mahkota.


"Yang Mulia tolong, aku!" pintanya dengan memohon.


"DIAM!" sentak keras Haraya.


Kedua mata Haraya menatap nyalang pada Zorra, namun kemudian beralih ada Yazan- yang terlihat belum bergerak sama sekali.


"Kau ingin menyelamatkan istrimu, suamiku?" cemo'ohnya.


"Bukankah kau juga mengingingkan Putri Mahkota mati, agar kita bisa selalu bersama hm?" sambungnya lagi.


Yazan tetap bergeming, kedua matanya terlihat ragu untuk melangkah- membuat Elvier dan Yasmine di buat kesal setengah mati. Selain otaknya yang sebesar biji sawi, nyali Yazan pun ternyata hanya sebesar biji zaroh.


__ADS_1


SABAR YA PUTRI ZORROK


__ADS_2