Jerat Cinta Sang Player

Jerat Cinta Sang Player
Antara Hak Dan Ego


__ADS_3

Yasmine memejamkan kedua mata kala merasakan sapuan Elvier mulai merambat ke area lehernya. Bahkan gadis itu dapat merasakan hembusan napas hangat Elvier diarea tengkuknya.


Aroma Lavender mulai tercium dari air yang membasahi tubuh Yasmine, aroma menenangkan itu membuat dia tidak mau membuka kedua matanya.


"Berbalik!"


Seakan terhipnotis, Yasmine membalikan tubuhnya menghadap Elvier. Namun kedua mata sang gadis masih terpejam, selain menikmati aroma Lavender yang menguar dia juga tengah menikmati sapuan lembut yang Elvier lakukan saat ini.


Tanpa Yasmine sadari kalau sedari tadi Elvier terus menatap dalam padanya, sapuan lembutnya semakin menjadi kala tangan sang Pangeran Terbuang mulai mengenai dua bukit botak berukuran minimalis berbentuk simetris serta eksotis milik Yasmine.


Bahkan secara tidak sadar Yasmine meremas salah satu lengan suaminya, secara reflek dia memiringkan kepala agar Elvier bisa dengan mudah membersihkan area lehernya. Kalau saat ini Yasmine terlihat biasa saja, lain lagi dengan Elvier. Sang Pangeran berusaha agar tidak kehilangan kontrol.


"El?" panggil Yasmine pelan.


"Hm," sahut Elvier gugup.


Sapuan tangannya pada permukaan kulit Yasmine semakin intens, kedua netra tajamnya tidak lepas dari ekspresi wajah sang gadis.


"Mine?" kali ini giliran Elvier yang memanggil.


Handuk kecil yang menyapu tubuh Yasmine, kini sudah berubah menjadi jari jemari besar milik Elvier. Pria itu kehilangan kontrol saat melihat tulang selangka, leher putih jenjang serta bagian tersembunyi lainnya yang ada di tubuh indah gadisnya.


"Apa?" sahut Yasmine seadaanya.


Sapuan halus nan lembut itu membuat kedua mata Yasmine terbuka, sang gadis di buat tidak dapat berkata kata lagi saat melihat Elvier sudah berada tepat di depan wajahnya.


Bahkan napas hangat Sang Pangeran menghembus hangat di wajah Princess Yasmine. Kedua netra mereka saling bertautan, semakin mendekat dan mendekat lagi hingga hidung mancung Elvier menyentuh ujung hidung kecil sang Princess.

__ADS_1


Ini adalah perdana untuk mereka berdua, bersentuhan fisik lebih intim dari sekedar memegang tangan.


"Sepertinya aku akan menjilat ludahku sendiri," gumam Elvier.


Satu tangannya terulur untuk menyapu bibir bagian bawah Yasmine, bibir tipis nan merah itu membuat jiwa jantannya kembali bangkit. Selain kedua bukit botak yang saat ini sudah tak berjarak dengannya.


"Jangan lakuin itu kalau kamu gak cinta sama aku," lirih Yasmine.


Kedua mata hitam bulatnya menatap sendu pada Elvier, Yasmine tahu saat ini Elvier tengah terangsang. Walaupun pria ini sudah berhak atas tubuhnya, namun Yasmine tidak ingin melakukan hal yang paling indah dalam hidupnya, dengan pria yang belum atau bahkan tidak akan pernah mencintainya.


"Ekhem! maaf," ujar Elvier menutupi kegugupannya.


Pria itu memejamkan kedua mata sejenak, Elvier mengusap wajahnya kasar sembari menyugar rambutnya kebelakang.


"Aku ke kamar mandi dulu," ucapnya lagi.


Brak!


Bahkan pintu kamar mandi pun menjadi sasarannya, entah apa yang akan Elvier lakukan didalam sana, hanya dia, Tuhan dan para sabun yang tahu.


Sedangkan Yasmine, perlahan kedua sudut bibir gadis itu terangkat semakin lebar dan lebar lagi, menampilkan senyuman penuh kemenangan.


"Dikit lagi, lihat siapa yang mau di sentuh duluan." cibir Yasmine.


Gadis itu terkikik geli, bahkan Yasmine sampai mengigit handuk kecil bekas mengelap tubuhnya.


"EL, KAMU NGELAP NYA BELUM SELESAI, BAGIAN BAWAHNYA BELUM!" Yasmine sengaja membesarkan suaranya, agar Elvier mendengar dengan jelas.

__ADS_1


Namun tidak ada sahutan dari dalam sana, Yasmine semakin terkikik geli kala melihat wajah tergoda yang Elvier tampilkan tadi.


"El, ja-,"


"Maaf, aku tidak bisa melakukannya untuk bagian itu. Aku akan keluar sebentar, setelah kau selesai berteriak saja." sahut Elvier memotong ucapan Yasmine, saat pria itu baru keluar dari kamar mandi.


"Tapi aku kan gak bisa nunduk, kalau di paksa nunduk lukanya ketarik, sakit El." cicit Yasmine, diam diam kedua sudut bibir gadis itu terangkat sedikit, hanya sedikit.


Sedangkan Elvier memainkan ujung lidah di bibirnya, bahkan pria itu menggulirkan kedua matanya ke sana kemari menghindari wajah memelas istrinya.


"Tapi kalau kamu gak mau, gak apa apa biar aku yang bak-,"


"Kemari lah, aku akan membantumu. Semoga saja para jin gurun sudah pergi dari kamar ini." ucap frustasi Elvier, menyela ucapan sang Princess.


Yasmine tidak kuat lagi untuk menahan tawanya, namun sebisa mungkin gadis itu mengigit serta mengulum kedua bibirnya rapat, saat melihat wajah frustasi sang Pangeran Terbuang.


'Kena kan, emang enak.'


Kekeh Yasmine dalam hati, dia ingin melihat apakah Elvier akan meminta haknya sebagai suami, atau memilih mempertahankan ego serta harga dirinya saat ini.



**BINGUNG EL, SAMA OTHOR JUGA😂😂😂


YUHUUUU JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA


SEE YOU NEXT TOMORROW

__ADS_1


BABAAYY MUUAACCHH**


__ADS_2