
"Sudah siap?"
Yasmine mengangguk, gadis itu meraih mantel tebal yang akan dia pakai. Karena cuaca hari ini sedikit tidak bersahabat, hujan turun sejak tadi subuh membuat Yasmine begitu kedinginan. Entah kenapa udara di negara ini lebih dingin ketika hujan dan akan lebih panas saat cerah, sedikit lebih ekstrim dari cuaca di Indonesia.
"Pakai ini!"
Elvier memberikan sebuah benda kecil pada Yasmine, bahkan pria yang sudah berpenampilan santai itu segera memasangkannya di telinga Yasmine.
"Jangan pernah kau lepaskan! alat ini akan mengartikan semua ucapan mereka nanti. Kau tidak bisa berbahasa Arab kan?" ucap Elvier tidak mau di bantah.
Yasmine mengangguk kembali, satu tangannya menyentuh benda kecil yang terpasang di lubang telinganya.
"Tapi kalau kau bisa berbahasa Inggris, gunakan saja." lanjut Elvier.
Sang Supermodel segera meraih kunci mobil serta jaketnya, Elvier segera melangkah keluar di ikuti oleh Yasmine. Gadis bergaun selutut itu terlihat memajukan bibirnya beberapa centi meter, dalam hati Yasmine menggerutu kesal. Bahasa Inggris yang dia kuasai tidak terlalu fasih dan banyak, semoga saja dia tidak sampai mempermalukan dirinya sendiri nanti.
"El?" panggil Yasmine.
Gadis itu memilin ujung jaket yang di pakai Elvier, keduanya saat ini tengah berada di dalam lift. Elvier menoleh saat merasakan tarikan di jaketnya, satu alisnya terangkat saat melihat Yasmine mendongak padanya.
"Apa?" sahut Elvier tak acuh.
Yasmine melipat bibirnya mendengar tanggapan tak acuh suaminya, Elvier memang sudah berubah menjadi suliman bunglon sedari kemarin. Pria keturunan menara sutet ini sepertinya memiliki kepribadian ganda, bisa dilihat dari sikapnya yang selalu berubah ubah setiap waktu.
__ADS_1
"Emm- bahasa Inggris aku hancur banget. Aku takut kalau nanti keluarga kamu gak su-,"
"Sebisa kau saja, jangan pernah menahan hati. Keluarkan apa pun yang ingin kau keluarkan saat bersama mereka nanti!" ucap Elvier terlihat serius.
Namun belum bisa di cerna dengan sempurna oleh Yasmine, gadis itu hanya menatap tanpa berkedip lalu menganggukkan kepala patuh.
🐰
🐰
🐰
Yasmine menatap bangunan besar dan mewah ala timur tengah yang kini ada di hadapannya. Kedua matanya terus saja menelisik setiap sudut area bangunan yang mirip sekali dengan istana yang pernah dia lihat di film Aladin.
Yasmine belum menyahut, gadis itu masih sibuk dengan pikirannya saat ini. Kenapa Elvier membawanya ke tempat ini? lalu tempat apa ini sebenarnya? atau mungkin Elvier akan menjualnya ke salah satu saudagar kaya atau sultan di negara ini? rasanya Yasmine belum percaya kalau ini adalah kediaman keluarga suami denda'annya.
Bisa saja bukan? dia kan pernah membuat si model mata duitan itu rugi ratusan milyar rupiah, tanpa menggantinya sama sekali sepeser pun. Lalu sekarang Elvier akan menjualnya demi mendapatkan semua ganti rugi.
Yasmine menggelengkan kepala cepat, dia tidak menyangka Elvier melakukan ini padanya. Jadi sikap manis yang dia tampilkan beberapa waktu yang lalu hanya kamuflase belaka? benar benar si siluman bunglon breng-,
Tok
Tok
__ADS_1
Tok
"Ayo keluar!"
Lamunan Yasmine pecah saat mendengar ketukan di jendela kaca mobil, gadis itu segera membuka pintu mobil tanpa ingin beranjak dari tempatnya.
"Ini dimana?" tanya Yasmine penuh tuntutan.
"Tempat yang kau tanyakan sejak kemarin, ayo turun!" Elvier membuka pintu mobil, dan segera mengeluarkan Yasmine.
"Kamu gak bakalan jual aku kan, El?" cicit Yasmine.
Elvier menghentikan langkah, salah satu alisnya terangkat mendengar ucapan sang istri. Satu sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman geli.
"Tidak ada yang mau membeli gadis doyan makan seperti mu, Mine. Kau hanya akan membuat para orang kaya di Dubai bangkrut dalam sekejap." ejek Elvier.
Yasmine menatap horor pada suaminya, kalau saja mereka tengah berada di apartment, Yasmine jamin punggung kokoh dan lebar itu tidak akan selamat dari hantamannya.
"Ayo Mine! kenapa kau lama sekali!" ucap Elvier lagi, membuat Yasmine semakin menaikan rasa kekesalannya pada Elvier.
PRINCESS YASMINE
__ADS_1