Jerat Cinta Sang Player

Jerat Cinta Sang Player
Princess Milik Elvier Milles


__ADS_3

Tatapan Yasmine terus saja tertuju pada tembok, saat ini dia benar benar tidak ingin melihat Elvier. Apa lagi sedari tadi si model mata duitan itu terus saja mengerjainya, mulai dari pakaian yang dia siapkan katanya tidak cocok, celana jeans kurang pas, sampai cela*na dal*am mahalnya yang terpaksa Yasmine siapkan dengan susah payah terasa tidak nyaman bagi Elvier.


Padahal kan dalaman itu sudah terbiasa Elvier pakai, dengan merk yang sama, ukuran tidak ada beda, dan harganya tidak murah. Lalu apa yang membuatnya tidak nyaman saat di pakai?


"Aku sudah menyiapkan surat kepindahan mu, dan kepindahan kuliahmu." ujar Elvier.


Pria itu menunduk untuk menatap Yasmine yang sedari tadi mengalihkan pandangan darinya. Lihat saja, gadis kecilnya ini sampai salah memasangkan kancing kemejanya karena kedua mata Yasmine tidak terarah ke tempat yang benar.


"Iya," sahut Yasmine, sembari menganggukkan kepalanya pasrah.


"Minggu depan kita akan pergi ke Dubai, bersiaplah." ucap Elvier lagi.


Dan lagi lagi Yasmine mengangguk, kedua matanya terus saja menghindari wajah Elvier dan tubuh tinggi tegapnya.


"Aku akan ditertawakan orang kalau kancing yang kau pasangkan seperti ini, Mine." imbuh Elvier.


Gerakan tangan Yasmine terhenti, kedua matanya menutup kala melihat kancing yang dia pasangkan tidak simetris.


"Lepas, dan pasangkan lagi!" titah sang model.


'Cukup! aku sudah tidak tahaaannn!' pekik Yasmine dalam hati.


🐰

__ADS_1


🐰


🐰


Elvier menyunggingkan senyuman tipis kala banyak mata melirik bahkan menatapnya secara terang terangan.


Pemandangan seperti ini tidak aneh lagi untuknya, kedipan genit, kecupan jarak jauh, bahkan kecupan tak terduga sudah sering Elvier alami.


Apa lagi saat show di atas catwalk, di saat para media berburu gambarnya pasti ada saja orang, yang khususnya wanita secara tiba tiba mengecup pipinya.


"Hei! itu Elvier!" seruan seseorang membuat Elvier menoleh.


Sang model membuka kaca hitam yang bertengger di atas hidung mancungnya, Elvier sedikit melirik pada Burak yang berada tepat di sisinya.


"Apa benar kamu sudah menikah, Vier?" tanya salah satu awak media.


Elvier menaikan sebelah alisnya, dia sudah bisa menebaknya sedari awal kalau para awak media akan memburu berita tentang pernikahannya.


"Benar," jawab Elvier tenang.


Tidak ada keraguan di sana, Elvier menatap santai pada kamera yang terus saja membidiknya.


"Tapi kenapa para awak media tidak di izinkan untuk mengabadikan pernikahan kalian? bahkan kami belum mendapatkan satu foto pun, termasuk wanita yang menjadi istrimu."

__ADS_1


"Semua orang butuh privasi, saat ini aku belum mempublikasikan wajahnya. Tapi tenang saja, tidak akan lama lagi kalian bisa mendapatkannya. Aku permisi, ada pekerjaan yang harus aku selesaikan." ucap Elvier tenang.


Sang model kembali memakai kaca mata hitamnya, dia melangkah cepat di ikuti oleh Burak-asistennya. Menghindari para awak media yang merasa belum puas dengan jawaban Elvier.


"Bukannya foto pernikahan kalian ada di Instagram?" tanya Burak heran.


Elvier semakin melebarkan senyumnya, sang model menyugar rambut coklatnya kasar.


"Wajah Yasmine sengaja ku blur," sahut Elvier.


Burak memutar bola matanya, pantas saja para awak media mengejar mereka tadi. Ternyata Elvier masih menyembunyikan wajah Yasmine dengan apik.


"Mereka akan tahu setelah kita di Dubai nanti," lanjut Elvier.


Burak tertawa geli mendengarnya, dia paham apa yang tengah di rencanakan oleh sepupu sekaligus modelnya ini. Elvier masih menyembunyikan wajah Yasmine, untuk memberi kejutan pada keluarga Albarack, nanti.


Tapi kalau sampai wajah Yasmine bocor ke publik sebelum mereka berangkat, Burak yakin para awak media akan mengejar Yasmine dimana pun dan kapan pun.


Sasaran utama para pemburu gosip dan berita kali ini adalah Yasmine, sang Princess milik Elvier Milles.



MASIH MODE NYARI NAFKAH, BELUM NGASIH NAFKAH WKWKWK

__ADS_1


__ADS_2