Jerat Cinta Sang Player

Jerat Cinta Sang Player
Kedatangan Yang Di nanti


__ADS_3

"Minggu depan aku operasi cangkok hati,"


Ucapan Elvier berhasil membuat gerakan tangan Yasmine terhenti, wanita yang tengah berhadapan dengan Elvier itu mendongak. Kedua matanya menatap meminta penjelasan pada sang suami.


"Burak memberitahukan ku, kalau Paman Ahmet sudah menemukan pendonor hati yang cocok untukku. Tapi sang pendonor merahasiakan identitasnya." ucap Elvier lagi.


Kedua tangan besarnya menangkub wajah Yasmine lembut, perlahan Elvier kembali mengecap bibir tipis semerah cherry Yasmine.


"Aku bakalan nemenin kamu operasi minggu depan," sahut Yasmine penuh haru.


Kedua tangannya kembali menggosok lembut permukaan kulit dada Elvier. Membelainya perlahan dengan gerakan sensual. Hatinya teramat bahagia, karena akhirnya ada orang baik yang mau mendonorkan sebagian hatinya untuk Elvier.


Kalau Yasmine tahu siapa orang itu, dia tidak akan segan untuk mengucapkan banyak terimakasih karena sudah sudi memberikan kesempatan hidup pada suaminya.


🐎


🐎


🐎


Hari yang ditunggu Yasmine akhirnya tiba, Sang Princess terlihat berbinar tidak sabar menunggu kedatangan anggota keluarganya.


Gentala dan Tiur dijemput langsung oleh Murad dan rekannya di bandara, sementara Yasmine tidak di izinkan ikut oleh Elvier, karena wanita itu sedikit flu akibat berendam terlalu lama kemarin bersamanya.


"Pakai sweater mu, Mine." titah Sang Pangeran Kedua.


Pria itu dengan telaten membungkus tubuh kecil istrinya, bahkan Elvier tidak segan untuk memberikan pelukan hangat ternyamannya. Sesekali bibirnya memberikan kecupan dalam di pucuk kepala Yasmine dan ceruk leher Sang Princess.

__ADS_1


Elvier mendekap Yasmine dari belakang, tidak memperdulikan para mata kepo yang tengah mengintai mereka berdua. Kemesraan keduanya membuat semua orang melupakan kejadian kemarin. Dimana Yasmine hampir saja menghabisi nyawa Zoyya, kalau saja Elvier tidak membujuknya.


Bukan karena Elvier tidak suka melihat Zoyya terluka, namun karena dia tidak ingin tangan cantik dan bersih Yasmine ternoda. Jadi, biarkan dia yang bertindak nanti- kalau hukuman yang akan di berikan Yazan pada wanita itu tidak memuaskan untuknya.


"Kenapa mereka lama?" keluh Yasmine.


Kedua matanya terus saja tertuju ke arah pintu gerbang, Yasmine berharap kalau perjalanan kedua orang tuanya menyenangkan- tidak ada kendala apa pun.


"Mereka belum sampai?" tanya seseorang yang baru saja tiba.


Atensi Yasmine dan Elvier teralihkan padanya, Sang Princess mengulum senyum tidak enak kala melihat Ayah mertuanya ikut berdiri di teras istana, untuk menunggu kedatangan keluarga besannya. Sementara Elvier- pria berkemeja abu abu gelap itu tidak menanggapi sama sekali, bahkan dengan sengaja dia mengumbar kemesraan di depan Sang Ayah.


"El ada Ayah mertua, enggak usah cium cium!" protes Yasmine, saat Elvier terus saja membombardir wajahnya dengan banyak kecupan.


Namun Elvier tetaplah Elvier, dia tidak peduli dan masa bodoh. Bahkan untuk melirik Sang Ayah saja Elvier terlihat tidaklah sudi sama sekali.


"Kenapa Anda di sini Tuan ku? masuklah! Anda tidak pantas menunggu rakyat jelata seperti mereka. Harusnya mereka yang menemui mu nanti, bukan malah sebaliknya." cetus Lavera yang baru saja tiba.


"Jaga ucapan mu Permaisuri! orang yang aku tunggu adalah besan kita, bukan orang lain. Sebagai tuan rumah yang baik, seharusnya kau pun ikut menyambut kedatangan mereka." tukas Ommar tajam.


Sang Tuan Bangsawan berbicara dengan nada rendah, menandakan kalau dia sedang emosi. Ommar juga merasa tidak enak pada Princess Yasmine- menantunya. Pria berjubah Navy itu tidak ingin sang menantu kembali murka, karena sekarang Ommar sudah paham kalau Yasmine tidak akan menyerang, kalau tidak ada orang yang mengusiknya terlebih dahulu.


Wanita muda yang pemberani, tidak mengenal takut, pantas saja Elvier begitu mati matian menahan prinsipnya- yaitu menolak perjodohannya dengan Putri Zoyya. Ternyata putra keduanya akan membawa seorang wanita ke istananya, yang ternyata sang wanita memang sangat pantas bersanding dengan Sang Pangeran Kedua, di tengah intrik licik para penghuninya.


Bahkan Ommar begitu menyesali karena ketidaktahuannya perihal hubungan Yazan dan Haraya di masa lalu. Kalau saja Ommar mengetahui, Yazan sudah memiliki kekasih sebelum perjodohannya dengan Putri Zorra, tentu dia tidak akan pernah menyetujui rencana Lavera- Sang Permaisuri. Yang menyebabkan Haraya kehilangan bayinya.


"Mereka sudah tiba!" seru Yasmine girang, membuat lamunan Sang Tuan Besar terpecah.

__ADS_1


Pria tua itu menghela napas pelan, saat melihat Yasmine berlari menuju halaman istana di ikuti oleh Elvier- putranya. Putra yang pernah dia sakiti dan sia siakan, jadi wajar saja kalau Sang Pangeran Kedua tidak akan sudi lagi menatapnya. Ommar hanya berharap, Elvier akan kembali menatap hangat padanya suatu saat nanti.


"Ck! bertambah lagi beban istana ini." hina Lavera.


Ommar memicing tidak suka pada wanita itu, Lavera dan kesombongannya memang tidak pernah terpisahkan. Ommar hanya bisa menghela napas kasar, menyesal hari ini tidak akan ada artinya, bukan?


Pria tua itu lebih memilih kembali mengalihkan pandangannya, ke arah rombongan mobil mewah yang baru saja memasuki area istana. Kedua mata Ommar mengerjab kala melihat bukan hanya satu atau dua mobil saja yang datang, tapi ada enam atau 8 mobil berjenis Buggati dan Ferari dengan harga puluhan Milyar rupiah masuk kedalam istananya.


Dan Ommar yakin kalau mobil mobil itu bukan koleksi Sang Pangeran Kedua.


Siapa sebenarnya keluarga menantu keduanya ini?



OMMAR VERSI OTHOR, KAGAK DAPAT ANAKNYA BAPAK NYA PUN OTHOR EMBAT DAH, LAVERA SIAP SIAP AJA LU YAK



OMMAR DI MATA UMUM😂😂😂



BAYANGIN AJA LAVERA BENTUKANNYA KAYAK GITU YAK😂😂😂


**YUHUUU JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN DAN HADIAHNYA


OH YA LEBARAN OTHOR MASIH UP YA, JADI PANTENGIN AJA OKE

__ADS_1


SEE YOU NEXT TOMORROW


BABAYYY MUUUAACCHH**


__ADS_2