
"Aahhh-,"
Yasmine men*desah lega saat tubuh polosnya menyentuh air hangat, berbau wangi lavender dan vanila. Wanita itu menenggelamkan seluruh tubuhnya- dan hanya menyisakan batas leher hingga kepalanya saja.
Kedua mata Yasmine terpejam, sudah tiga puluh hari ini dia tidak merasakan nikmatnya dunia- salah satunya adalah berendam, walaupun yang paling nomor satu adalah acara tanam menaman Lobak Arab bersama Elvier.
Mengingat si Lobak Arab membuat Yasmine tersenyum samar, ternyata bukan hanya pemiliknya saja yang dia rindukan.
Selama hampir 15 menit lamanya Yasmine memanjakan dirinya, tidak perlu lama- karena dia takut Elvier akan kembali kedalam kamar. Kalau sampai ketahuan, bisa gagal acara kaget mengagetkannya.
Yasmine segera keluar dari bathtub, tubuh polos yang tertutupi busa itu mendekat ke arah shower. Gemercik air dingin yang mengguyur tubuhnya, membuat Yasmine rilek dan kembali memejamkan kedua mata.
Dirasa cukup, wanita itu segera meraih handuk yang tergantung di kaca pembatas. Yasmine segera keluar dari dalam kamar mandi, tanpa mematikan shower terlebih dahulu. Entah tergesa takut Elvier segera kembali atau memang karena lupa.
Wanita berhanduk pendek itu berjinjit memasuki area walkcloset, Yasmine terlihat membongkar lemari pakaiannya. Dia harus mencari pakaian yang memang tidak pernah dipakainya sama sekali- agar tidak ada orang yang mencurigainya nanti.
Bibirnya menyeringai puas saat dia menemukan gaun yang pas. Gaun panjang berlengan balon ala Princess Yasmine di Film Aladin.
Yasmine suka
Dengan cepat wanita itu meraihnya, mengambil beberapa dala*man miliknya dan beberapa cadar tipia yang ternyata memang sudah ada didalam lemarinya.
Yasmine baru menyadari, kalau di Timur Tengah seperti negara ini- cadar tipis memang sering dipakai oleh para wanita bangsawan.
__ADS_1
"Perfeck."
DISISI LAIN...
Elvier tengah tergesa menaiki tangga, karena lift istana tengah di pakai oleh beberapa pelayan- pria berjambang tipis itu memilih untuk menaiki anak tangga, agar segera sampai ke lantai tiga.
Wajahnya terlihat mengeras, entah apa yang sudah terjadi pada suami Yasmine itu. Elvier terlihat menghela napas kasar, saat dia sudah sampai di depan pintu kamarnya.
Tidak curiga sama sekali, sepertinya Elvier belum menyadari kalau didalam walkcloset-nya ada seseorang tengah bersembunyi, lebih tepatnya di lemari dala*man miliknya.
Sang Pangeran Kedua malah sibuk dengan laptop yang ada di depan matanya. Kesepuluh jari jemari kekarnya terus saja memijit keyboard tanpa typo. Namun gerakan tangannya terhenti, saat kedua telinganya mendengar suara samar samar gemercik air dari dalam kamar mandi.
Dahi Elvier berkerut dalam, dia semakin menajamkan pendengarannya- sembari melangkah pelan menuju kamar mandi.
Tangan Elvier ragu untuk meraih handle pintu, kenapa orang lain bisa masuk kedalam kamarnya? padahal dia sudah merubah kunci pintunya menggunakan sensor retina. Semenjak kejadian Zoyya yang dengan kurang ajar masuk kedalam kamarnya, ketika dia tengah mandi saat itu.
Elvier pastikan kalau sensor keamanan itu bekerja dengan baik, hanya dia yang bisa membuka sensornya, dan juga-
BRAKK!
Elvier membuka pintu kamar mandi itu dengan kasar, kedua matanya menatap liar keseluruh sudut kamar mandi mewah dan besar itu.
"Mine?!" panggilnya penuh harap.
__ADS_1
"Mine, kau disini?"
"Mine, aku merindukanmu, Sayang." lirihnya.
Yasmine yang baru saja hendak sampai di pintu kamarnya, menghentikan langkahnya sejenak. Hatinya berdenyut sakit kala mendengar erangan lirih suaminya.
'El, aku juga kangen sama kamu. Tapi sabar ya- aku mau buat kejutan kecil dulu untul kel-,'
"Mine, keluarlah Sayang. Aku tidak peduli walau kau sudah menjadi hantu sekali pun. Aku merindukan mu, sangat,"
Suara hati Yasmine terhenti saat mendengar ucapan Elvier. Mulut Sang Princess terbuka lebar, kedua matanya pun membola- hampir melompat keluar dari sarangnya.
'Sialan! si Menara Sutet mikirnya aku udah jadi Kuntil bolong!' kesalnya didalam hati.
**KUNTIL BOLONG PUTIH PUTIH WKWKWK
HOLLA MET PAGI EPRIBADEH
GIMANA KABAR KALIAN HARI INI
JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA
__ADS_1
SEE YOU NEXT PART MUUUAACCHH**