Jerat Cinta Sang Player

Jerat Cinta Sang Player
Tuntutan


__ADS_3

Kedua bola mata hitam bulat Yasmine mengabsen satu persatu anggota keluarganya, karena sepertinya masih ada yang kurang menurut dia.


Yasmine terus saja menatap ke arah mobil, berharap kalau orang yang dia cari akan keluar dari salah satu benda mewah itu.


Wanita bersweater peach itu membiarkan Elvier yang membawa para Dinasti Duren Sawit ke istana sayap kanan. Sementara dia masih sibuk menatap ke arah gerbang utama istana.


"Yas!"


Panggilan Berliana membuat wanita itu kembali tersadar, Yasmine menghela napas kasar setelah menyadari kalau Cia tidak ikut bersama mereka. Bahkan Opa Marvin pun sepertinya tidak hadir, padahal dia ingin pria tua itu ikut ke Dubai.


Dengan langkah cepat Yasmine menyusul mereka, para pelayan pun ikut sibuk membawakan beberapa koper milik mereka. Tidak hanya itu, sebagian pelayan juga sibuk menghidangkan makanan untuk keluarga Yasmine, tentunya atas perintah Sang Pangeran Kedua.


"Buset ini rumah gede amat ya," jiwa kenorak'an Galaska mulai bangkit.


Padahal Mansion miliknya di Spanyol tidak kalah besar, hanya kalah jumlah lantainya saja. Kalau Mansion milik Linochyl hanya ada 4 lantai, sedangkan istana Albarack lebih dari itu- mungkin 5-6 Lantai dengan luas ribuan meter.


"Bayangin aja Bang Gala jadi tukang pel disini," celetuk Davyn.


Bocah yang berusia 12 tahun itu menggelengkan kepalanya dramatis, dia tidak bisa membayangkan kalau Mbak Sari- asisten rumah tangga mereka tinggal di sini, dan mengerjakan semua pekerjaan sendirian saja.


Kasihan bukan?


Ucapan Davyn berhasil membuat Galaska menoleh, pria bertato di lengan itu mencebik kesal. Kenapa harus jadi tukang pel, lebih baik membayangkan menjadi sultan di sini, pikir Galaska.


Wait? sultan?


Otak tampan Galaska loading sejenak, kedua matanya melirik Elvier yang tengah berbicara dengan Opa Damar. Bahkan keduanya terlihat akrab, Opa Damar tidak sungkan merangkul pundak saudara sepupu iparnya itu.


Kembali lagi pada kata Sultan yang sempat Galaska pikirkan tadi. Apa benar Elvier seorang sultan? kalau dilihat dari tempat tinggalnya yang saat ini mereka injak, tidak dapat di ragukan lagi kalau pria jangkung yang tingginya melebihi Galaska itu memang seorang sultan.


Wow, beruntung sekali si kembang kunti- pikir Galaska.


"Pangeran Kedua?"

__ADS_1


Panggilan seseorang membuat langkah mereka terhenti. Ralat bukan hanya terhenti, namun terkejut setengah mati. Bukan terkejut karena orang itu memanggil salah satu dari mereka, tapi panggilan yang di berikan olehnya pada salah satu dari mereka.


Pangeran Kedua?


Seluruh anggota keluarga Yasmine saling tatap, kedua mata mereka tertuju pada Elvier yang masih tenang di sisi Opa Damar.


"Tuanku dan Yang Mulia Permaisuri sudah menunggu," ucap orang itu lagi.


Tuanku? Yang Mulai Permaisuri ? apa lagi ini?- pikir mereka.


"Aku akan membawa anggota keluarga ku ke sana, setelah mereka istirahat." final Elvier.


Sang Pangeran Kedua menatap datar pada si Pelayan, kedua matanya mengisyaratkan agar pria paruh baya itu segera pergi. Karena Elvier yakin kalau setelah ini akan ada banyak pertanyaan yang diajukan padanya.


"Pangeran?!" seru mereka bersamaan, saat melihat si pelayan istana berlalu dari sana.


Benar bukan, Keluarga Prayoga akan segera membombardirnya setelah ini.


"Emm- na-nanti kita jelasin. Sekarang kalian istirahat dulu, ya kan El," Yasmine segera bersuara saat melihat seluruh anggota Dinasti Duren Sawit menatap penuh tuntutan.


Pria itu menyetujui ucapan istrinya, dia akan bersiap untuk menjelaskan semuanya pada mereka nanti.


🐎


🐎


🐎


"Jelaskan!" titah Opa Damar.


Elvier dan Yasmine menghela napas pelan, diam diam Yasmine melirik pada Elvier lewat sudut matanya.


"Y-ya seperti yang kalian dengar tadi. E-El memang Pangeran di istana ini, lebih tepatnya Pangeran Kedua." jelas Yasmine.

__ADS_1


Wanita itu segera menjelaskan sebelum Elvier angkat bicara. Yasmine meringis kala melihat tatapan tidak puas mereka. Apa penjelasannya kurang jelas? atau mereka saja yang masih loading efek jetlag?


"Kalian berdua menyembunyikan ini dari kita semua?" Galaska akhirnya ikut angkat bicara.


Tebakannya tadi benar bukan? pasti bangunan yang mereka saat ini bukan hanya sekedar rumah atau mansion, tapi sebuah istana.


"Aku juga baru tahu setelah di sini," cicit Yasmine.


Wanita cantik itu merapatkan tubuhnya pada Elvier, saat semua mata anggota keluarganya begitu mengintimidasi.


"Jadi ini alasannya kenapa Ayah mu tidak hadir saat pernikahan kalian?" kali ini Gentala membuka suara.


"Salah satunya," sahut Elvier santai.


Gentala menatap tak percaya, selama ini dia merasa bodoh karena tidak dapat mengetahui asal usul Elvier yang sebenarnya. Padahal dia sudah meminta pada Raga untuk mencari asal usul sang menantu yang sebenarnya. Raga hanya mengatakan kalau Elvier adalah seorang Supermodel dan dia merupakan salah satu Triliuner Dubai, Raga tidak pernah mengatakan kalau Elvier adalah seorang Pangeran dari Dubai.


Lihai sekali bukan?


"Salah satunya? maksud kamu?"  Barata yang sedari tadi sudah gatal, akhirnya ikut bertanya.


Elvier menghela napas pelan, sudut matanya melirik pada Yasmine. Wanitanya hanya terdiam, sepertinya Yasmine tengah memberikan kesempatan agar dia bisa menjelaskan semuanya pada mereka.


"Karena- karena aku sudah di-,"


"Maaf Pangeran, saya membawa seseorang yang mengaku sebagai anggota keluarga Tuan Putri." ucapan Elvier terputus saat Murad- sang pengawal melaporkan sesuatu padanya.


"Astaga, Pipi ketinggalan!"


Belum sempat Elvier menoleh, suara pekikan Tiur membuat semua orang menatap kearah pintu masuk.


"Kalian ninggalin Eyke di mobil! astaga dragon ball, sungguh teganya teganya teganya teganya teganya teganyaaaaa pada diriku!"


__ADS_1


SI COMEL TITISAN REOG


__ADS_2