Jerat Cinta Sang Player

Jerat Cinta Sang Player
Percayakan Padaku


__ADS_3

Entah sudah berapa puluh kali Yasmine mondar mandir didalam kamarnya, wanita berkimono tidur itu terlihat begitu cemas setelah mendengar sendiri kalau Elvier akan memboyong kedua orang tuanya ke sini.


Apa Yasmine tidak senang bertemu kedua orang tuanya secara langsung? bukan! bukan karena dia tidak ingin bertemu dengan kedua orang tuanya, tapi Yasmine takut kalau Gentala dan Tiur tahu keluarga Elvier tidak ada yang menyukainya disini.


Bagaimana reaksi kedua orang tuanya nanti? jangan jangan Gentala langsung membawa dia pulang ke Indonesia. Lalu menyuruhnya untuk meninggalkan Elvier, dengan alasan karena sang Papi tidak ingin melihat putri kesayangannya menderita di sini, padahal kenyataan tidak begitu sih.


Justru Yasmine sangat menyukai tantangan ini, dia bertekad untuk bisa membuat para siluman ular kadut itu bungkam.


"Jangan sampai Papi nanti maksa aku pulang ke Indonesia, misahin aku sama El kayak di drama Turki yang aku tonton minggu lalu." gumam Yasmine.


Dia benar benar terlewat parno, karena Yasmine yakin kalau Dinasti Duren Sawit tidak akan membiarkan hidupnya kesulitan disini.


"Enggak aku gak mau! bibit Lobak Arabnya aja belum tumbuh, masa Papi tega sih sama aku juga El. Pokoknya kalau Papi maksa aku buat pulang, mending aku lompat aja dari Burj Khalifa." celotehnya lagi, bahkan Yasmine sampai tidak menyadari kalau Elvier tengah memperhatikannya dari pintu kamar mandi.


Pria berhanduk itu bersandar santai di ambang pintu sembari melipat kedua tangan di dada. Salah satu sudut bibir Elvier terangkat mendengar gumaman istrinya. Ternyata Yasmine begitu takut berpisah dengannya, sama seperti yang sedang dia rasakan saat ini.


Elvier pun merasa takut kalau Gentala akan memaksa istrinya pulang ke Indonesia, saat tahu kalau Ibu tiri dan anggota keluarga Albarack lainnya sedang mengibarkan bendera perang pada mereka berdua.


Sang Pangeran menghela napas pelan, perlahan Elvier melangkah- mengikis jarak dengan Yasmine, yang masih belum menyadari kehadirannya karena terus membelakangi Elvier.


Grep!

__ADS_1


Tubuh Yasmine menegang kala merasakan dekapan dari belakang tubuhnya, dua buah lengan besar dan berurat membelit posesif perut ratanya. Bahkan si pelaku menyandarkan dagu di bahunya, napas hangat berbau mint segar dipadukan dengan aroma maskulin yang menguar dari tubuh orang itu, membuat Yasmine diam diam menghirupnya rakus.


"Apa kedua kaki mu tidak pegal mondar mandir sedari tadi, hm?" bisik seduktif Elvier tepat di telinga Yasmine.


Bahkan pria bertato itu mengecup daun telinga dan leher terbuka Yasmine, yang kebetulan wanita itu mencepol asal rambut indahnya.


"Gimana kalau Papi sampai tahu, terus bawa aku pul-,"


"Aku lebih berhak atas dirimu dari pada Papa mertua, Mine." bisik Elvier.


Pria itu mencoba menenangkan kegundahan di dalam hati istrinya, Elvier hanya ingin memperlihatkan kalau Sang Princess memang seorang putri sejati, bukan hanya karena menikah dengannya. Walaupun memang keluarga Prayoga bukan keluarga bangsawan, namun para Srikandi Prayoga adalah para Ratu dan Putri yang sesungguhnya. Tanpa perlu embel embel kebangsawanan menempel di belakang nama mereka.


Elvier bukan pria buta dan bodoh dalam memilih pasangan hidupnya, dia sudah yakin kalau Lavera dan antek anteknya akan melakukan hal di luar nalar pada pasangannya kelak.


Sang Pangeran tidak dapat menahan bibirnya untuk tersenyum kala mengingatnya, ada hikmah besar Yasmine menganiayanya saat itu, bukan. Akhirnya Elvier bisa menjerat gadis galak dan bar bar itu untuk selamanya.


"El?"


Lamunan Elvier pecah saat mendengar panggilan Yasmine yang terdengar seperti gumaman. Pria jangkung itu menjauhkan wajahnya dari ceruk leher Yasmine.


"Jangan khawatir, aku akan menangani semuanya. Percayakan  padaku," ujar Elvier meyakinkan.

__ADS_1


Elvier mengusap lembut pipi tirus istrinya, kedua sorot mata coklat ke abu abu'an itu melembut saat bersitatap dengan netra hitam bulat Yasmine.


"Iya aku percaya," sahut Yasmine.


Dia berusaha tenang dan mempercayakan semua pada suaminya. Yasmine yakin kalau Elvier sudah memikirkan matang matang sebelum mengambil keputusan ini.


"Terus Papi sama yang lainnya kapan tibanya?" tanya Yasmine penasaran.


"Minggu depan, aku pastikan Para Ular itu akan menyesal karena sudah merendahkan mertua dari Pangeran Kedua." sahut Elvier terkesan bercanda namun begitu terdengar serius untuk Yasmine.



**BIASA AJA KALI EL NGELIRIKNYA


HOLLA ASSALAMUALAIKUM MET PAGI EPRIBADEH


GIMANA KABAR KALIAN HARI INI


PUASA LANCAR


UDAH SAHUR BELUM

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA YA


SEE YOU NEXT PART MUUAAACCHH**


__ADS_2