
Bruuk!
Elvier mendorong tubuh Yasmine membentur dinding istana, kedua matanya menyorot dalam kearah mata hitam bulat sang princess.
Setelah Elvier menyadari kalau interaksi keduanya menjadi bahan tontonan, Elvier memutuskan untuk membawa wanita bercadar merah itu ketempat lain.
Dan disinilah mereka sekarang, disalah satu lorong istana yang cukup gelap, lebih tepatnya remang remang. Elvier menghimpit tubuh Sang Princess tanpa celah, satu tangannya sudah bergerak menuju cadar merah yang masih menutupi separuh wajah Yasmine.
"Kenapa?"
Dahi Yasmine berkerut saat mendengar ucapan Elvier.
"Maksudnya kenapa, apa-,"
"Kenapa harus satu bulan lamanya, kemana saja kau selama ini?" tatapan tajam Elvier perlahan melunak.
Sapuan tangan sang Pangeran Kedua membuat Yasmine secara tidak sadar memejamkan kedua matanya. Sang Princessc membiarkan tangan suaminya bergerak sesukanya.
"Aku koma El," lirih Yasmine.
Gerakan tangan Elvier terhenti, netra keduanya bertemu saat Yasmine kembali membuka mata. Kedua sudut bibirnya tertarik keatas tanpa di ketahui Elvier, karena terrutupi cadar. Tangan Yasmine perlahan terangkat untuk menyentu wajah terkejut suaminya.
__ADS_1
"Aku koma, makanya enggak bisa pulang. Untung aja ada orang baik yang mau nolong aku, kalau enggak- mungkin aku udah ma-,"
"No! aku tidak ingin mendengarnya." sela Elvier.
Pria berkemeja hitam itu segera membawa Yasmine kedalam dekapannya. Menyalurkan rasa nyaman serta hangat pada tubuh Sang Princess.
"Dan maafkan aku, karena aku tidak becus mencari dan menja-,"
Ucapan Elvier terputus, kala Yasmine menarik kerah kemejanya- lalu menempelkan bibir keduanya tanpa ragu, walaupun masih terpisahkan oleh cadar tipis yang Yasmine pakai.
Hanya kecupan tidak lebih,
Yasmine tidak mungkin menghabiskan bibir sexy suaminya saat masih memakai cadar- pasti akan merepotkan sekali. Tapi dia juga tidak akan mungkin melepaskannya di sini. Bisa gagal total kalau salah satu member siluman ular kadut melihatnya.
Tanpa menunggu jawaban Elvier, Yasmine segera menarik lengan kekar suaminya untuk pergi dari sana. Seakan pasrah, Elvier hanya menurut, kedua kaki panjangnya mengikuti langkah lincah sang princess.
Tanpa mereka berdua sadari, kalau dari balik pilar besar itu ada seorang pria tengah memperhatikan interaksi keduanya.
"Heh! ternyata si Pangeran Terbuang sudah berani mengkhianati mendiang istrinya. Kasihan sekali kau Princess yang malang. Sudah mati saja, kau masih tersakiti." cibirnya, tidak lama dia pun pergin ke area ballroom setelah melihat Elvier dan wanita bercadar menghilang di balik tembok.
🌷
__ADS_1
🌷
🌷
Yasmine berbalik, cadar diwajahnya sudah menghilang entah kemana. Kedua sudut bibirnya terangkat sempurna saat melihat Elvier tidak bisa berkata apa pun lagi.
"Kamu terkejut, hm?"
Jari jemari nakal Yasmine mulai gerak ke area wajah Elvier. Mulai dari leher, rahang, pipi hingga bibir pria jangkung itu tidak terlewat sama sekali.
"Kau membuatku gila, Mine!" desis rendah Elvier.
Suara deepvoice yang dia keluarkan terdengar begitu sexy dikedua telinga Yasmine. Dia suka- Yasmine sangat suka saat Elvier mengeluarkan deepvoice miliknya ketika mereka bercinta.
"Dan aku akan pastikan kau akan membayarnya, dengan setimpal." sambungnya.
Sebelum Elvier segara melahap bibir itu dengan ganas, satu bulan lamanya dia tidak pernah merasakan bibir tipis semerah cherry milik istrinya. Rindu dan hasrat sudah menggunung bagaikan bongkahan es yang sudah siap mencair, karena sang matahari kembali menyinari.
"Eeemmm-,"
__ADS_1
Yasmine menggeram pelan saat Elvier terus saja membombardir seluruh tubuh serta hatinya. Ingatkan Yasmine besok pagi, kalau berjalan biasa saja- jangan sok sokan mengikuti pinguin atau sejenisnya karena Yasmine yakin, kalau Elvier tidak akan melepaskannya hingga pagi menjelang.