
Yasmine terus saja mengembangkan senyumannya, kedua mata hitam bulat itu berbinar cerah- dia tidak sabar untuk memberikan kue buatannya pada Elvier.
Yasmine sengaja membuat kue basah ini dengan berbagai bahan yang aman untuk di konsumsi oleh Elvier, Yasmine begitu sangat teliti dan hati hati saat membuat sesuatu untuk suaminya, setelah mengetahui kondisi Elvier saat ini.
Senyuman manisnya semakin melebar, kala melihat pintu kamarnya sudah tidak jauh lagi. Yasmine menghirup napas dalam sebelum membuka kenop pintu.
Namun saat dia berhasil membukanya seperti ada yang janggal, dahi Yasmine berkerut dalam saat merasakan ada yang aneh dengan pintu kamarnya.
Tidak terkunci?
Kenapa pintu kamarnya tidak terkunci? bukannya Elvier paling tidak suka kalau pintu kamar mereka tidak di kunci seperti ini. Atau mungkin Elvier lupa menguncinya kembali, setelah Burak keluar dari dalam tadi.
Yasmine mengedikkan bahunya tak acuh, dia berpikir kalau Elvier memang lupa mengunci pintu setelah Burak keluar.
"El?" panggil Yasmine, saat dia baru saja masuk kedalam kamar mewahnya bersama Elvier.
Bahkan di kamar itu Elvier masih bisa membuat sebuah ruang meetingnya tersendiri saat bersama Burak. Jadi biarpun tapi Burak masuk kedalam sana, pria itu tidak dapat melihat peraduan keduanya- yang biasa mereka gunakan untuk berbagi cinta.
"El? Sayang, big baby, kamu dimana?" panggil Yasmine lagi, saat Elvier tidak kunjung menyahut.
"El, kamu di kamar mandi ya?"
Suara Yasmine yang semakin membesar, membuat dua orang yang ada didalam kamar mandi bisa dengan jelas mendengarnya.
Tok
__ADS_1
Tok
Ketukan pintu yang Yasmine lakukan berhasil membuat perbuatan Elvier terhenti. Pria itu sedikit mengendurkan cekikannya di leher Zoyya, membuat wanita itu berusaha mengambil napas sebanyak mungkin.
Sementara Elvier- pria itu tengah dilanda panik, walaupun dia tidak menampilkan wajah paniknya di hadapan Zoyya.
"Kau sengaja kan?" desis Elvier, pria itu menekan tombol air shower agar semakin mengalir deras. Meredam percakapan dia dan Zoyya, agar Yasmine tidak salah paham dengan keadaan ini.
Bukannya menjawab, Zoyya malah terkekeh melihat raut wajah tak bersahabat mantan calon tunangannya. Zoyya tahu kalau Elvier tengah panik, walaupun raut wajahnya terlihat datar tanpa ekspresi.
"Kau semakin tampan saat panik Vier- atau aku panggil kau El saja," bisik Zoyya, saat dia bisa mengendalikan napasnya yang sempat terputus.
Grep!
Satu tangan besar Elvier kembali meraih batang leher Zoyya, sementara tangan yang lain meraih handuk yang tergantung di kaca pembatas. Dengan cekatan Elvier membelitkan sepotong kain itu di pinggangnya menggunakan sebelah tangannya.
Tok
Tok
Tok
"El? kamu didalam kan? kenapa suara air shower nya deras banget sih, kamu lagi ngapain? jangan buangin air, listrik mahal El!"
Seruan Yasmine dari luar kamar mandi membuat Elvier semakin menatap tajam pada Zoyya, dia bersumpah tidak akan mengampuni wanita ini kalau terjadi sesuatu pada hubungannya dengan Yasmine.
__ADS_1
"Aku akan memberikan pengalaman hidup yang tidak akan pernah kau lupakan," bisik Elvier, tepat di depan wajah Zoyya yang tengah berusaha mengambil napas.
Tanpa ampun dan perasaan, Elvier menarik batang leher Zoyya. Menyeret wanita itu keluar dari dalam kamar mandi, Elvier berpikir semakin lama di didalam kamar mandi, maka akan semakin besar rasa penasaran istrinya.
Elvier menghela napas pelan saat dia sudah berada di depan pintu kamar mandi, bahkan untuk menelan saliva saja rasanya susah payah. Elvier sudah bersiap menerima amarah Sang Princess setelah ini. Sedangkan Zoyya- wanita itu terlihat meronta kala cekikan Elvier semakin menguat.
Clek!
Kenop pintu terbuka, Yasmine yang saat ini sudah menunggu Elvier di luar kamar mandi tersenyum tipis. Kue yang ada ditangannya sudah terangkat, berharap Elvier akan terkejut saat melihatnya. Namun nyatanya di lokasi kejadian perkara, Yasmine sendirilah yang akan mendapatkan sebuah kejutan besar.
"Surprise, aku buatin kamu ku-,"
Seruan girang Yasmine terhenti saat melihat pemandangan tidak lajim tepat di depan matanya. Bahkan kue tart yang ada ditangannya hampir saja terjatuh kelantai, kalau saja satu tangan Elvier tidak sigap menahannya.
Tangan kecil itu bergetar, napasnya naik turun menahan sesuatu yang sebentar lagi akan meledak.
"Wanita sialan! ngapain kamar di kamar aku!" pekik keras Yasmine.
Tanpa perasaan wanita itu melemparkan kue yang dia pegang ke wajah Elvier, catat! ke wajah Elvier bukan Zoyya, membuat pria jangkung itu memejamkan kedua mata, saat benda lunak itu menghantam wajah tampannya. Sedangkan Yasmine- Sang Princess terlihat membabi buta menjambak rambut panjang Zoyya.
Bahkan cekikan tangan Elvier sudah terlepas, berganti dengan jambakan dan hantaman keras yang di lakukan oleh Yasmine- pada Zoyya. Pria jangkung itu memilih untuk meraup wajahnya yang belepotan krim, Elvier tidak peduli dengan jeritan pilu Zoyya saat Yasmine menyeret rambutnya, dan membawa wanita itu keluar dari kamar mereka.
"Wanita sialan!" desis Elvier, sembari membersihkan krim kue di rambut serta wajahnya.
__ADS_1
WADOOHH BANGGGG AKU GAK KUAAAATTT