
Elvier mengendarai Bugatti hitamnya dengan kecepatan sedang. Tubuh setengah telanjangnya terpampang jelas di kedua mata Yasmine, membuat wanita itu diam diam mencuri lirik pada perut ABS suaminya.
Biarpun Yasmine sudah puluhan atau bahkan ratusan kali melihat bongkahan otot seperti itu, tapi rasanya yang Elvier miliki terasa spesial. Karena apa? karena dia bisa menyentuh bahkan merasakan bagaimana liat dan panasnya bongkahan otot itu, saat bergesekan secara langsung dengan kulit polosnya, saat mereka tengah bercin-,
"Kita akan ke apartment,"
Yasmine mengerjabkan kedua matanya, Sang Princess mencoba untuk mengembalikan kewarasan otaknya saat ini.
"Eemm- mau ngapain kita ke sana?" tanya Yasmine sedikit loading.
Bahkan diam diam kedua sudut matanya melirik pada V Line suaminya. Entah kenapa di area itu terlihat begitu sexy dan menantang untuknya. Bolehkan Yasmine menurunkan sedikit, celana jeans basah yang masih Elvier pakai saat ini? agar dia dapat melihat bagaimana kondisi si Lobak Arabnya, setelah dia ajak berenang paksa oleh sang pemilik.
Berkerut? atau mengembang, karena terendam air laut?
Astaga pikiran kotor Yasmine sudah semakin mendekati kata akut. Disaat seperti ini saja otak mesumnya berfungsi dengan sangat baik.
"Kita akan menginap disana,"
Yasmine ber'oh ria mendengar jawaban suaminya, kali ini dia berusaha mengalihkan pandangannya kearah lain. Walaupun Sang Malaikat pencatat amal terus saja menggodanya, agar kedua matanya menatap kearah kunci surga dunia.
"Bukankah kita belum pernah bercinta disana? aku ingin mencoba tempat baru dan menantang," ucap nakal Elvier, dan itu berhasil membuat Yasmine menelan salivanya susah payah.
__ADS_1
🐎🐎🐎
Yasmine dan Elvier menghela napas lega, saat mereka berdua mendudukkan diri diatas sofa.
'Selamat datang kembali, My Lord, My Princess,' suara Hanna si asisten robot kembali terdengar.
"Terimakasih Hanna," sahut Yasmine ramah
'Apa pun untuk anda, My Princess. Selamat beristirahat, jangan lupa non aktifkan aku saat kalian akan tidur,'
Yasmine membulatkan kedua mata mendengar ucapan Hanna. Dengan rasa penasaran yang amat tinggi, Yasmine menatap pada Elvier.
Terhubung keperangkatku?
Tunggu? jadi selama ini Hanna tahu saat mereka berdua bercin-,
"Maka dari itu aku selalu mematikan ponsel serta laptopku. Aku bahkan mematikan keamanan kamar, saat kita sedang bersama," sambung Elvier.
Yasmine menghembuskan napas lega, dia pikir kalau Hanna melihat seluruh adegan dewasa yang di lakukan mereka berdua. Bukan apa apa, Yasmine hanya kasihan pada Hanna. Jomblo sepertinya pasti tersiksa saat melihat kemesraan kedua majikannya.
Meong...
__ADS_1
Kedua mata Yasmine kembali membulat, kala mendengar suara kucing. Kucing yang selalu dia rindukan selama ini. Padahal bisa saja Yasmine membawanya ke istana, namun karena peraturan Lavera sialan, yang tidak mengizinkan hewan imut itu masuk ke area istana- dia dan Elvier dengan terpaksa meninggalkannya di apartment- dengan fasilitas super mewah dari Hanna.
Meong...
Yasmine merentangkan kedua tangan, saat melihat Snowy aka Jey, si kucing jantan putih kesayangannya.
"Owyyy, aku kangen," rengeknya.
Yasmine mencium gemas pipi serta kepala sang kucing, saat makhluk berbulu mulus dan lembut itu berada didalam pelukannya.
Meong...
Kecupan Yasmine semakin menjadi jadi, membuat Snowy aka Jey pasrah, namun tidak rela. Bahkan kucing putih jantan itu menatap Elvier memohon.
Seolah mengatakan ' Boss jauhkan dia dari ku, tolooonggg'
"Lepaskan Jey, Mine. Lebih baik kau peluk dan kecupi aku saja!" bujuk rayu sang musafir cinta.
TURUT BERDUKA UNTUK YAZAN DAN KEDUA BINIKNYA
__ADS_1