
"Apa yang ingin kau bicarakan dengan Ayah?"
Elvier memajukan tubuhnya, kedua mata Elang itu menatap tajam pada sang Tuan Bangsawan, yang merupakan Ayah kandungnya sendiri.
"Aku ingin mengambil hak ku dan hak Ibu ku kembali." ucap Elvier tanpa basa basi.
Setelah itu sang supermodel kembali menyandarkan tubuhnya dengan nyaman di sofa. Namun kedua mata Elangnya tetap tertuju pada sang Ayah.
"Aku sudah melaksanakan syarat yang selalu kau berikan padaku, yaitu menikah. Aku sudah sudah melakukannya, dan kini giliran Mu untuk menepatinya!" lanjut Elvier tegas.
Ommar tersenyum kecil mendengarnya, sang Tuan Bangsawan menatap dalam pada putranya. Putra dari wanita yang sangat dia cintai sekaligus sudah disakitinya.
"Syarat pertama memang sudah kau laksanakan, walaupun kau menikah bukan dengan gadis yang Ayah pilih. Entah dari mana kau mendapatkannya, bahkan Ayah kandungmu saja tidak kau beritahu kalau Sang Pangeran telah menikahi seorang gadis di negara buangannya. Kau lebih memilih Ahmet untuk menjadi wali serta saksi pernikahan mu. Bahkan yang aku dengar kau memaksanya untuk menikah denganmu." tutur sang Tuan Bangsawan.
Terdengar jelas kalau dia sedikit kecewa pada Elvier karena sudah menolak gadis yang dia rekomendasikan, dan lebih memilih gadis dari negara yang menjadi tempat pengasingannya, bahkan memaksa sang gadis untuk menikah dengan dirinya.
"Gadis itu punya nama, dan namanya adalah Yasmine. Sekarang dia istriku, aku harap kau atau pun istri muda mu serta seluruh manusia yang hidup di istana ini, jangan pernah membahas hal itu lagi!" ucap datar Elvier.
"Karena sampai kapan pun, Yasmine yang akan menjadi pendamping seorang Elvier. Dia akan menjadi istriku satu satunya, sampai aku mati nanti. Aku tidak akan pernah menduakan dia, walaupun pernikahan ini berdasarkan paksaan. Aku tidak akan pernah mengulang masa lalu mu Ayah, dengan menduakan istriku." lanjut Elvier terdengar sangat menusuk.
__ADS_1
Ommar tertegun, kata kata yang di lontarkan Elvier begitu mengusik sanubarinya. Memang benar penyesalan itu datang saat kita sudah merasa kehilangan.
"Kalau kau tetap tidak mau memberikan hak ku dan hak Ibu ku. Tidak masalah, aku akan mencari cara lain untuk mendapatkannya." tekadnya.
"Dan sepertinya pembicaraan ini semakin tidak berguna," lanjut Elvier.
Pria bertubuh tinggi itu bangkit, dia meninggalkan Ayahnya tanpa permisi.
"Ayah akan memberikan semuanya padamu, asalkan kau memiliki seorang keturunan!" final sang Tuan Bangsawan.
Ucapannya berhasil membuat langkah Elvier terhenti, sang supermodel terlihat memejamkan mata sembari mengepalkan kedua tangannya erat.
"Kau makin seenaknya Tuan Ommar, disini aku hanya ingin mengambil hak ku, bukan bernego dengan mu!" tukas Elvier.
Pria paruh baya itu bangkit, mendekat pada Elvier yang masih tertanam di tempat.
"Aku yakin kau bisa," ujarnya lagi.
Satu tangannya menepuk pundak Sang Putra, seakan tengah memberikan semangat. Bahkan pria paruh baya itu terkekeh pelan sebelum dia keluar dari sana. Sedangkan Elvier, sang supermodel menatap dingin pada punggung lebar Ayahnya. Kedua tangannya terkepal erat, Elvier perlahan memundurkan langkah.
__ADS_1
Brak!
Dengan sekali tendang, meja berbahan kristal yang ada disisinya terlihat hancur berantakan. Saat ini Elvier benar benar tidak dapat menahan emosinya. Karena Sang Ayah meminta sesuatu yang belum bisa dia lakukan saat ini.
"Pria tua itu semakin ngelunjak," desisnya.
Elvier menghirup napas dalam lalu menghembuskannya perlahan, sang supermodel mulai mengontrol emosi yang saat ini tengah menguasainya, sebelum dia keluar. Elvier sedikit khawatir dengan Yasmine yang dia tinggalkan bersama Ibu tiri dan para manusia ular lainnya.
**MEREM AKU MEREM GAK LIHAT
HOLLA ASSALAMUALAIKUM MET PAGI EPRIBADEH
GIMANA KABAR HARI INI
PUASA LANCAR
UDAH PADA SAUR
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA YA
SEE YOU NEXT PART MUUUAACCHH**