
Setelah perdebatan panjang lebar antara Gentala dan Elvier, akhirnya yang memenangkan debat terbuka itu adalah sang model mata duitan. Gentala dengan mentah mentah menolak keinginan Elvier untuk membawa Yasmine pindah rumah.
Walaupun sempat adu kata antara menantu dan mertua, namun pada akhirnya Gentala mengalah setelah kalimat pusaka yang Tiur lontarkan padanya.
'Pi ingat, Yas itu udah Papi nikahin sama Elvier. Jadi sekarang yang lebih berhak atas diri putri kita ya suaminya, emang Papi rela kalau Mami di bawa sama Pipi ke kampung besok? dengan alasan karena Mami putri satu satunya Pipi, mau?'
Mendengar ucapan Tiur membuat Gentala segera menggelengkan kepalanya kuat kuat, pria setengah baya itu segera memeluk tubuh istrinya erat, kala melihat tatapan sang Ayah mertua padanya, tatapan jahil dan geli yang di tunjukan Merry membuat Gentala kalang kabut.
Dan sekarang Yasmine sudah berada di apartment mewah suaminya, dengan fasilitas yang tidak main main. Bahkan barang barang yang ada di apartment Elvier tidak ada yang murah. Mungkin kalau Yasmine menjualnya salah satunya, mampu menghidupi dirinya selama beberapa bulan.
"Kau pilih saja kamarnya, disini ada dua kamar lagi yang kosong."
Ucapan Elvier membuat Yasmine tersentak, gadis berpakaian santai itu terlihat menghela napas pelan. Tidak bersuara sama sekali, bahkan mengangguk pun tidak.
Pisah kamar?
Apa begini rasanya pernikahan denda tanpa cinta? Yasmine merasa dia bukan sebagai istri Elvier melainkan ART baru.
"Mine, kau mendengarkan ku?" Elvier kembali bersuara, saat melihat keterdiaman istrinya.
__ADS_1
Tapi tidak lama salah satu sudut bibir Elvier terangkat, saat melihat Yasmine menganggukkan kepalanya.
"Bagus! jadilah gadis baik agar kau tidak menyusahkan dirimu sendiri nantinya. Pergilah ke kamar mu, aku akan pergi sebentar," ujarnya lagi.
Kali ini Yasmine tidak menjawab atau pun mengangguk, gadis itu lebih memilih untuk beranjak dan segera menuju salah satu kamar yang di tunjukan oleh suaminya.
Yasmine menghela napasnya kasar, kala dirinya sudah masuk kedalam kamar yang bernuansa abu abu gelap. Terlihat laki laki sekali, bahkan seluruh area dan sudut apartment mewah ini berwarna seperti itu. Terkesan mahal mewah dan elegan sekali, cocok dengan karakter si model mata duitan.
Ting
Yasmine mengalihkan pandangan pada tas kecil miliknya saat ponselnya berbunyi. Dengan malas sang gadis merogohkan tangannya untuk meraih ponsel di dalam tasnya.
Yasmine mendengus kasar kala dia membaca pesan chat yang Berliana kirim. Ekspetasi? ekspektasi apa? dia saja tidak bisa membayangkan apa pun, karena memang buta akan hal itu. Yang Yasmine bayangkan hanya bongkahan otot perut, bukan si Lobak Arabnya.
Ting
📩Kak Cici [Kembang Kunti! yuhuuu bisa jalan gak?]
Yasmine semakin gemas bercampur kesal, saat membaca pesan chat yang di kirimkan oleh Cia padanya.
__ADS_1
Apa kata si istri pak penghulu ini? tidak bisa jalan? why? kenapa dia harus tidak bisa jalan? kalau pun dia dan Elvier melakukan malam pertama tadi malam, rasanya tidak mungkin Elvier menyiksanya ketika mereka bercinta bukan? apa lagi sampai dirinya tidak bisa berjalan, Yasmine pikir Elvier bukan penganut BDSM, semoga saja.
Yasmine memang bukan gadis polos, dia tahu mana yang aman saat bercinta. Tapi kalau ukuran bentuk posisi, Yasmine memang buta. Gadis itu hanya paham di luar kepala tentang penyimpangan ***, contohnya BDSM. Fantasi *** gila dengan berbagai macam penyiksaan yang di tunjukan sang pria pada pasangannya. Baru membayangkannya saja Yasmine sudah bergidik ngeri, apa lagi kalau sampai mengalaminya.
Yasmine menghirup napas sebanyak mungkin, dia mengabaikan semua pesan yang di kirimkan oleh Cia dan Berliana. Yasmine lebih memilih merebahkan diri di atas kasur empuk dan mahal milik suaminya.
"Selamat datang di kehidupan yang kamu pilih Yas. Nikmati saja jangan memikirkan apa pun, jangan biarkan kerutan mu datang sebelum kau punya cicit." gumam pelan Yasmine, sebelum dia memejamkan kedua mata dan memasuki gerbang mimpi.
**BENCILAH AKU, MINE
YUHUUU JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA
SEE YOU NEXT TOMORROW
BABAYYY MUUUAACCHH
SAHUR SAHUR! SAHUR SAHUR**!
__ADS_1