
"Saya terima nikah dan kawinnya Yasmine Alora Prayoga binti Gentala Prayoga dengan mas kawin berupa satu set berlian dan sebuah apartment di bayar tunai!" ucap Elvier sekali tarikan napas.
Sang model bahkan membalas remasan Ayah mertuanya, setelah Gentala selesai mengucapkan kalimatnya.
Kedua netra Elvier terus saja menatap dalam pada Gentala, bahkan keduanya tidak berkedip sama sekali. Mantan buaya dan calon mantan buaya saling meremas satu sama lain.
"Bagaimana saksi? sah?" tanya Alkan pada kedua saksi, yaitu Bara dan Ahmet.
"Sah!" sahut mereka bersamaan.
Suara riuh para tamu dan anggota keluarga Prayoga terdengar, Cia dan Berliana segera memeluk Yasmine dengan erat. Sementara sang pengantin masih terdiam, dia belum percaya kalau sudah melepas masa lajangnya untuk pria yang pernah dia lempar sepatu. Hingga menyebabkan pernikahan atas dasar denda ini terjadi.
Yasmine menghela napas pelan, gadis itu berusaha menarik kedua sudut bibirnya membentuk senyuman bahagia. Walaupun di dalam hati serta bibirnya saat ini tengah bertentangan satu sama lain.
Yasmine memberanikan diri untuk menoleh pada Elvier, kedua matanya berkedip cepat kala melihat sang model mata duitan ternyata ikut menatap padanya.
Netra keduanya beradu, Yasmine berusaha mempertahankan senyumannya kala melihat Elvier turut menipiskan bibirnya.
Dengan perlahan Yasmine meraih tangan kanan pria yang telah menjadi suami sahnya, di mata hukum dan agama. Yasmine memejamkan kedua mata, saat punggung tangan berurat Elvier menyentuh ujung hidung serta bibirnya.
Yasmine semakin tertanam di tempatnya, saat merasakan kalau ada benda kenyal menyentuh pucuk kepalanya. Yasmine yakin kalau itu adalah kecupan pria yang tengah dia salami takzim.
__ADS_1
🐰
🐰
🐰
Yasmine terus saja memijat kedua kakinya, sepanjang acara resepsi Yasmine tidak henti hentinya berdiri dan duduk, membuat kaki serta pinggangnya kram.
Dan kini sang Nyonya Elvier sudah berada di dalam kamar, kamar yang akan menjadi saksi bisu pernikahan paksa atas dasar denda antara dia dan si model mata duitan.
Clek!
Tubuh Yasmine membeku saat mendengar suara pintu kamar mandi terbuka, dia bahkan tidak berani menoleh sedikit pun. Yasmine memilih menyibukkan diri dengan ponselnya.
"Dimana koperku?"
Gerakan tangan Yasmine terhenti, dia ragu untuk mengangkat wajahnya saat ini. Yasmine yakin kalau saat ini tampilan Elvier jauh dari kata aman untuk kesehatan matanya.
Yasmine tidak bersuara, gadis itu hanya mengangkat telunjuknya ke arah sudut kamar. Bahkan untuk mengangkat wajahnya saja Yasmine tidak kuat.
Yasmine menghela napas lega saat Elvier paham dengan isyarat yang dia berikan. Namun kedua mata Yasmine membulat saat mendengar ucapan sang suami berikutnya.
__ADS_1
"Kau tidak bisu Mine, tunjukan dengan suara mu. Apa kau ingin suami mu ini berdoa pada Tuhan, agar bisa mengabulkannya." sindir Elvier.
Yasmine pun dengan cepat mengangkat wajahnya, kedua mata sang gadis semakin membulat kala melihat pemandangan indah nan halal yang ada di hadapannya saat ini.
Hati Yasmine bilang pejamkan mata, namun sang mata malah semakin terbuka lebar kala melihat bongkahan balok balok yang menghiasi perut suami denda'an nya.
"Terpesona, heh!"
Yasmine segera mengalihkan pandangannya ke arah lain saat ketahuan tengah mengagumi bongkahan otot perut sang suami. Malu? bukan hanya sekedar malu, tapi benar benar malu sekali. Yasmine memang lemah kalau berurusan dengan yang namanya ABS dan sejenisnya.
"A-aku, aku mau ke kamar mandi du-,"
"Tidurlah, aku akan tidur di sofa." ucap Elvier santai.
Langkah Yasmine terhenti, gadis itu memejamkan kedua matanya erat. Bahkan Yasmine menghirup udara sebanyak mungkin, dia sudah tahu kalau hal ini pasti akan terjadi. Pernikahan paksa tanpa cinta, tidak ada yang namanya malam pertama. Tidak, bukannya Yasmine berharap, hanya dia berpikir kalau ekspestasinya selama ini benar benar terjadi.
***DAFTAR NIKAH WKWKWK
YUHUUU JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA YA
__ADS_1
SEE YOU NEXT TOMORROW
BABAYYY MUUUAACCCHH***