
Yasmine dan Elvier melangkah santai, ketukan di pintu kamarnya membuat kegiatan rutin keduanya terjeda sejenak. Bahkan saat sang Pengawal melaporkan kalau Putri Yasmine dipanggil oleh Ayahnya, Elvier hanya berdehem malas. Sang Pangeran tidak menyampaikan pesan itu pada Yasmine setelah pengawal itu pergi.
Elvier justru kembali melancarkan aksinya, membuat Sang Princess melayang jauh. Barulah setelah kegiatan penuh cinta mereka berakhir, Elvier mengatakan kalau Ommar memanggil istrinya.
Tentu saja itu membuat Yasmine kesal setengah mati. Bagaimana dia tidak kesal, hampir satu jam lamanya Sang Ayah mertua menunggunya. Karena sejak adegan ketuk pintu hingga penanaman bibit lobak, banyak menit yang mereka berdua lewati.
Dan saat ini Yasmine hanya menatap kesal pada Elvier lewat sudut matanya, sedangkan sang pelaku terlihat menipiskan bibirnya puas.
"Tersenyumlah, Baby girl," ucap Elvier.
Yasmine mencebik, pria jangkung yang tengah menggandengnya ini, memang selalu bisa membuat rasa kesalnya menguar begitu saja.
"Kau gugup?" tanya Elvier lagi.
Salah satu alis Sang Pangeran terangkat kala merasakan telapak tangan istrinya sedikit basah.
"Sedikit," jujurnya.
Genggaman tangan Elvier semakin mengerat, Sang Pangeran seolah tengah memberikan kekuatan pada wanitanya. Bahkan tanpa sungkan Elvier memberikan banyak kecupan di punggung tangan Yasmine yang tengah dia genggam, membuat wanita itu menipiskan bibirnya.
__ADS_1
Pintu besar itu terbuka, Yasmine bahkan harus berdehem pelan untuk menghilangkan rasa gugupnya.
"Pangeran Kedua dan Putri Yasmine sudah tiba!"
Dengan langkah anggun Yasmine melangkah seirama dengan Elvier, kedua sudut bibirnya terus saja terangkat kala melihat banyak mata menatap ke arahnya. Yasmine sempat terpesona saat melihat apa yang ada didalam.
Mirip seperti ruang meeting
"Silahkan duduk Pangeran-,"
"Dan untuk Putri Yasmine, silahkan duduk di kursi yang sudah kami sediakan!" sambungnya.
Dahi Yasmine berkerut, kenapa kursi dia dan Elvier di bedakan? apa di ruangan ini tempat duduk pria dan wanita di pisahkan?
"Aku tidak akan menerima kalau istriku duduk di sana!" tegasnya.
"Tapi itu sudah peraturannya, Pangeran Ke-,"
"Kembalikan Yasmine padaku, atau salah satu pengawal ku akan menerobos masuk dan menyeret mu keluar!" ucap Elvier penuh peringatan.
__ADS_1
Kedua mata Elangnya menatap tajam ke setiap penjuru, dengan cepat Elvier membawa Yasmine kedalam dekapannya. Elvier tidak suka saat banyak mata menatap kagum pada Sang Princess. Bahkan ternyata Kaviar- pria yang selalu menjadi perbandingan dengannya itu ada diantara mereka. Pria berjambang itu menatap lekat dan dalam pada Sang Princess, namun tidak terbaca sedikit pun apa maksud dari tatapan itu.
"Apa yang kalian inginkan dari istriku?" suara Elvier terdengar berat dan dalam.
Satu tangannya sudah terkepal erat saat melihat Kaviar terus saja menatap penuh minat pada miliknya. Elvier baru tahu sekarang, semua ini pasti ada kaitannya dengan kejadian yang menimpa Zoyya.
Wanita sialan itu selalu membuat Yasmine-nya kesusahan, walaupun dulu memang tangannya sendiri yang membuat wanita itu sekarat.
"Putri Yasmine, apa yang sudah kau lakukan pada adikku?" suara Kaviar yang terdengar lembut dan pelan, membuat atensi semua orang mengarah pada Sang Putra Mahkota.
Padahal tadi Kaviar begitu sangat emosi, tapi setelah mengetahui siapa yang menyebab sang adik sekarat- Kaviar seakan tidak rela untuk meninggikan suaranya.
"Dia yang mulai duluan, aku tidak akan menghajarnya begitu saja kalau adik mu tidak menyentuh Suami ku. Adik mu masuk kedalam kamar mandi di kamarku saat Elvier berada di dalamnya, apa menurutmu perbuatan Zoyya itu di benarkan? apa kah para putri dari keluarga mu memang selalu bersikap begitu pada pasangan orang- murahan. Termasuk kau sendiri kan, Putra Mahkota Kaviar." tukas Yasmine begitu tajam dan menusuk.
**OTHOR MASIH DI SINI GAES
KERJA SAMBIL LIBURAN WKWKWK, LIHAT TANGGAL DAN JAM DI GAMBAR**
__ADS_1
**YUHUUUU JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA
SEE YOU MUUAACCHHH**