
Elvier merasa ragu saat membuka pintu kamar, dia yakin kalau saat ini Yasmine ada di dalam. Tapi Elvier juga penasaran, apa gadis itu baik baik saja setelah kejadian tadi?
Sang Pangeran kedua menghela napas dalam, jujur dia tidak tega saat melihat tatapan sendu istrinya tadi. Namun Elvier berusaha mengenyahkan rasa itu jauh jauh. Dia harus berhasil membuat Yasmine membencinya, Elvier ingin gadis itu menemukan kebahagian yang sesungguhnya setelah dia tiada nanti.
Elvier melangkah perlahan, kedua netra coklat ke abu abu'annya menatap dalam pada Yasmine yang tengah berbaring di atas tempat tidur. Kedua mata gadis itu tertutup rapat, sepertinya Yasmine tengah tertidur.
Elvier memberanikan diri untuk semakin mendekat, pria itu mendudukkan dirinya di dekat Yasmine. Salah satu sudut bibir Elvier terangkat kala mendengar dengkuran halus istrinya.
Satu tangan Elvier terulur untuk membelai lembut wajah polos Yasmine, wajah yang biasanya terlihat ceria dan berbinar namun tidak untuk saat ini. Wajah ayu Yasmine tampak datar dan tidak bersahabat padanya beberapa waktu tadi.
Bahkan Elvier dapat melihat dengan jelas ada sisa air mata di sudut mata istrinya. Apa Yasmine menangis? gadis yang selalu terlihat kuat dan tangguh ini menangis karena ulahnya.
"Maafkan aku, Mine." gumam pelan Elvier.
Sang Pangeran terbuang perlahan mendekatkan diri pada Yasmine, satu tangannya merengkuh tubuh kecil sang princess. Rasa sesal dan sesak di dadanya semakin menjadi, namun semua sudah terlambat bukan. Yasmine membencinya, gadis ini sudah bersumpah tidak akan pernah melupakan semua yang terjadi.
Apa penyesalan Elvier sudah terlambat?
"Setidaknya kalau aku pergi nanti, kau bisa mendapatkan pria yang lebih baik dariku." ucap Elvier pasrah.
Kedua netranya menatap langit langit kamarnya tanpa berkedip, Elvier ingin menikmati bagaimana rasanya tidur bersama Yasmine secara sadar, hanya tidur dalam satu ranjang tidak lebih.
Elvier akan berusaha tidak memejamkan kedua mata, agar dia bisa melihat Yasmine dengan puas.
__ADS_1
Bahkan saat ini darah yang mengalir di hidungnya tidak kunjung berhenti, Elvier mengalami pendarahan namun dia tidak peduli. Orang yang mengalami gagal hati, memang sering kali pendarahan salah satunya lewat jaringan hidung.
Sakit?
Tidak Elvier tidak merasakan sakit, dia hanya lelah dengan hidupnya. Di tinggalkan sang ibu, di asingkan sang Ayah, di benci oleh seluruh orang tanpa alasan jelas, membuat Sang Pangeran mulai lemah.
Dan kini Elvier menambah daftar list manusia yang membencinya, Elvier sengaja membuat Yasmine membenci dirinya agar tidak ada satu orang pun yang menangisi kepergiannya nanti.
Tanpa Elvier sadari, butiran air mata kembali menetes di sudut mata Yasmine. Gadis itu menangis dalam tidur, tidak bersuara namun air mata itu mewakili seberapa sesak serta sakit yang tengah Yasmine rasakan saat ini.
Keduanya larut dalam keheningan, Elvier perlahan menutup kedua mata. Ternyata rasa lelahnya menuntun dia untuk mengistirahatkan hati serta pikirannya sejenak. Walaupun satu tangan Elvier masih berada di area hidungnya, guna menahan cairan merah yang masih keluar dari sana.
Disaat Elvier terlelap, kini giliran Yasmine yang membuka kedua mata. Gadis itu tidak bersuara, dia hanya diam sembari menatap langit langit kamarnya tanpa berkedip.
Yasmine menghela napas pelan, gadis itu perlahan menoleh. Kedua matanya menatap sendu pada Elvier, butiran air mata kembali mengalir di pipi tirusnya.
"Kamu nyembunyiin semua ini dari aku El?! apa kamu sudah berniat meninggalkan aku sedari awal?" gumam Yasmine.
Satu tangannya menyeka darah yang ada di ujung bibir Elvier, pria ini bahkan tidak pernah membalas perbuatannya selama ini. Elvier terlihat pasrah dan biasa saja saat dia melemparkan sepatu ke tubuhnya.
Genggaman tangan di botol itu semakin menguat, bahkan Yasmine ingin sekali memecahkan benda ini. Apa lagi saat Yasmine mengingat pesan yang di kirimkan oleh Burak pada Elvier, kebetulan ponsel pria itu tertinggal di kamar saat pesan itu masuk.
Karena penasaran Yasmine mengotak atik sandi ponsel suaminya, walaupun berkali kali gagal namun setelah di coba memakai tanggal kejadian diantara mereka, seperti pernikahan dan pertemuan pertama. Sempat terkejut, namun Yasmine mengenyahkan rasa terkejutnya sejenak, dia harus bergerak cepat.
__ADS_1
Dan sandi ponsel Elvier berhasil di buka olehnya, saat Yasmine mencoba memasukan tanggal serta bulan pertemuan pertama kali mereka berdua.
'Maaf, kami belum mendapatkan donor hati yang cocok untukmu, Vier.'
Pesan yang dikirimkan Burak, berhasil membuat Yasmine shock setengah mati. Bahkan gadis itu segera mengobrak abrik seluruh isi lemari, laci dan ruang tertutup lainnya. Hingga didalam satu laci pribadi milik Elvier, Yasmine menemukan beberapa botol obat yang bertuliskan, 'untuk meringankan penyakit liver' dalam bahasa Inggris.
BANG EL JANGAN SAKIT
**PRINCESS YASMINE CANTIK DAN IMUT.
HOLLA ASSALAMUALAIKUM MET PAGI EPRIBADEH
GIMANA KABAR KALIAN HARI INI
PUASA LANCAR
UDAH SAHUR BELUM
JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA
__ADS_1
SEE YOU NEXT PART MUUAACCHH**